Pada Hakikatnya, HMI Adalah Sebuah Perusahaan

Eki Syahcrudin Moral Politik (Scan Dwikis)

Eki Syachrudin Moral Politik (Scan Dwikis)

Pada Hakikatnya, HMI adalah Sebuah Perusahaan. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan menyelenggarakan Kongres ke-27 pada 5 hingga 10 November 2010 mendatang di Graha Insan Cita (GIC) Depok Jawa Barat. Kita tentu berharap, selain kongres itu memunculkan formatur/ketua umum baru yang akan memimpin PB HMI dua tahun ke depan, juga dari arena kongres akan lahir pikiran-pikiran cerdas yang berfaedah bagi masyarakat luas.

Guna menyambut Kongres ke-27 Himpunan Mahasiswa Islam dimaksud, mulai hari ini akan saya turunkan beberapa tulisan lama terserak. Baik itu berupa reportase dan artikel di media massa, naskah ceramah, catatan maupun buku yang ditulis tentang HMI. Mohon jangan dilihat dari lamanya saat tulisan itu dibuat, namun lihatlah pemikiran-pemikiran cerdas yang terkandung di dalamnya. Kiranya dari publikasi tulisan-tulisan lama ini, siapa pun dari kader HMI yang akan memimpin PB HMI dua tahun ke depan, bisa mengambil mutiara hikmah yang ada dari tulisan berseri ini.

Baca lebih lanjut

Dikritik Gara-gara Kalimat Salam Sejahtera

Pengalaman yang pernah saya alami ini cukup menggelikan. Pada suatu pertemuan Reuni Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solo di Jakarta dua tahun lalu, seorang alumni mengkritik surat undangan yang diterimanya. Gara-garanya ada kalimat “Salam Sejahtera” di bagian pembuka surat. Saya jelas tertohok kritik tersebut, lantaran konsep surat saya sendiri yang membuat. Pula yang mengirim ke kurang lebih 100 undangan.

Sesungguhnya, hemat saya, format surat undangan yang dibuat itu standar. Khas surat undangan ala HMI. Ada kalimat pembuka Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dan kalimat penutup klasik Billahittaufiq Wal Hidayah; Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Baca lebih lanjut

Komentar Beberapa Teman tentang Anas Urbaningrum di Milis Kahmi Pro (Part 1)

Di Restoran Roemahkoe Solo dari kiri M Alfan Alfain, Anas Urbaningrum, Idrus Marham, Dwiki Setiyawan

Di Restoran Roemahkoe Solo dari kiri M Alfan Alfain, Anas Urbaningrum, Idrus Marham, Dwiki Setiyawan

Tulisan saya di blog ini, Episode 2: Spirit Kekeluargaan PB HMI Era Anas Urbaningrum terbit pertama pada 4 Januari 2009. Dalam statistik blog, posting tersebut cukup banyak peminat orang untuk mengkliknya. Kelebihan dari posting tersebut, terletak pada cukup banyaknya dokumentasi foto yang dilampirkan.

Keberadaan dokumentasi foto dimaksud telah merangsang teman-teman semasa PB HMI Periode 1997-1999 dan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) lain untuk mendownload dan mengoleksinya. Salah satu kelemahan aktivis HMI memang pada hal ihwal mendokumentasi arsip foto saat ia masih aktif berorganisasi. Maka tak heran, setelah berselang lama, keberadaan dokumentasi foto semacam di postingan saya itu sangat besar maknanya buat teman-teman yang pernah aktif di HMI masa itu. Iseng-iseng pula saya mengetikkan nama “Anas Urbaningrum” pada mesin pencarian gambar  (images) Google. Ternyata memang foto-foto tersebut telah diindeks Google.

Baca lebih lanjut

Surat Cinta Aktivis HMI

Mau tahu gaya Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam menulis ‘Surat Cinta’ pada pujaan hatinya.? Posting kali ini saya buat dan pernah dimuat di mailing list Kahmi Pro Network pada 6 November 2008 lalu, dimaksudkan hanya untuk sekedar joke dan pengisi waktu luang saja. Ditambah komentar sana-sini dari anggota milis lainnya jadilah konsep final sebagai berikut:

Adinda tercinta.

Dengan senantiasa mengharap rahmat dan ridha Allah semata, maka daku:
MENIMBANG: a). Bahwa untuk kelanjutan perkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di masa mendatang maka diperlukan generasi baru yang nantinya dapat melanjutkan visi & misi HMI. b). Bahwa generasi baru yang diharapkan tersebut, tidak akan datang tiba-tiba ‘jatuh’ dari langit melainkan harus dipersiapkan sejak dini melalui ta’aruf yang dilanjutkan dengan jenjang ke pernikahan. MENGINGAT: 1. P
asal 4 Anggaran Dasar HMI yakni, “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT”. 2. Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI. Maka dengan persetujuan diriku dan keluargaku, MEMUTUSKAN: Pertama, menyatakan cinta sepenuh hati kepada adinda berlandaskan penyerahan diri pada Allah. Sebagaimana diajarkan oleh senior-senior kita saat janji suci pada pelantikan kita sebagai Pengurus HMI …”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, hanyalah untuk Allah, seru sekalian alam”. Kedua, memohon persetujuan adinda untuk menerima deklarasi ini tanpa reserve. Ketiga, hal-hal yang menyangkut konsekuensi dari keputusan ini akan diatur kemudian. Keempat, keputusan ini dapat ditinjau kembali jika terdapat kekeliruan di dalamnya.


Jakarta, 6 November 2008

yang senantiasa mencintaimu,

KAKANDA

NB : saya serahkan sepenuhnya pada adinda untuk memberi jawaban Ya atau Tidak. Kalo jawaban adinda Tidak, maka mari kita diskusikan bersama sampai adinda bilang Ya.