Tips Menulis Konten yang Baik, Benar dan Bermutu


Tips Menulis Konten yang Baik, Benar, dan Bermutu. Seorang pengunjung membubuhkan komentar pada tulisan saya bertajuk “Menyingkap Rahasia Cara Menaikkan Page Rank“. Sang pengunjung dimaksud, Blognya Venny, bertanya, “Ketentuan konten yang baik itu seperti apa?”

Posting “Tips Menulis Konten yang Baik, Benar dan Bermutu” ini, mudah-mudahan dapat menjawab pertanyaan Blognya Venny dan pembaca lainnya yang penasaran dengan topik ini.

Tiga tahun silam, di blog ini saya pernah menulis dan mengibaratkan bahwa aktivitas menulis itu ibaratnya koki yang sedang memasak. Sebagai penulis kita adalah koki, sementara masakan yang disajikan tiada lain kontennya. Blog atau website yang kita kelola merupakan nama restoran tersebut.

Sebagaimana restoran,  pengguna internet tidak akan pernah mengeluh soal harga, tempat (misalnya ber-AC atau tidak) dan akan menjadi pengunjung tetap asalkan masakan atau konten yang kita buat lezat dan bercita rasa tinggi, serta membawa berkah. Jika sudah begitu, tidak jarang seseorang akan menjadi pengunjung setia. Dalam bahasa agama yang saya yakini, masakan atau tulisan yang kita tayangkan seperti itu “Halalan Toyyiban“.

Halalan dalam suatu konten mengandung arti dibuat berdasarkan olah cipta, olah rasa dan olah karsa sang penulisnya.  Ia bebas dari ketentuan-ketentuan yang melarangnya. Jadi, bukan konten dari hasil salin tempel (copy paste) orang lain yang diakui sebagai karya sendiri.

Bergandengan dengan itu, apabila kita melakukan copy paste, dalam kacamata ajaran agama, bermakna tidak halal alias haram. Sementara dalam konteks akademis, copy paste merupakan pelanggaran etika terberat dan tidak termaafkan.

Oleh karena itu, kita tidak usah malu-malu mencantumkan sumber tulisan atau link manakala mengutip sebagian (atau keseluruhan) suatu konten yang dibuat orang lain. Termasuk di sini konten berupa foto, harus jelas dari mana sumbernya. Link atau tautan tersebut musti bisa diklik oleh pembaca bersangkutan. Di samping sebagai verifikasi, juga sebagai penghargaan atas jerih payah produsen konten aslinya.

Toyyiban dapat diartikan konten yang kita buat mencerahkan cakrawala pengetahuan, mengandung segi-segi manfaat jiwa raga, dan mengundang selera bagi pembaca, serta membawa berkah bahkan bagi orang lain yang mungkin tidak membaca konten yang kita buat (orang lain itu mendapat pengetahuan dari orang yang membaca tulisan kita).

Untuk lebih jelasnya, pelajari dan resapi tulisan unik dimaksud, sila klik “Menulis itu Ibarat Koki Memasak“. Tips yang tersaji dalam artikel ini, hakikatnya pengembangan lebih lanjut dari tulisan tersebut.

Masakan yang koki buat, dan disajikan di suatu restoran atau warung makan, niscaya dijajakan buat manusia. Demikian pula konten di suatu blog atau website, kita produksi dari, oleh dan untuk manusia. Dan bukan ditujukan untuk konsumsi mesin pencari (search engine). Lebih tepatnya mengelabui mesin pencari agar kontennya nangkring di halaman utama berdasarkan kata kunci tertentu.

Ciri-ciri konten yang dibuat untuk mesin pencari itu, diantaranya kebanyakan kata kunci tertentu. Yang sesungguhnya tidak relevan dengan konteks konten. Sekali lagi, mengibaratkan seperti masakan, konten eh masakan tersebut kebanyakan bumbu-bumbu penyedap.  Pada gilirannya mengakibatkan perut mual dan mulas hingga muntah pembacanya, bukan? Mesin pencari pun, kadangkala jengkel dan memenjarakan konten semacam itu. Di Google, istilahnya masuk perangkap “Goggle Sandbox“.

Bergandengan tangan dengan hal yang telah saya kemukakan di atas, ada baiknya pula saya rekomendasikan tulisan lama di blog ini tentang “Teknik Mengoptimalkan Situs untuk Menggaet Pembaca“. Pada tulisan tersebut, pembaca dapat menyimak 7 (tujuh) resep praktis agar lalu-lintas pengunjung website ramai setiap harinya.

Adapun Tips Menulis Konten yang Baik, Benar dan Bermutu, antara lain:

  1. Relevansi judul dan isi. Judul yang menarik dan memikat penting. Namun jauh lebih penting tingkat relevansi antara judul yang dibuat dengan isi atau konten. Anda barangkali satu dari sekian banyak orang yang mendongkol dengan suatu judul di suatu blog atau website, namun tidak ada isinya apa-apa. Laksana tong kosong nyaring bunyinya.
  2. Jalin-menjalin atau saling bertautan. Cobalah perhatikan artikel-artikel yang ada di situs Wikipedia. Posting yang ada seperti jaring laba-laba. Berhubungan antara satu dengan lainnya, lewat link-link yang tersemat, dan merupakan satu kesatuan utuh. Saling melengkapi, dan membentuk suatu wawasan terpadu bagi pembacanya. Di blog atau website, salah satunya yang sudah jamak, yaitu penggunaan tulisan terkait atau related post.
  3. Ditujukan bagi manusia, bukan untuk mesin pencari. Soal poin ini sudah saya goreskan di atas. Pada prinsipnya, lantaran dibuat untuk manusia, maka buatlah tulisan yang dapat mengangkat harkat martabat seseorang sebagai manusia. Suatu konten yang mencerahkan langit pengetahuannya, menenteramkan dataran hatinya, dan memperindah ruang budi pekertinya.
  4. Konten asli dan unik . Sebagaimana telah saya ungkap, buatlah konten yang “Halalan Toyyiban“. Jika sudah demikian, niscaya konten tersebut asli dan unik.  Sedangkan untuk menciptakan konten asli dan unik maka syarat utamanya adalah banyak membaca. Tentang soal membaca sila, baca tulisan saya “Tanpa Banyak Membaca, Berhentilah Anda Jadi Blogger!
  5. Penyajian menarik. Ini meliputi: a). Penggunaan tata bahasa yang mudah dipahami bagi siapapun. Termasuk tatkala diterjemahkan ke dalam bahasa lain melalui, misalnya, Google Translate; b). Pemilihan diksi yang tepat sehingga menimbulkan efek tertentu yang diharapkan; c). Penyematan ilustrasi berupa gambar, grafik, soundtrack, video dsb; dan d). Tidak memaksakan iklan, baik yang berupa teks maupun animasi flash.

Hal lain yang belum tercantum dari 5 Tips Menulis Konten yang Baik, Benar dan Bermutu dimaksud, mari kita diskusikan bersama….

Sumber Gambar: http://www.getacoder.com

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Panduan Menulis dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

19 Balasan ke Tips Menulis Konten yang Baik, Benar dan Bermutu

  1. Arickszone berkata:

    setuju bgt tuh…:) sy lbh berusaha utk menonjolkan poin pertama yaitu Relevansi judul dan isi…
    thanks ya..

  2. muhammad berkata:

    sip gan saya jadi tambah semangat untuk menulis konten yang orgi dan yunik.

  3. Blognya Venny berkata:

    thanks gan dah dijawab 😀

  4. waw,,, mantabs pak tipsnya, terima kasih,,

  5. Sangat menarik Bro, jadi dapet ilmu lagi nih buat tulis2 sesuatu yang baru…thanks bro Piss

  6. Ping balik: Menembus 1 Juta Pengunjung Unik Blog | Dwiki Setiyawan's Blog

  7. mylmj808 berkata:

    trims bos wawasanya,

  8. Rina berkata:

    terima kasih mas atas tips2nya, semoga saya bisa menerapkan tips2 diatas supaya bisa membbuat konten yang benar2 baik dn disuka oleh pengunjung blog saya
    sukses selalu ya..

  9. Ping balik: Tips Memecahkan Rekor Kunjungan Hari Tersibuk Blog | Dwiki Setiyawan's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s