Membiasakan Memberi Rating Tulisan


Membiasakan Memberi Rating Tulisan. Ciri utama seorang plagiator di blog apapun dan manapun adalah berusaha agar jejaknya tidak terlacak pemilik blog bersangkutan.

Tatkala melakukan kejahatan salin tempel (saltem) atau copy paste (copas) tulisan orang lain itu, ia memang laksana pencuri ulung: datang sekonyong-konyong tanpa menampakkan muka, dan pergi terbirit-birit tanpa menampakkan punggung. Karenanya, jangan harap sang plagiator itu membubuhkan komentar. Hanya sekedar memberi rating saja ia tak sudi.

Alih-alih, sepandai-pandai tupai plagiator melompat, niscaya sekali akan jatuh pula. Berkali-kali melakukan plagiasi tak terlihat, pada akhirnya ketahuan jua. Era media sosial saat ini, dunia hakikatnya selebar daun kelor, walau si plagiator masih menganggap dunianya tak sekecil butir pelor. Cepat atau lambat, oleh penulis aslinya atau pembaca lainnya,  tindakan plagiasi akan terdeteksi.

Masih merajalelanya tindakan plagiasi di panggung teater blogger tanah air ini, sesungguhnya  tidak lepas dari kealfaan kita, para blogger itu sendiri. Cobalah kita susun daftar panjang tentang panduan menulis, tips menulis, tips blog dan kata kunci semacamnya di rimba internet. Hampir nihil yang memberi edukasi mengenai apa dan mengapa ada dan vital kolom komentar, dan apa pentingnya rating (memberi nilai berupa pilihan atas kualitas tulisan atau memberi tanda bintang). Di samping hal-hal lain, seperti: kemalasan, popularitas semu, blog traffic dan sebagainya.

Hemat saya mengedukasi kebiasaan seorang blogger agar memberi komentar umumnya pada dan rating pada khususnya, perlu menjadi penekanan dalam blogshop, penulisan blog dan kegiatan segendang-sepenarian lainnya. Bukan hanya melulu pada praksis tulisan atau posting. Penekanan agar  dibiasakan memberi komentar dan rating  juga tidak kalah pentingnya ketimbang tulisan atau posting itu sendiri.

Padahal, kolom komentar dan rating ini awalnya yang menjadi ciri khas blog, yang membedakan lantas kemudian diadopsi oleh website sebelum era blog lahir. Kealfaan kita menekankan soal pentingnya kolom komentar dan rating bagi blogger pemula (atau calon blogger), menyebabkan orang fokus tertuju pada tulisan. Tanpa si pembuat tulisan sadar apakah tulisannya beranjak tambah baik (bermutu).

Hampir semua panduan menulis, tips menulis, tips blog bertujuan agar kualitas tulisan seseorang berkembang dan tambah maju. Saya tak perlu membahas soal kolom komentar untuk posting ini, yang salah satunya juga bertujuan senada. Lantaran membubuhkan komentar memerlukan waktu sekian menit, kini tidak ada salahnya setiap kita membaca tulisan apapun di suatu blog memberi rating. Hanya sekian detik waktunya. Sebagai bentuk penghargaan kita atas tulisan orang lain. Pula agar si penulis bersangkutan terlecut meningkatkan kualitas tulisannya.

Namun, jangan pula berprasangka apabila tidak membubuhkan komentar atau memberi rating pada tulisan orang lain, anda disimpulkan sebagai plagiator. Bukan lingkaran tepat pada tengah pesan tersebut yang hendak saya bidik melalui anak panah tulisan ini. Melainkan agar kita, para blogger melesat kencang melampaui blogger-blogger negara dan kawasan lain dalam hal produktivitas sekaligus kualitas tulisan yang dihasilkan.

Memulai kebiasaan memberi rating itu mudah. Kita bisa mengawali kebiasaan menghargai tulisan itu dari diri sendiri. Caranya? Yakni dengan memberi rating atas tulisan kita sendiri. Kelihatan narcis. Namun sejatinya tidak. Siapa lagi yang kali pertama menghargai tulisan, kalau bukan dari kita sendiri, bukan?

*****

Sumber Ilustrasi Gambar: http://blogtipz.com

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Media Sosial, Panduan Menulis dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Membiasakan Memberi Rating Tulisan

  1. Bisnis ABE berkata:

    Terimakasih banyak Mas Dwiki atas pencerahannya. saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan dalam tulisan ini. Ya..betul memang kebiasaan memberikan rating terhadap tulisan seseorang sangatlah jarang jadi kebiasaan blogger kita, terlepas dari penempatan tombol rating itu sendiri. Tapi itu dia..Edukasi tentang itu memang sangat kurang..
    Mudah2an kebiasaan menghargai tulisan orang bisa menjadi motivasi buat semua orang termasuk saya sendiri. terimakasih (risnandar)

  2. Lissa berkata:

    Okelah Mas Dwiki. Makasih infonya, aku juga masih belajar memahami rating blog nih.

  3. Rumah berkata:

    Hatur Nuhun Mas Dwiki untuk Informasinya ..
    Saya juga masih belajar dalam BlogWalking …
    Semoga Artikelnya bermanfaat terkhusus untuk saya dan umumnya untuk pembaca yang lainnya ^_^

  4. dya21 berkata:

    Kunjungan perdana Mas,
    Makasih artikelnya,
    Salam kenal dari Tutorial Blog.

  5. Firdauus berkata:

    Terima kasih sekali atas tulisan ini. Sangat menyentuh dan mengharukan. Sebuah tulisan/esai ternyata bia juga memanggil empati paling dalam pada diri seorang manusia. Sebuah tulisan dapat menguak sebuah sisi positif yang hampir dilupakan… Salam.

  6. zholieh berkata:

    Iya bener pak, emank kesal rasanya ketika hasila karya kita dicopas seenaknya tanpa ijin. Lebih kesal lagi apabila kita sudah susah payah posting, terus dicopas orang dan ternyata blog orang yang copas tersebut lebih rame hiks hiks…..
    Walopun demikian, yang penting kita tetep posting aja, gunakan gaya bahasa dan penulisan yang unik sesuai ma diri kita🙂

  7. Rika Willy berkata:

    terimakasih tipsnya mas Dwiki,

    memang betul, yg pertama menghargai tulisan kita adalah diri kita sendiri.

    saya akan beri rating untuk tulisan saya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s