Memahami Perilaku dan Cara Bekerja Mesin Pencari Google


Memahami Perilaku dan Cara Bekerja Mesin Pencari Google

Siapa pun blogger, tentu ingin agar tulisannya dibaca banyak orang. Dengan demikian, target yang diharapkan si penulis tercapai. Setali tiga uang, pun halnya jika kita mengelola website atau blog non-personal, tentu juga berharap posting-posting yang dipublikasikan panen pembaca. Lantaran itu, Memahami Perilaku dan Cara Bekerja Mesin Pencari (Search Engine) Google adalah suatu keharusan. Mengapa?

Pertama, sepanjang yang saya tahu mayoritas netter di seluruh dunia mencari sesuatu topik atau hal-hal tertentu yang jadi minatnya di internet dengan mengandalkan mesin pencari. Blog yang sedang Anda nikmati ini, misalnya, 80 % pembacanya memperoleh informasi dari hasil pencarian mesin pencari.

Persoalannya, dengan sekitar 60 triliun halaman situs yang ada di dunia maya saat ini, jika Anda menulis suatu topik tertentu belum tentu tulisan atau konten tersebut mudah dicari orang. Dikarenakan konten pada website tersebut berada di halaman sekian dari hasil pencarian mesin pencari. Singkat kata, website-website dengan konten terbaik dan relevan akan mendapat prioritas, promosi dan ranking dari hasil pencarian di Google.

Lebih jauh tentang teknik mengoptimasi tulisan agar bersahabat dengan mesin pencari, silakan baca posting saya ini: Filosofi Sederhana Search Engine Optimization (SEO).

Kedua, dengan memahami perilaku dan cara bekerja mesin pencari Google, kita sebagai blogger atau pengelola web dapat merumuskan strategi dan taktik memenangkan persaingan konten dengan topik senada di belantara maya. Dalam hal ini agar postingan atau web kita berada di halaman-halaman pertama hasil pencarian. Sebagai contoh, pebisnis online dengan label “busana muslim”, umpamanya, pasti jumlahnya banyak. Hanya website-website tertentu dengan konten terbaik dan relevanlah yang akan keluar sebagai jawaranya di hasil mesin pencari.

Ketiga, perlu dipahami bahwa pengetahuan yang kita ketahui tentang watak mesin pencari adalah suatu proses berkelanjutan. Berubah secara dinamis mengikuti perkembangan teknologi informasi. Demikian pula pakem search engine optimization (SEO) pun tidak abadi. Senantiasa berubah, sebab sejatinya yang abadi di dunia search engine optimization itu adalah perubahan itu sendiri

Secara garis besar, ada tiga langkah yang dilakukan oleh sistem pencarian Google. Ketiga langkah tersebut adalah perayapan (crawling) & proses indeks (indexing), proses algoritma yang rumit, dan melawan situs bermuatan pesan sampah (fighting spam). Detail bagaimana mesin pencari Google bekerja, silakan klik tautan berikut How Search Works.

****

Blog ini sudah hampir satu tahun tak ter-update. Posting terakhir tahun 2015, dilakukan pada 31 Januari. Sedangkan di tahun 2016 ini, update posting dilakukan pada 27 Februari. Biasanya, beberapa saat setelah publikasi posting baru, tak selang beberapa saat kemudian terindeks mesin pencari. Mungkin saja juga terindeks, namun entah di hasil halaman entah berantah.🙂

Berdasarkan pengalaman dalam dua hari terakhir, sekurangnya saya menyelami perilaku mesin pencari Google sebagai berikut:

Pertama, mesin pencari Google menyukai konten-konten baru yang segar. Dengan mempublikasi posting baru, maka proses perayapan (crawling) dengan sistem yang dikenal sebagai Google Bot dilakukan secara terjadwal dan intens. Dalam kaitan ini, Google melakukan perayapan ke setiap halaman website, mendeteksi setiap link yang ada pada halaman web tersebut, dan memasukannya kedalam daftar halaman web yang akan dirayapi.

Setelah selesai mencari, kata-kata tersebut akan dibuatkan indeks. Saat proses indexing selesai dikerjakan, proses algoritma super-rumit akan mulai bekerja memilah-milah konten mana yang diprediksi paling sesuai dan akhirnya sistem akan menampilkan hasilnya kepada pengguna.

Saya jadinya mahfum, mengapa Google tidak cepat mengindeks posting baru dan menampilkan di hasil pencarian seperti biasanya, lantaran cukup lama tidak melakukan update.

Kedua, banyak blogger mengesampingkan media sosial Google+ milik Google. Nyatanya, tautan-tautan posting baru yang saya bagi (share) di beberapa komunitas yang ada di jejaring sosial Google+ dimaksud, ikut andil besar bagi mesin pencari Google melirik posting baru kita.

Ketiga, sudah barang tentu mesin pencari Google akan ramah dan bersahabat dengan postingan atau web apabila kita mampu menyajikan tulisan yang memenuhi syarat-syarat relevansi, popularitas di media sosial, jumlah dan kualitas link di halaman web dan sebagainya.

*****

Tampilan per Pengunjung  Blog pada 2 Maret 2016:

Tampilan per Pengunjung    Blog

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di SEO dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Memahami Perilaku dan Cara Bekerja Mesin Pencari Google

  1. Sistem operasi berkata:

    thanks min. nice info and good idea. ijin praktikin hhehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s