Diputus Cinta Akibat Lupa Ulang Tahun Kekasih


Ini kisah nyata. Akibat lupa hari ulang tahun kekasihnya, dan tidak mengucapkan selamat, seorang teman diputus cintanya. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, walaupun sudah dirayu dengan 1001 jurus maut meluluhkan hati, jalinan cinta yang sudah dirajut bertahun-tahun akhirnya berantakan di tengah jalan.

Begitulah kaum lelaki. Untuk urusan asmara acapkali dicap egois. Mau menangnya sendiri. Berpikir dan bermimpi hal-hal besar, namun mengesampingkan hal-hal kecil! Sesuatu yang dianggap kurang penting dan ‘remeh temeh’ baginya seperti soal ulang tahun di atas, namun sesungguhnya sesuatu yang prinsip di mata perempuan.

Saya sendiri berpandangan bahwa dalam diri seorang perempuan itu, terkandung sebuah misteri  yang gampang-gampang susah dan susah-susah gampang menguaknya. Seorang perempuan mirip-mirip adagium dalam politik bahwa 1 + 1 hasilnya bukan 2, namun bisa 3 atau bahkan lebih. Dengan demikian, tatkala seorang laki-laki tengah jatuh cinta dan menaksir seorang perempuan, naluri saja tidak cukup, dia membutuhkan seni mencintai (the art of loving).

Alih-alih dalam urusan asmara, posisi dan kedudukan antara dua insan berlainan jenis itu setara. Sederajat. Tidak ada yang satu sebagai subyek sementara lainnya obyek. Penguasaan akan sebuah pribadi tidak berlaku. Kadangkala, bila kita sudah larut dan mabuk kepayang dibuai oleh cinta, rasio berkurang drastis. Yang ada adalah hasrat memiliki seutuhnya. Itulah mengapa muncul pemeo, “cinta adalah buta” dan “dunia ini milik berdua” –yang lain hanya menumpang.🙂

Erich Fromm, seorang ahli pikir kenamaan Mahzab Franfurt mengatakan bahwa dalam cinta tergantung unsur-unsur: pengertian, tanggung jawab, perhatian, dan pemahaman. Salah satu dari unsur itu terlepas, maka cinta yang tersulam dengan indah pun akan terkelupas. Lupa akan hari ulang tahun kekasihnya sendiri adalah bentuk nyata kurangnya perhatian.

Lebih lanjut Fromm menegaskan bahwa dalam seni mencintai itu, muaranya bukanlah ‘memiliki’ (to have) namun untuk ‘menjadi’ (to be). Dalam level ‘menjadi’ (to be) maka cinta adalah dua di dalam satu, artinya antara kita satu sama lain dituntut untuk saling mengembangkan dan menghargai keunikan antara kita dan dengan hal itulah kita menjadi satu dan merontokan dinding pembatas yang ada. Akan tetapi, dalam praktek terkadang masih jauh panggang dari api.🙂

Lantaran cinta laksana seni, maka ia musti dirawat dan diperjuangkan sepenuh hati. Salah satu jalan untuk merawat cinta itu adalah bentuk perhatian terhadap orang yang dicintai. Bukan hal-hal besar yang dibutuhkan, namun perhatian pada hal-hal kecil merupakan kebahagiaan tak terperi bagi kekasih hati.

Jangan sampai terjadi, lantaran menafikan hal-hal kecil, cinta yang telah terbina sekian lamanya hilang tersapu angin waktu.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Budaya dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s