Kisah HMI: Menipu Jamaah Pengajian Kampung


Namanya Seno Hadi Sumitro. Lelaki asal Kediri Jatim ini adalah alumnus Fakultas Pertanian UNS Solo. Ia pernah memegang pucuk pimpinan di HMI Cabang Solo Periode 1990-1991. Keahlian teknis yang dimilikinya adalah mendalang. Sebagai dalang, ia acapkali pentas pertunjukan wayang kulit di berbagai daerah. Setelah reformasi, ia sempat menjabat Ketua Umum DPC Partai Bulan Bintang (PBB) kota Solo. Saat ini ia berprofesi sebagai pengusaha lokal.

Perawakannya sedang. Dari segi fisik, yang menarik darinya adalah sorot matanya yang tajam saat berbincang dengan lawan bicara. Di kalangan kader HMI Cabang Solo era 1990-an, ia dikenal sebagai orator ulung. Di atas panggung, berbekal vokal suara bariton, mimik muka ekspresif, dan satu-dua tangannya mengayun-ayun pas mengiringi nada bicara yang terlontar, serta memiliki selera humor tinggi dalam setiap apa yang diucapkan, ia tidak ada duanya di antara kader HMI lainnya. Kelihaiannya meramu kata di atas panggung inilah yang menyebabkan ia terpilih sebagai formatur/ketua umum HMI Cabang Solo.

Selama menjabat Ketua Umum HMI Cabang Solo, saudara Seno Hadi Sumitro acapkali mendapat undangan sebagai mubaligh acara-acara hari besar Islam dari ekstern HMI. Suatu malam ia mengisi ceramah pengajian dalam rangka Maulid Nabi SAW di sebuah desa terpencil di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Ia datang bersama beberapa kader HMI dengan mengendarai sebuah mobil.

Jamaah yang menghadiri perayaan Maulid Nabi SAW di sebuah lapangan kampung itu ratusan orang. Anak-anak kecil bahkan bayi pun bercampur baur dengan orang tuanya ingin mendengar dengan khidmat ceramah yang disampaikan ustadz Seno yang tampan ini.

Setelah beberapa sambutan, tampillah saudara Seno ke atas mimbar. Selama kurang lebih satu jam, ia mampu menghipnotis jamaah pengajian yang hadir. Ia berbicara dengan bahasa yang sebagian besar mudah dipahami orang awam. Ia juga bisa menyelami adat istiadat setempat. Dalam ceramahnya yang dibumbui humor-humor cerdas merakyat itu, satu-dua dalil Al-Quran dan Hadist ia kutip untuk meyakinkan para pendengarnya. Tak pelak, suasana pengajian Maulid Nabi SAW tersebut menjadi hidup dan tak ada seorang pun yang mengantuk.

Untuk mencitrakan dirinya sebagai seorang muda yang intelek, tidak lupa ia juga “menyebut seorang nama asing yang cukup mentereng dengan karyanya sebuah buku berbahasa Inggris” (saya lupa nama dan judul buku yang disebutkan). Hadirin pun manggut-manggut tatkala ia mensitir buku yang ia kutip kandungan isinya itu. Luar biasa kader HMI satu ini.

Acara pengajian berakhir dengan sukses. Saat dalam perjalanan pulang, di dalam mobil saudara Seno membuka rahasia pada saya yang ikut mendampinginya. “Dwiki, kamu pernah baca buku asing yang saya sebutkan dalam ceramah tadi?” Saya menjawab tidak tahu dan belum pernah baca.  “Untuk diketahui saja, judul buku berbahasa Inggris dan pengarang yang saya sebutkan itu hanyalah fiktif belaka. Itu pengarang dan buku hanyalah karangan saya sendiri untuk menunjukkan bahwa kita seorang intelektual!”  :)  :) 🙂

Saya pikir-pikir hebat juga trik ustadz  Seno Hadi Sumitro yang jeli ini. Kreatif. Menipu jamaah pengajian kampung, namun yang ditipu juga tidak merasa dirugikan. Malahan terhibur.🙂

*****

Sumber Gambar: atas izin saudara Seno Hadi Sumitro di akun Facebook miliknya.

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Kisah HMI: Menipu Jamaah Pengajian Kampung

  1. Lissa berkata:

    Rupanya saya telah tertipu dengan judul artikel ini. Kreatif ya Mas Dwiki, bikin saya mau buka blognya. Slmt menjalani ibadah puasa yo.🙂

  2. Rochem berkata:

    dari beberapa masalah yang muncul akhir-akhir ini banyak temen memburu informasi tentang Kebubrukan HMI, entah tujuannya apa…..?
    dan juga tidak sedikit organisasi lain yang sudah mendengar masalah PB HMI sekarang ini.

    tulisan Kanda DWIKI sangat menipu sekali tp cukup asyik untuk di baca…..

  3. ade nana berkata:

    waah, masa kader HMI harus menipu, demi mendapatkan hati para audiens, but nice writing ^_^

  4. hani prafsanjani berkata:

    dalam dunia tipu-tipu…..ia menjalar laiknya virus . cobalah jujur, apakah diri kt sdh trkontaminasi atau tidak. jk tidak , brsegeralh mendalami wabah ini untuk kmudian dgembala kejalan yg benar.mantap.

  5. malik fajar berkata:

    aku yo kapusan ms,karo tulisan mu.

  6. cimprong66 berkata:

    Aku malah lali opo iyok Wi…hihihi…tp tulisane apiik…mksh mas Dwiki..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s