Oleh-oleh Nonton Bareng Film Negeri 5 Menara (N5M)


Di antara sekitar 20 orang Kompasianer (Blogger Kompasiana) undangan nonton bareng film Negeri 5 Menara (N5M) di Blitz Megaplex, Pacific Place Lt 6. Jl. Jend Sudirman kav 52-53 Jakarta, Kamis (17/2) malam, barangkali sayalah yang paling beruntung.

Betapa tidak? Yang lain pulang ke rumah masing-masing dengan tangan hampa, saya girang alang-kepalang lantaran membawa pulang Oleh-oleh Nonton Bareng Film Negeri 5 Menara. Yakni sebuah DVD berisi data berupa foto, poster, cuplikan video dan dokumen tertulis terkait film dimaksud.

Persoalan dapat maupun tidak dapat oleh-oleh di atas, saya rasa dikarenakan para penerima tamu dari PH Million Pictures di meja registrasi kurang mengetahui bahwa undangan dari Kompasiana adalah para blogger. Yakni penulis atau citizen journalism di jagat maya yang tidak jauh berbeda dengan wartawan media arus utama dalam hal menyajikan reportase. Mereka hanya fokus, atau sudah mendapat instruksi atasan hanya mau memberi press kit berupa DVD data kepada wartawan media arus utama.

Untunglah, saya mampu sedikit berdiplomasi. Setelah tayangan film berakhir, saya kembali ke meja penerima tamu, dan meyakinkan salah seorang di antaranya bahwa seorang Kompasianer mempunyai fans tersendiri dan memiliki kecakapan untuk meresensi sebuah film yang ditontonnya dengan gaya penulisan tertentu. Dan sangat disayangkan apabila data-data terkait film Negeri 5 Menara tidak pelit diberikan.

Bergandengan dengan soal press kit tersebut, saya berani bertaruh, pada akhirnya ketika pengguna internet di manapun kini berada mencari kata kunci tertentu terkait film Negeri 5 Menara, maka mesin pencari (Google, Yahoo, Bing atau lainnya) akan menampilkan di halaman utama (1 atau 2) hasil pencarian, gambar atau tulisan-tulisan para blogger. Salah satunya barangkali tulisan bertajuk “Oleh-oleh Nonton Bareng Negeri 5 Menara” ini.🙂

Dengan setumpuk bahan tersebut, niscaya saya dapat menimbang film Negeri 5 Menara dengan tidak berat sebelah. Dalam arti memuji setinggi langit film itu, namun tetap melancarkan kritik. Atau sebaliknya, menelanjangi kekurangan yang ada dalam berbagai aspek, tetapi juga melontarkan pujian. Pemirsa tanah air baru bisa menyaksikan tayangannya secara resmi dan serentak di gedung bioskop tanah air pada 1 Maret 2012 nanti.

***

Film Negeri 5 Menara merupakan persembahan KG Production bersama (iB) Perbankan Syariah –yang didukung oleh Bank Indonesia–  besutan rumah produksi Million Pictures. Film ini menyampaikan pesan penting kepada para pemirsanya bahwa jika seseorang atau kelompok memiliki suatu tekad, kerja keras dan ketulusan dalam menjalin persahabatan yang lantas menjelma jejaring (network) serta bekerjasama, maka tidak ada kata mustahil untuk mengejawantahkan cita-cita.

Etos berupa tekad, keja keras, persahabatan dan kerjasama di atas terangkum dalam semboyan dalam bahasa Arab yang popoler di pesantren-pesantren tanah air: “Man Jadda Wajada“. Kurang lebih artinya barangsiapa bersungguh-sungguh niscaya menuai hasil.

Film Negeri 5 Menara merupakan adaptasi novel bertitel sama karya Ahmad Fuadi. Kabar yang beredar, novel tersebut telah terjual sebanyak 200.000 eksemplar, sekaligus pemegang rekor buku lokal terlaris sepanjang Gramedia Pustaka Utama berdiri sejak 38 tahun silam.

Disutradarai oleh Affandi Abdul Rahman, dan skenario Negeri 5 Menara digarap oleh Salman Aristo dan Rino Sarjono. Musisi Yovie Widianto bertindak selaku penata lagu soundtrack, salah satunya menampilkan lagu andalan berjudul “Man Jadda Wajada” yang dibawakan oleh Yovie & Nuno.

Pemeran utamanya Gazza Zubizareta sebagai Alif Fikri. Pemain lainnya antara lain: Ayah Alif diperankan oleh David Chalik, Amak (Lulu Tobing), Kyai Rais (Ikang Fawzi), Istri Kyai Rais (Inez Tagor), dan Ustad Salman dibawakan memikat oleh Donny Alamsyah, serta penampilan pemeran Kyai oleh Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, pimpinan Pondok Pesantren Modern Darusallam Gontor Ponorogo Jawa Timur.

Kisah tentang lika-liku kehidupan di Pondok Pesantren Modern Gontor inilah yang menjadi latar utama film Negeri 5 Menara hasil adaptasi novel karya Ahmad Fuadi. Tidak heran, tiga perempat durasi film, pengambilan gambarnya langsung di pondok pesantren tersebut.

Adapun mengenai timbangan atau penilaian atas berbagai aspek dari film Negeri 5 Menara, Insya Allah akan saya goreskan dalam tulisan tersendiri.

***

Berikut beberapa gambar cuplikan film Negeri 5 Menara:

Man Jadda Wajada Ustadz Negeri 5 Menara

Man Jadda Wajada Ustadz Negeri 5 Menara

Alif Belajar Man Jadda Wajada Negeri 5 Menara

Alif Belajar Man Jadda Wajada Negeri 5 Menara

Kyai Rais Ikang Fawzi Negeri 5 Menara

Pondok Pesantren Madani Malam Negeri 5 Menara

Pondok Pesantren Madani Malam Negeri 5 Menara

Pondok Pesantren Madani Siang Negeri 5 Menara

Pondok Pesantren Madani Siang Negeri 5 Menara

Beberapa gambar behind the scene film Negeri 5 Menara:

Negeri 5 Menara Behind the Scene1

Negeri 5 Menara Behind the Scene1

Negeri 5 Menara Behind the Scene2

Negeri 5 Menara Behind the Scene2

Negeri 5 Menara Behind the Scene3

Negeri 5 Menara Behind the Scene3

Negeri 5 Menara Behind the Scene4

Negeri 5 Menara Behind the Scene4

Negeri 5 Menara Lulu Tobing & David Chalik Behind the Scene

Negeri 5 Menara Lulu Tobing & David Chalik Behind the Scene

Sumber Gambar: DVD Press Kit dari rumah produksi Million Pictures.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Budaya dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Oleh-oleh Nonton Bareng Film Negeri 5 Menara (N5M)

  1. Wijaya Kusumah berkata:

    wow keren! Semoga direspon antusias olh masyarakat film Indonesia

    salam
    Omjay

  2. Mudiono berkata:

    Mantaf Mas Dwiki. Tolong kritiknya yang lebih setajam belati….

  3. Agus berkata:

    jadi pengin buru2 nonton nih…penasaran, pengin bandingin isi novel yg kubaca ama filmnya…thanks ya pict2-nya…..salam…

  4. Nur Safitri Aini berkata:

    Alhamdulillah…….banyak pelajaran yang dapat kita peroleh……

  5. Eka diansyah berkata:

    Film nya sangaat bguss dan mendidik sekali … hanya saja ending nya sedikit mengecewakan.. karena tiba tiba sdh di landon aja tanpa ada cerita bagaimana kisah ny bisa sampai ke sana? tapi Over All ini film baguss dan wajib bnget di tonton …. sukses untk film Indonesia… yg semakin berbobot..

  6. johan berkata:

    Subhanallah,… ruar biasa… merinding sepanjang film diputar…….. good. suksessss terusssssss

  7. meubel berkata:

    post yang mantap gan,,,,,sukses

  8. rainbowstars berkata:

    bagus banget..

  9. Galih Arum berkata:

    Bagus film ini bikin kangen pondok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s