Arsip Tag: Adib Zuhairi

Adib Zuhairi: Bankir Lokal Berwawasan Global

Adib Zuhairi, mantan Ketua Umum HMI Cabang Solo itu kini namanya melesat bagai meteor di kalangan UKM di Jawa Tengah sebagai manajer handal sebuah usaha mikro ekonomi kalangan bawah masyarakat. Ia pimpinan BMT Tumang Boyolali (Baitul Mall Wattamwil atau semacam BPR). BMT tersebut didirikan pada 1 Oktober 1998. Berkantor pusat di Jalan Melati No. 12 Tumang Cepogo Boyolali, dan memiliki 3 kantor cabang di utara Pasar Cepogo, kota Boyolali tepatnya jalan Pandanarang nomor 299 dan di depan pasar Ampel. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Petak Ide | Tag , , , , , | 1 Komentar

Menyingkap Bakat Terpendam

Pada diri Fatma Bahalwan, ia sadar bahwa bakat terpendamnya dalam hal cita rasa masakan. Mungkin sedari kecil ia sudah terbiasa dengan urusan meracik bumbu-bumbu dapur bersama ibunya. Pengetahuan praktis yang telah didapatkan sedari kecil itu memang kelihatannya biasa-biasa saja. Tatkala dia telah bekerja cukup mapan, dengan melihat suasana dan peluang maka baginya bisnis katering merupakan bisnis yang selalu dibutuhkan orang dan tidak ada matinya. Pengalaman sebagai sekretaris, hanyalah batu loncatan agar ia paham manajerial, pemasaran dan lain-lainnya.

Sementara itu, pada diri Adib Zuhairi yang sejak jaman mengenyam pendidikan selalu menjadi pimpinan organisasi itu terbentuk karakter manajer dalam pengelolaaan lembaga. Melihat latar belakang pendidikan sebagai alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), pastilah orang tadinya heran dengan aktivitasnya sebagai pimpinan “bank rakyat” yang mestinya kavling untuk sarjana Fakultas Ekonomi (FE).

Saya teringat ucapan mendiang Profesor DR Nurcholish Madjid dan akrab disapa Cak Nur, yang menyatakan bahwa seseorang mengenyam pendidikan hingga setinggi-tingginya akan dinilai apakah ia menjadi manusia terpelajar atau bukan? Ia mencontohkan alumni-alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) yang banyak sukses menjadi wartawan dan bankir. Bukan menjadi ahli-ahli pertanian. Jawaban Cak Nur karena mereka terpelajar.

Seseorang yang terpelajar pada dirinya bersemayam kualitas insan pencipta dan insan pengabdi. Yakni insan yang senantiasa mau beriktiar untuk melakukan inovasi baru bagi lingkungan sosialnya dan insan yang mengabdikan diri sesuai bakat, ketrampilan dan ilmu yang telah diperolehnya bagai kemaslahatan masyarakat. Sekalipun itu di luar sekat disiplin ilmu yang dienyamnya.

Bakat terpendam apa yang pembaca miliki agar menjadi manusia terpelajar? Dari sekelumit yang kami ungkapkan pada kisah di postingan ini, kira-kira pembaca sendirilah yang tahu menyingkapnya! Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Petak Ide | Tag , , , , , | 2 Komentar

Dokumentasi Foto Badko HMI Jabagteng Periode 1993-1995

Rangkaian foto berikutnya ialah pertemuan ‘Tawangmangu’ antar HMI Cabang di lingkungan Badko HMI Jabagteng pada 1995 menjelang Kongres HMI XX di Asrama Haji Sukolilo Surabaya tahun yang sama. Pertemuan Tawangmangu itu menghasilkan gagasan-gagasan penting untuk memperkaya rekomendasi eksternal kongres. Antara lain, gagasan mengenai revisi Paket 5 Undang-Undang Bidang Politik, Audit Kekayaan Pejabat, Soal Monopoli, dan Fenomena Korupsi-Kolusi-Nepotisme (KKN). Lantaran gagasan-gagasan itu dituangkan dalam konsep tulisan disertai argumentasi yang kuat, hampir kesemua gagasan itu digolkan dalam kongres. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , | 2 Komentar