Puisi-Puisi Romantik Mimpi Penyair Edgar Allan Poe


Edgar Allan Poe, penulis kondang  Gerakan Romantik Amerika, dalam sebuah karyanya menulis, “Jauh ke dalam kegelapan yang mengintip, lama aku berdiri di sana, bertanya-tanya, takut, meragukan… memimpikan mimpi tidak ada manusia yang berani bermimpi sebelumnya.”

Lahir pada 19 Januari 1809, Edgar Allan Poe meninggal pada usia muda, 40 tahun, pada 7 Oktober 1849 lantaran sebab-sebab yang kurang jelas. Poe bukan saja termasyur sebagai penyair besar. Ia juga seorang cerpenis, kritikus sastra, editor dan salah satu pemimpin Gerakan Romantik Amerika. Ia juga dikenal sebagai salah satu pelopor  penulisan cerita pendek di Amerika, dan perintis karya fiksi detektif dan kriminal. Di samping itu, Poe adalah penulis terkenal Amerika pertama yang mencoba mencari nafkah melalui tulisan saja. Lebih jauh tentang riwayat Edgar Allan Poe, sila klik http://en.wikipedia.org/wiki/Edgar_Allan_Poe.

Tentang puisi-puisi bertema ‘mimpi’, sekurang-kurangnya Poe telah menulis 4 (empat) buah syair. Keempat buah puisi-puisi romantik mimpi penyair Edgar Allan Poe dimaksud, yaitu: A Dream, Dreamland, Dreams, dan Dream Within a Dream.

Untuk memahami makna tersurat dan tersirat dari puisi-puisi terkenal dari seorang penyair ternama, maka kita musti melihat latar belakang peristiwa dan seting sejarah tatkala sang penyair itu hidup. Dengan memahami kisah hidup seorang penyair dan latar peristiwa yang menyertainya, maka puisi yang kita cerna menjadi hidup. Seakan-akan kita sendiri juga terlibat didalamnya.

Puisi ‘Aku’ karya Chairil Anwar, misalnya, diksi “aku mau hidup seribu tahun lagi” yang tersemat akan merasuk sukma manakala kita memahami kisah hidup Chairil Anwar dan suasana revolusi kemerdekaan Indonesia yang menggelegak saat itu. Demikian pula, puisi-puisi karya Edgar Allan Poe, musti dilihat dari konteks kisah hidup Poe yang sulit secara ekonomi lantaran ia hanya mengandalkan menulis untuk mencari nafkah, dan latar belakang suasana perbudakan menjelang pecahnya Perang Saudara Amerika.

***

Mimpi sendiri, meminjam definisi dari Wikipedia, adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat. Sementara, konteks puisi-puisi bertema ‘mimpi’ dari Edgar Allan Poe bukan dalam pengertian leterlek di atas, namun dalam pengertian luas.

Pada larik puisi-puisi ‘mimpi’-nya, Poe bersaksi bukan saja kemuraman dan kepedihan hidup yang dialaminya. Namun juga tentang harapan-harapan, cita-cita, cinta, alam sekitar, tanah impian, Sang Maha Pencipta dan sebagainya. Dalam puisinya bertajuk ‘Dreams’, Poe menyatakan bahwa kehidupan masa mudanya adalah mimpi abadi.

Walaupun ia sudah tiada, puisi-puisi yang diciptakannya masih menyinari kita. Kahlil Gibran, penyair kenamaan Lebanon pun pernah berujar, “Banyak bintang telah menghilang beberapa masa lampau, akan tetapi cahayanya masih menyinari kita.” Di jagat sastra, Poe adalah salah satu bintang bersinar tersebut….

Baiklah, saatnya kita meresapi dua buah puisi tentang ‘mimpi’ dari Edgar Allan Poe berikut:

A Dream Within a Dream

Take this kiss upon the brow!
And, in parting from you now,
Thus much let me avow-
You are not wrong, who deem
That my days have been a dream;
Yet if hope has flown away
In a night, or in a day,
In a vision, or in none,
Is it therefore the less gone?
All that we see or seem
Is but a dream within a dream.

I stand amid the roar
Of a surf-tormented shore,
And I hold within my hand
Grains of the golden sand-
How few! yet how they creep
Through my fingers to the deep,
While I weep- while I weep!
O God! can I not grasp
Them with a tighter clasp?
O God! can I not save
One from the pitiless wave?
Is all that we see or seem
But a dream within a dream?

|+++|

A Dream

In visions of the dark night
I have dreamed of joy departed-
But a waking dream of life and light
Hath left me broken-hearted.

Ah! what is not a dream by day
To him whose eyes are cast
On things around him with a ray
Turned back upon the past?

That holy dream- that holy dream,
While all the world were chiding,
Hath cheered me as a lovely beam
A lonely spirit guiding.

What though that light, thro’ storm and night,
So trembled from afar-
What could there be more purely bright
In Truth’s day-star?

*****

sumber: http://www.poetryloverspage.com

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Bilik Sastra, Budaya dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Puisi-Puisi Romantik Mimpi Penyair Edgar Allan Poe

  1. eka kasih berkata:

    apa pesanmoral dari puisi edgar yg berjudul a dream dan a dream within a dream?tlg di balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s