Muadzin dan Gaji Bulanan


Seorang muadzin melantunkan suaranya melalui pengeras suara masjid dengan nada parau, janggal dan nafas tersengal-sengal. Menjengkelkan. Sehingga membuat sakit telinga orang yang mendengarnya. Agar tidak menyinggung perasaan sang muadzin, maka salah seorang takmir masjid berkata, “Saudara, sudah berlangsung lama di masjid ini bahwa bagi seorang muadzin aku menyediakan gaji bulanan sebesar lima ratus ribu rupiah. Aku menawarkan kepada anda satu juta rupiah untuk pergi ke masjid lain.” Sang muadzin menyetujuinya, kemudian pergi.

Beberapa waktu kemudian ia kembali ke masjid itu dan mengatakan, “Tuan, anda sudah berlaku tidak adil membujukku dengan uang satu juta rupiah untuk meninggalkan masjid ini. Takmir masjid di mana aku sekarang menjadi muadzin, menawariku dua juta rupiah agar aku pergi ke masjid lain dan aku menolaknya.”

Sang takmir masjid tidak kehilangan akal, ia menjawab kalem, “Tawarlah lagi, saudaraku. Lantaran dengan kualitas suara yang anda miliki itu, ia tentu akan menawari anda gaji bulanan sebesar lima juta rupiah!”🙂

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Religi dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Muadzin dan Gaji Bulanan

  1. awandragon berkata:

    Pengalaman pribadi ya pak

  2. Tahu Bulat berkata:

    Bagus entrinya pak Dwiki…

  3. negeribocah berkata:

    hehehe … nego gaji bulanan

  4. Ping balik: Asal Usul Adzan « Menata-Hati

  5. jamal berkata:

    ah gila

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s