KPPS TPS Bernuansa Kompasiana


“Blogger Kompasiana ya mas?” tanya seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tetangga tatkala kami mengantar hasil pemungutan suara ke Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) di kantor Kelurahan Kalisari Pasar Rebo Jakarta Timur, Rabu (9/7) sore. “Ya benar, kok tahu Kompasiana,” tanya saya balik. “Kebetulan kami silent reader-nya kok,” jawabnya.

Percakapan singkat di atas terjadi ketika tim kami yang mengantar kotak suara berikut hasil-hasil penghitungan suara mengenakan tshirt, kalung ID, blocknote dan pena Kompasiana. Tentu saja kehadiran kami yang berbeda dengan nuansa Kompasiana melekat di badan itu mengundang perhatian kerumunan orang yang hadir di kantor kelurahan. Mulai dari puluhan polisi, staf kelurahan, pemantau pemilu dan KPPS lain dan sebagainya yang hampir bersamaan menyetor hasil-hasil Pilpres 2014 dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Kelurahan Kalisari.

Hampir semua anggota KPPS yang hadir sore itu memakai  tali kain putih dan mengalungkannya sebagai pengikat ID. Sedangkan kami tampil cukup mentereng dan berkelas dengan kalung ID berlogo Kompasiana. Demikian pula thirt yang kami kenakan. Bergambar kartun warna-warni dengan huruf “K” di tengah dan tulisan di bagian bawah “Write Out of the Box it’s fun” beserta logo Kompasiana di punggung atas tshirt, kehadiran tim kami sudah membuat “kesan pertama nan menggoda” bagi banyak orang.🙂

Dengan demikian, menghias dan membuat TPS terkesan unik dengan tema-tema tertentu, misalnya TPS bergaya nyentrik, atau petugas KPPS mengenakan seragam tertentu merupakan hal lazim. Termasuk kala kami sebagai KPPS mengenakan seragam bernuansa Kompasiana. Tujuan utamanya adalah menarik tingkat partisipasi tinggi para pemilih menggunakan hak pilihnya di TPS setempat.

Sebagai seorang Kompasianer (istilah blogger di Kompasiana) yang kebetulan dipercaya warga menjadi Ketua KPPS, saya menyadari membuat tema tertentu TPS atau membeli seragam KPPS jelas membutuhkan biaya. Saya berpikir bagaimana anggota KPPS tetap berseragam namun tak mengeluarkan dana. Lantas saya mengontak Pepih Nugraha dan Iskandar Zulkarnaen, pendiri dan admin Kompasiana via pesan di Facebook. Isi pesannya meminta bantuan merchandise Kompasiana. Alhamdulillah dikabulkan.

Selasa 8 Juli sekira pukul 14.00 WIB, 10 paket merchandise Kompasiana pun saya ambil di Gedung Kompas Jl. Palmerah Barat dengan menyertakan surat permohonan resmi dari KPPS.

merchandise-blogger-indonesia-kompasiana

Berseragam bantuan admin Kompasiana itulah, 7 orang petugas KPPS dan 2 orang petugas keamanan mulai pukul 07.00 WIB pada Rabu 9 Juli 2014 menjalankan tugas sebagai ujung tombak penyelenggara Pilpres 2014 di tingkat akar rumput. Langsung bersentuhan masyarakat yang memiliki hak pilih.

Lokasi TPS 37 yang meliputi dua rukun tetangga (RT) yang saya ketuai letaknya strategis, di pinggir jalan raya Kalisari III. Tepatnya di halaman Gelanggang Olahraga (GOR) Kecamatan Pasar Rebo. Dalam Pilpres 2014 kali ini, jumlah pemilih terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap sebanyak 638 orang terdiri dari laki-laki 331 dan perempuan 307. Jumlah Pemilih Terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sebanyak 2 orang, yakni dua orang saksi yang kebetulan laki-laki semua.

Adapun Pemilih Terdaftar dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK), yakni pemilih yang melapor ke PPS namanya tidak ada dalam DPT sebanyak 5 orang terdiri dari laki-laki 4 dan perempuan 1. Sedangkan Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) atau pengguna KTP namun berdomisi di lingkungan TPS setempat sebanyak 15 orang terdiri 10 laki-laki dan 5 perempuan. Demikian total jumlah pemilih terdaftar sebanyak 660 orang

Dalam pelaksanaan di lapangan saat pemungutan suara digelar hingga ditutup secara resmi pada pukul 13.00 WIB, dari total jumlah pemilih terdaftar sebanyak 660 orang di atas, yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 520 orang. Berarti tingkat partisipasi para pemilih mencapai 80 %.

???????????????????????????????

Surat Suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) Indonesia

Dalam pelaksanaan pemungutan hingga penghitungan suara di TPS kami tidak ada masalah berarti. Sebagai ketua, di rapat internal bebarapa hari sebelumnya saya hanya menekankan kepada KPPS No. 4, yakni di bagian pendaftaran pemilih agar cermat membedakan mana pemilih DPT, DPTb, DPK dan DPKTb. Demikian pula ketelitian dalam pemilahan pemilih berdasarkan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Lantaran formulir rekapitulasi penghitungan suara/C1 didasarkan pada data di bagian pendaftaran ini. Agar ringan tugasnya, saya juga menugaskan KPPS No. 5 yang tugas utamanya mengatur para pemilih agar menempati tempat duduk sebelum dipanggil menggunakan hak pilihnya untuk mem-back up KPPS No. 4.

Bagian pendaftaran pemilih di TPS ini menurut saya hal sangat vital, banyak kejadian kekisruhan penghitungan suara bermula dari kesalahan data dibagian ini. Sebagai contoh, seseorang yang seharusnya oleh KPPS No. 4 terdaftar sebagai pemilih di DPK namun teledor dimasukkan sebagai DPT, maka ketika hasil penghitungan suara direkap dalam form C1 akan terjadi kesalahan. Demikian pula kesalahan akan terjadi di form C1 bila tidak teliti memilah pemilih berdasarkan jenis kelamin.

Untunglah KPPS No. 4 dan KPPS No. 5 yang bertugas di bagian pendaftaran pemilih menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga ketika penghitungan suara di form C1 model plano (seperti gambar di bawah ini) disalin kedalam form C1 (baik berhologram maupun tidak) sebagai bukti sah penghitungan suara maka tidak ada kesalahan yang fatal.

Karenanya pada pukul 16.00 WIB semua berkas-berkas yang akan diserahkan ke tingkat PPS sudah selesai. Dan tepat pukul 16.30 WIB, kami pun berangkat ke kantor kelurahan untuk menyerahkan hasil penghitungan suara kepada PPS.

Mengenai hasil penghitungan suara di TPS 37 di mana saya bertugas, akan saya tulis pada posting tersendiri.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Politik Nasional dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s