Arsip Tag: Harian Kompas

Hadiah Serba 45 Angket Pembaca “Kompas” 2010

Jangan mengaku sebagai pembaca setia harian Kompas, jika anda tidak berpartisipasi mengisi dan mengirimkan Angket Pembaca “Kompas” 2010. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, angket kali ini dimuat dua kali oleh harian Kompas tanggal 20 dan 27 Maret 2010. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Gaya Hidup | Tag , , | 13 Komentar

Baron Abel Rosnovski (1)

PELAJARAN apa yang dapat saya petik dari membaca novel “Kane and Abel” karya novelis Jeffrey Archer? Jawabnya tiada lain jika kita punya kemauan, di situ pastilah ada jalan. Apakah hanya itu? Ooo tidak. Masih ada yang lain. Jawaban atas pertanyaan terakhir tersebut, akan anda dapatkan setelah tuntas membaca postingan dalam 2 seri ini. Teriring harapan, postingan ini akan jadi amunisi motivasi…. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Tinjauan Buku | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Sepenggal Peristiwa bersama Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini

Sekalipun sudah lebih 10 tahun tidak bertemu, ketika saya menyalami Nur Hidayat Sardini, ia menggenggam tangan dengan hangat dan berkata, “Hai Dwiki, gimana kabarnya?” Saya menjawab singkat, “Baik dan sehat.” Surprise juga, lama tidak bersua ia masih ingat nama saya.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Kado Ulang Tahun Istriku

Kutipan pertama, saya ambil dari ungkapan Peter Argansola dalam cerita bersambung ‘Banda Naira’ yang pernah dimuat harian Kompas beberapa tahun silam, “Jalan hidup –sebagaimana sang waktu– mengalir bagaikan air. Berkelok-kelok, berliku-liku tak tentu arah dan rimbanya. Kita hanya mampu berserah diri pada nasib, bahwa hidup, perkawinan dan kematian adalah sebuah misteri yang abadi….”

Kutipan kedua, dari penyair sufi Jallaluddin Rumi, “Cinta datang dan aku menyerahkan jiwaku kepada Yang Terkasih. Yang Terkasih kini memberiku kehidupan dari kehidupan-Nya sendiri… Cinta datang dan penaka darah memenuhi nadi-nadi dan lapisan-lapisan dagingku, mengosongkannya dari diriku dan memenuhiku dengan Sang Sahabat. Sang Sahabat telah mengambil semua milik setiap atom dari keberadaanku. Nama itu adalah semua yang telah kutinggalkan sekarang: semua yang tersisa adalah Dia.” Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kata Mutiara | Tag , , , , , | 1 Komentar