Arsip Tag: Ketua Umum PB HMI

Secarik Kenangan Bersama Anas Urbaningrum

Kegemaran lain Anas Urbaningrum (selain membaca) yakni olah raga. Ia menguasai olah raga bulu tangkis, bola volly dan sepak bola. Untuk meredam konflik-konflik intern di PB HMI yang acap mencuat lantaran hal-hal sepele, ia manfaatkan sarana olah raga (dalam hal ini sepak bola) untuk mengakrabkan anak buahnya. Maka minimal dua minggu sekali, di adakan pertandingan sepak bola bertempat di halaman Pusat Kegiatan HMI Graha Insan Cita Jl Prof Lafran Pane Depok. Setelah malam sebelumnya dilangsungkan Rapat Harian atau Rapat Presidium PB HMI. Ajang olah raga semacam itu buat fungsonaris PB HMI amat manjur untuk menganyam suasana kekeluargaan. Pula mencairkan perbedaan-perbedaan kecil (sebelum bermuara konflik) antara fungsionaris PB HMI. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , | 17 Komentar

Dokumentasi Sejarah (3): Selamat untuk Anas Urbaningrum

MENYAMBUNG bagian kedua tulisan lalu, berikut saya sampaikan kelanjutannya berjudul “Selamat untuk Anas Urbaningrum”. Sebuah tajuk rencana di Harian Yogya Post ada Sabtu Pahing 30 Agustus 1997.

Tulisan ini juga dimaksudkan sebagai “kado ulang tahun” Anas Urbaningrum yang hari ini Rabu 15 Juli 2009 genap berusia ke-40. Selamat Ulang Tahun. Semoga berkah umur dan sukses selalu.

Untuk Format File PDF silakan Klik Disini. Selengkapnya tajuk Harian Yogya Post tersebut: Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , , , | 3 Komentar

Sebuah Cinderamata Perkawinan Unik dan Berkesan

Namun entah mengapa, yang paling unik dan berkesan justru cinderamata berbentuk buku saku dari sebuah resepsi perkawinan seorang sahabat baik. Sekalipun saat ini kondisinya agak lusuh, buku saku itu saya rawat dengan baik dan hati-hati.

Sejatinya ini bukan buku sembarang buku. Buku saku berjudul “Ketika Bilqis dan Sulaiman Menyatu” ini tebalnya hanya 44 halaman. Didedikasikan dalam rangka menyambut perkawinan Kholis Malik dengan Wahyuni Refi Setya Bekti pada Minggu 12 Oktober 2003 di Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.

Di buku saku tersebut ada beberapa tokoh terkemuka Indonesia menuliskan catatan, pesan, wejangan, testimoni dan sebagainya mengenai mutiara lembaga perkawinan dan hal terkait dengan itu. Diantara tokoh-tokoh dimaksud ada Almarhun Prof DR Nurcholish Madjid (saat itu Rektor Universitas Paramadina) menyampaikan khutbah nikah berjudul “Cinta Kasih Pria Wanita sebagai Fitrah Manusia Rahmat Allah Ta’ala”.

Juga ada Ir Siswono Yudo Husodo, dr Sulastomo, DR H Oesman Sapta, DR Ir Akbar Tandjung, Harry Tjan Silalahi, Prof DR Jimly Asshidiqie SH yang telah berkenan memberikan nasehat-nasehat kepada kedua mempelai. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Dokumen Sejarah Anas Urbaningrum (2): HMI dan Golongan Menengah Ekonomi

Selama ini trade mark HMI adalah intelektual dan politik. HMI dikenal sebagai organisasi yang banyak memproduksi kaum intelektual dan politisi, baik di partai politik maupun birokrasi. Kalau para alumni HMI tersebut dikatakan sebagai golongan menengah –sebagai ganti istilah kelas menengah yang masih diperdebatkan–, maka produksi HMI masih terbatas pada sektor intelektual, birokrasi dan politisi partai. Sementara yang menjadi pengusaha masih dapat dihitung dengan jari.

Lantaran itu, mendesak bagi HMI untuk semakin memperbanyak kader yang berorientasi pada sektor usaha untuk mempertebal lapisan golongan menengah ekonomi di Indonesia.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , | 2 Komentar

Dokumentasi Foto Peluncuran Jurnal Madani PB HMI Periode 1997-1999

Lakon ini bermula di suatu malam pada medio Oktober 1998. Tempat bersejarahnya di gedung Dewan Pimpunan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Jalan HR Rasuna Said Kuningan Jakarta. Sebuah hajatan orkestra intelektual dipergelarkan. Megah dan spektakuler. Alunan simponi yang terdengar pun, yang dimainkan oleh pemusik handal itu, terdengar menggema di langit pikiran para pemirsanya. Gaung irama itu, setidaknya bagi saya, samar-samar hingga saat ini masih membekas di lubuk kalbu. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , , , , , , | 4 Komentar