Adab Menjenguk Orang Sakit


profesor-totok-sarsito-dosen-fisip-uns-solo

Senin (10/2) lalu saya membesuk Prof Totok Sarsito di Kamar 105 Gedung A Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jl. Diponegoro Menteng Jakarta Pusat. Prof Totok adalah dosen saya di Fisip UNS Solo. Beliau awal 1990-an mengajar mata kuliah Politik Internasional.

Hampir dua jam saya berbincang dengan Prof Totok, ditemani sang istri yang setia mendampingi dan menemani. Tak sekalipun terlontar dari mulut saya tentang penyakit yang dideritanya. Seolah tidak ada apa-apa. Seakan pertemuan layaknya seperti dulu saya pernah berkunjung ke rumah Prof Totok di Jalan Adi Sumarmo Solo. Tujuan saya hadir di senja itu adalah mendoakan. Memberi kekuatan dan semangat Prof Totok agar ia dapat sehat wal afiat seperti sediakala.

Saya sudah ratusan kali menjenguk orang sakit. Baik mereka yang terbaring di rumah sakit maupun rumah. Yang membuat saya geleng-geleng kepala, tanpa merasa bersalah para pembesuk bertanya tentang penyakit yang diderita pada si pasien. Kadangkala saya lihat si pasien menjawab dengan terbata-bata, hingga keluarga yang mendampingi ikut menambahkan keterangan. Bayangkan jika si pasien tengah sakaratul maut! Pertanyaan Anda tersebut niscaya menjengkelkan bagi si pasien.🙂

Tujuan kita membesuk orang sakit adalah meringankan beban dan rasa sakit si pasien. Bukannya malah menambah masalah. Maka menghibur pasien dengan cerita-cerita yang dapat membuat ia tertawa, seolah-olah perjumpaan biasa di kala ia sehat wal afiat sangat dianjurkan.

Jika Anda mau tahu penyakit yang diderita pasien yang kita kunjungi, maka bagian informasi rumah sakit tatkala Anda bertanya di kamar mana pasien terbaring akan memberi informasi lengkap. Anda bahkan dapat info tentang rekam jejak si pasien. Mereka akan terbuka memberi informasi, lantaran paham bahwa menanyakan penyakit pada pasien langsung adalah tindakan tak beradab. Tak tahu sopan santun pergaulan.🙂

Akan tetapi, jika Anda dapat menghibur pasien, lambat laun si pasien akan percaya pada diri Anda. Tanpa Anda tanyakan saja, biasanya si pasien akan bicara tentang penyakitnya. Maka tugas Anda sebagai pembesuk adalah membesarkan hatinya. Menyampaikan empati dan simpati dengan kalimat-kalimat bernada optimis. Dan jangan sekali-kali malah terkesan menakut-nakuti.

*****

Artikel Adab Menjenguk Orang Sakit ini merupakan posting pertama menggunakan ponsel Android Sony Xperia Mini Pro berlayar 3,5 Inchi.

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Gaya Hidup dan tag , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Adab Menjenguk Orang Sakit

  1. marzuki m daud berkata:

    oke bang trims semoga bermanfaat

  2. Ujang Sundana berkata:

    Kadang kalau menengok teman yg sakit saya suka kelepasan bertanya tentang apa sakitnya. Membaca posting Mas Dwiki ini saya berusaha mawas diri untuk tidak bertanya lagi.seperti begitu.
    Wah, ini posting lewat gadget android ya Mas? Kalau saya masih tetap ngeblog pake gadget android sampai saat ini…

  3. bay berkata:

    hmm, bener juga ya, kalau jenguk tanyain sakit apaan tar jadi kepikiran deh

  4. Sarjoni Sukses berkata:

    nah ini yang terkadang salah kafrah bagi sebagian orang.
    rata-rata kalau orang indonesia membesuk orang sakit dengan wajah yang sedikit sedih, harusnya bersikap simpati dan tetap memberikan semangat untuk sembuh, tulisan bang Dwiki cukup inspirartif dan mencerahkan, kalau dilihat dari sudut pandang budaya, kalau di Indonesia begitulah adanya.
    sarjoni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s