Engkau Menuai Apa yang Engkau Tanam


Budidaya Kentang

Budidaya Kentang

Engkau Menuai Apa yang Engkau Tanam. Beberapa dekade lalu, para petani Irlandia menerima teori bahwa mereka dapat mengkonsumsi semua kentang besar hasil panenannya. Sedangkan kentang kecil untuk keperluan pembibitan. Para petani itu melakukannya selama beberapa waktu. Mereka makan semua kentang besar dan menyisakan kentang kecil untuk ditanam kembali.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Selang beberapa lama kemudian mereka mulai memahami hukum alam lebih dalam. Tatkala mereka tetap menjalankan teori di atas, alam membuat kentang-kentang mereka makin hari semakin kecil dan akhirnya menjadi sebesar kelereng. Para petani Irlandia belajar melalui pengalaman pahit bahwa mereka tidak dapat menyimpan hal-hal terbaik dari hidup untuk diri sendiri dan menggunakan sisanya untuk pembibitan.

Hukum alam menyatakan bahwa musim panen mencerminkan musim tanam. Menanam kentang-kentang kecil merupakan praktek umum dewasa ini. Kita acapkali mencoba menyimpan sesuatu yang terbaik dari hidup kita untuk diri kita sendiri dan menanam barang yang kurang baik.

Nampaknya kita perlu belajar dari secarik kisah para petani Irlandia di atas, “Kita tidak dapat memakan semua kentang yang besar, namun masih tetap berharap untuk mendapatkannya selama bertahun-tahun.” Camkan pelajaran ini, kita mengharapkan hasil yang terbaik, tetapi dari benih yang jelek. Hal demikian jelas menyalahi hukum alam. Sungguh, musim panen mencerminkan musim tanam.

Lantas, tanyakan sekarang pada diri sendiri. Apa yang sedang anda tanam dalam hidup? Apakah panenan anda mencerminkan apa yang sudah anda tanam atau panenan yang masih akan anda panen?

Hanya ada satu hukum alam yang berlaku: Engkau Menuai Apa yang Engkau Tanam. Tidak yang lainnya. Karenanya, janganlah segan menabur benih kentang besar apabila anda ingin menuai pula kentang-kentang besar.

*****

Gambar Budidaya Kentang di atas, bersumber dari http://tinyfarmblog.com

Sumber: DR Mulyanto, Kisah-kisah Teladan untuk Keluarga, Gema Insani Jakarta, Cetakan Pertama Desember 2004.

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s