Perjumpaan yang Mengubah Wajah Dunia

Cover Encounters That Changed the World

Cover Encounters That Changed the World

Buku Encounters That Changed the World atau Perjumpaan yang Mengubah Wajah Dunia karya Rodney Castleden yang akan sekilas saya kupas ini diterbitkan oleh Penerbit Futura Inggris pada 2009 lalu. Terdiri dari 9 Bab dan 512 halaman, buku nan menarik ini sayangnya belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Di samping Encounters That Changed the World, Rodney Castleden juga mengarang buku-buku senada-seirama temanya. Antara lain: Discoveries That Changed the World (2008), Conflicts That Changed the World (2008), Inventions That Changed the World (2007), dan Natural Disasters That Changed the World (2007). Boleh dikatakan, Castleden merupakan spesialis pengarang soal-soal berkenaan dengan “sesuatu” yang mengubah wajah dunia.

Tesis yang mendasari penulisan buku Perjumpaan yang Mengubah Wajah Dunia ini, yakni sejarah dunia turut berubah tatkala para aktor sejarah mengalami “perjumpaan”. Hal demikian mensyaratkan pengkodisian suatu gerak dinamis dan aktif. Di mana aktor-aktor sejarah tersebut melakukan suatu mobilitas (baik vertikal maupun horizontal).  Yang kemudian disusul dengan aksi-aksi kelanjutan dari “perjumpaan” tersebut. Sehingga melahirkan gagasan, konsep strategi dan taktik serta aplikasi dari gagasan dan konsep strategi taktik dimaksud.  Pertanyaan fundamental patut pula diajukan berkenaan dengan tema buku ini: bagaimana jika?

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Tinjauan Buku | Tag , , , , , | 6 Komentar

Wartawan Membidik Aburizal Bakrie

JUDUL tulisan ini bukan mengada-ada: Wartawan Membidik Aburizal Bakrie. Apa kalangan kuli tinta tersebut mau menjatuhkan Aburizal Bakrie? Ooo tidak. Maksud saya, wartawan foto dan kamerawan televisi sedang mengambil gambar Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Peristiwanya terjadi Rabu (10/2/2010) kemarin di Ruang Rapat Fraksi Partai Golkar (FPG) di Lantai XII Gedung Nusantara I DPR-RI Senayan. Hari itu, DPP Partai Golkar menggelar Pertemuan Konsultasi dengan menteri-menteri Partai Golkar di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, gubernur yang berasal dari Partai Golkar, pimpinan FPG dan para anggota Pansus Century FPG.

Harian Kompas Kamis ini (11/2/2010) menurunkan headline Pertemuan Konsultasi DPP Partai Golkar di atas. Beritanya diberi titel Golkar Tak Akan Mundur, dengan sub berita Menteri dan Anggota DPR dari Partai Golkar Dikumpulkan (mustinya ditambah Gubernur dari Partai Golkar). Tidak perlu saya ulas headline Kompas dimaksud.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Politik Nasional | Tag , , | 5 Komentar

Bosan dengan Kompasiana…

Screenshot Kompasiana

Screenshot Kompasiana

Entah mengapa dan kenapa, akhir-akhir ini saya merasa bosan dengan Kompasiana. Lebih tepatnya yakni  suatu kejenuhan. Beberapa jawaban atas “kejenuhan” saya dimaksud akan pembaca temukan setelah membaca larik-larik kalimat berikut nanti. Hampir tiap hari, saya baca di surel (surat elektronika) atau email pemberitahuan otomatis dari admin Kompasiana tentang komen baru artikel yang ditulis atau pesan di dashboard. Pula goresan sapaan di akun profil. Namun itu tidak menggerakkan hati saya untuk segera bergegas login di Kompasiana. Tidak seperti awal-awal kala Kompasiana hadir dengan perwajahan baru. What’s wrong with me?

Admin saudara Nurul, barangkali jadi saksi hidup bahwa saya termasuk salah satu “kalong” (sebutan blooger yang kuat melek hingga dinihari) Kompasiana, tatkala blog ini tampil dengan perwajahan baru beberapa waktu silam. Saudara Nurul pernah komen singkat soal tersebut. Mulai ngeBlog menjelang tengah malam hingga menjelang Shubuh tiba, beberapa kompasianer sepeti Inge, Edi “Giant’ Sembiring, Katedra Rajawen dan lain-lainnya meramaikan “chating” di Kompasiana. Suatu pembicaraan lewat kolom komentar yang kadangkala tidak ada hubungannya dengan suatu postingan.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , | 17 Komentar

Support Kontes SEO Astaga.com Lifestyle on the Net

Traveling and Leisure Lifestyle (Koleksi Pribadi)

Traveling and Leisure Lifestyle (Koleksi Pribadi)

Gaya hidup internet menggambarkan gaya hidup modern yang sarat dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Di mana-mana, teknologi informasi dan komunikasi dibuat untuk memudahkan aktivitas kita. Menjadikan sesuatu yang tadinya sulit dan tidak terjangkau menjadi mudah dan terakses. Kehadirannya di sini berperan mengefisienkan segala sesuatu yang kita lakukan dengan satu tujuan: mencapai produktivitas maksimum. Dalam arti, memperoleh hasil sebesar-besarnya dengan resiko sekecil-kecilnya.

Dalam kaitan itu, kehadiran situs portal Astaga.com dengan jargon baru Astaga.com Lifestyle on the Net,  ingin menancapkan citra kepada konsumen dunia maya bahwa kehadirannya didedikasikan dalam rangka meningkatkan pemahaman, penghargaan dan adopsi gaya hidup internet. Kelahiran kembali situs portal tersebut dengan mengusung merk baru Astaga.com Lifestyle on the Net, dapat diartikan pula ia hadir untuk menjawab kehausan konsumen akan informasi lengkap tentang gaya hidup di dunia maya. Sekaligus pula Astaga.com ingin mengambil posisi utama dan berbeda dengan situs portal lain di Indonesia yang tengah menjamur saat ini.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Petak Ide | Tag , , | 3 Komentar

Hasil Kerja 27 Tahun Lenyap dalam Sekejap

ESTHER NURYADI, salah seorang nasabah Bank Century Cabang Kelapa Gading Jakarta sejak tahun 2002, kaget alang kepalang tatkala pada bulan November 2008 tidak bisa menarik dana yang tersimpan di bank tersebut. Hasil kerja selama 27 tahun berupa uang tabungan berbentuk deposito sebesar Rp 700 juta lenyap dalam sekejap.

Demikian penuturan Esther tatkala bersama beberapa nasabah Bank Century lainnya melakukan audiensi dengan Pimpinan Fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara I DPR-RI Senayan, Kamis siang (21/1). Sebanyak kurang lebih 15 orang nasabah Bank Century berasal dari Jakarta tersebut menyampaikan keluhan-keluhan dan harapannya kepada para wakil rakyat, dengan didampingi kuasa hukum nasabah Bank Century Prof DR OC. Kaligis.

“Bukti-bukti bahwasannya saya nasabah Bank Century lengkap. Ada buku tabungan, bilyet dan hasil print out tentang kemana larinya uang tersebut dari Bank Century yang dikeluarkan pada 24 November 2008. Namun saya  sia-sia mendapatkan kembali hak-hak saya. Dana hasil kerja selama 27 tahun. Saya bahkan di ping-pong untuk pengurusan dana milik sendiri tersebut mulai dari menemui pimpinan cabang, Bapepam dan Bank Indonesia. Lantas, kemana lagi saya musti mengadukan soal ini?” ujar Esther dengan nada tanya seraya menyerahkan bukti-bukti dimaksud kepada Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Setya Novanto.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Politik Nasional | Tag , , , , , , , | 2 Komentar