Tak Ingin Postingan Jadi Kuburan Massal Dunia Maya


Statistik Pengunjung Unik Blog Bulan Februari 2012

Statistik Pengunjung Unik Blog Bulan Februari 2012

Selama bulan Februari 2012, saya telah menulis di blog ini hanya sebanyak delapan kali. Salah satu motifnya, saya tak ingin postingan yang ada hanya jadi kuburan massal dunia maya. Alih-alih, dampaknya cukup terasa, setiap harinya tidak kurang seribu pengunjung unik (unique visitor) terdampar dihempas gelombang pasang mesin pencari, situs bookmark dan situs media sosial di sini.

Tercatat paling sedikit pada 25 Februari 2012 dengan kunjungan 998, dan 1.300 unique visitor pada 22 Februari 2012. Menurut Google, pengunjung unik menunjukkan jumlah pengunjung yang tidak digandakan (hanya dihitung sekali) ke situs Web Anda selama jangka waktu tertentu. Pengunjung unik ditentukan menggunakan cookie.

Bulan-bulan sebelumnya, blog ini hanya menuai 600 hingga 900 pengunjung unik setiap harinya. Dengan demikian jelas di pelupuk mata, bahwa update postingan berkorelasi dengan ramainya lalu lintas pengunjung. Semakin kita jarang update, maka jika bukan stagnan pengunjungnya, mimpi buruk yang menjelang adalah berkurang dan malahan ditinggalkan pengunjung setia.

Apa arti dari statistik pengunjung unik yang saya kemukakan ini? Tiada lain, di lubuk hati terdalam ada semacam sensasi. Yakni suatu perasaan bahagia membuncah, bahwa sekecil apapun yang diberikan bagi orang lain (dalam arti tulisan dinilai berfaedah), kita sebagai manusia pada dasarnya telah berpartisipasi membangun dan mengembangkan peradaban. Perasaan bahagia tersebut tidak bisa diukur dengan timbangan materi. Ia sifatnya non materi. Hanya yang bersangkutan saja yang dapat merasakan kenikmatannya.

Jumlah posting yang telah saya hasilkan hanya 434 tulisan. Rekor komentar terbanyak dari pengunjung, ialah posting bertajuk “15 Daftar Social Bookmark Indonesia Pilihan“, menuai 191 komentar.

Berikutnya membuntuti posting bertitel “Menyingkap Rahasia Cara Menaikkan Page Rank“, dengan memetik 155 komentar, dan ketiga “Rahasia di Balik Polling SMS TV One dan Metro TV” memanen 148 komentar.

Tidak sedikit posting yang ada di blog ini telah di salin tempel (copy paste) di blog lain tanpa mencantumkan sumber tulisan aslinya. Kadangkala tulisan dan atau gambar hasil jepretan sendiri dari hasil salin tempel tersebut malah mengalahkan tulisan dan atau gambar asli di hasil pencarian kata kunci tertentu mesin pencari. Hal mana saya tidak habis pikir dengan tingkat kepedulian kita terhadap “hak cipta” orang lain itu (untunglah kala muda dulu saya pernah mendapat mata kuliah “hak cipta” di bangku kuliah).

Bagi saya bukan sesuatu yang membikin galau pikiran, tatkala karya tulis kita diakui sepihak sebagai karya mereka sendiri. Tidak masalah. Walau tebersit jengkel di hati. Saya meyakini bahwa setiap penulis yang mau karyanya kian hari kian bermutu memiliki keunikan masing-masing.

***

Yang saya maksud dengan Postingan Jadi Kuburan Massal Dunia Maya, adalah tulisan atau artikel kita di blog –baik lama maupun baru– yang nyaris tidak pernah diziarahi penguna internet. Sejujurnya, di ranah internet saat ini mungkin ada ratusan juta artikel yang sama sekali tidak terjamah. Banyak tulisan tidak tersentuh itu berkualitas isinya, pula tidak kurang yang dibuat asal-asalan.

Biasanya postingan yang jadi kuburan massal tersebut lantaran kalah bersaing memperebutkan kata-kunci tertentu di mesin pencari. Ia mungkin terindeks, namun di hasil pencarian kata kunci tertentu berada di halaman kesekian. Pengguna internet niscaya mencari cara mudah tatkala berselancar mencari artikel tertentu. Jika di halaman utama hasil pencarian mesin pencari sudah mendapatkan apa yang dibutuhkan, hanya mereka yang kurang kerjaan saja mengklik hingga halaman-halaman berikutnya.

Postingan yang berpotensi menjadi kuburan massal di jagat maya berikutnya adalah suatu tulisan yang hanya berisi teks belaka. Oleh karena itu, salah satu cara agar postingan kita tidak menjadi kuburan massal di dunia maya, yaitu dengan menyisipkan ornamen berupa gambar/grafik/video dan lain-lain. Kekhawatiran soal loading yang lambat lantaran penggunaan ornamen ini saya rasa sudah kurang relevan. Di masa-masa mendatang ini, penyedia jasa internet akan berlomba meningkatkan kecepatan berselancar dan tarif terjangkau, jika mereka tidak ingin ditinggalkan pelanggannya.

Segi lain agar postingan tak ingin jadi kuburan massal di dunia maya, yaitu dengan menyunting kembali konten yang ada. Di samping memperbarui dengan konteks perkembangan mutakhir, juga melakukan cek dan ricek tautan-tautan yang ada di dalamnya. Jika mengalami broken link ya musti dibetulkan atau dihapus saja.

Tidak kalah pula dengan aktivitas menyunting kembali di atas, ialah melakukan promosi ulang melalui jalur-jalur yang sudah ada (bookmark, via media sosial dsb).

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Tak Ingin Postingan Jadi Kuburan Massal Dunia Maya

  1. nas_phie berkata:

    hemmh,,iya yang copas itu gak pake etika copas ya,,seenaknya tanpa cantumkan sumber nya,,,thanks gan

  2. boyin berkata:

    makanya karena suka copas, saya rada males mbahas yang berat dan postingan tidak lebih dari 300 kata.

  3. mantap sekali mas infonya. . .
    yang sabar aja kalo artikelnya diakui orang lain, toh yg mahakuasa tau hehehe. . .
    oiya, terima kasih banyak atas tips agar postingan tidak jadi kuburannya. . .

  4. Terasa benar singgungannya gan..haha.blog ane banyak yang postingannya jadi kuburan massal.Ada niat mau ditinggalkan aja sekalian.tapi kalo ingat susahnya waktu buat, jadi sayang lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s