Arsip Tag: PB HMI.

Salah Satu Kelebihan Anas Urbaningrum

Apa yang akan diungkapkan melalui tulisan ringan ini, hanyalah sekedar guratan kesan perjumpaan sejarah saya dengan Anas Urbaningrum semasa sama-sama aktif di Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dekade 1990-an. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah, Politik Nasional | Tag , , , , | 12 Komentar

Pada Hakikatnya, HMI Adalah Sebuah Perusahaan

Saya awali dengan tulisan Eki Syachrudin bertitel Pada Hakikatnya HMI adalah Sebuah Perusahaan yang ia tulis pada 1996. Saya kutip dari buku Moral Politik Sebuah Refleksi. Sebuah bunga rampai tulisan Mang Eki (panggilan akrab Eki Syachrudin) yang diterbitkan oleh LP3ES tahun 2006 lalu. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Tinjauan Buku | Tag , , , , , , , , , | 3 Komentar

Memori Ramadhan PB HMI: Umar Husin vs Zulkenedi Said

Secuil kisah kenangan memori ramadhan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini dimaksudkan sebagai selingan belaka. Ringan dibaca, dan semoga jenaka pula tatkala dicerna. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , | 1 Komentar

Dokumen Sejarah Anas Urbaningrum (2): HMI dan Golongan Menengah Ekonomi

Selama ini trade mark HMI adalah intelektual dan politik. HMI dikenal sebagai organisasi yang banyak memproduksi kaum intelektual dan politisi, baik di partai politik maupun birokrasi. Kalau para alumni HMI tersebut dikatakan sebagai golongan menengah –sebagai ganti istilah kelas menengah yang masih diperdebatkan–, maka produksi HMI masih terbatas pada sektor intelektual, birokrasi dan politisi partai. Sementara yang menjadi pengusaha masih dapat dihitung dengan jari.

Lantaran itu, mendesak bagi HMI untuk semakin memperbanyak kader yang berorientasi pada sektor usaha untuk mempertebal lapisan golongan menengah ekonomi di Indonesia.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , | 2 Komentar

Dokumentasi Foto Peluncuran Jurnal Madani PB HMI Periode 1997-1999

Lakon ini bermula di suatu malam pada medio Oktober 1998. Tempat bersejarahnya di gedung Dewan Pimpunan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Jalan HR Rasuna Said Kuningan Jakarta. Sebuah hajatan orkestra intelektual dipergelarkan. Megah dan spektakuler. Alunan simponi yang terdengar pun, yang dimainkan oleh pemusik handal itu, terdengar menggema di langit pikiran para pemirsanya. Gaung irama itu, setidaknya bagi saya, samar-samar hingga saat ini masih membekas di lubuk kalbu. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , , , , , , | 4 Komentar