A Lover’s Concerto


Mendengarkan lagu A Lover’s Concerto berikut, serasa saya dihempaskan kembali ke terowongan masa remaja dulu. Suatu masa tatkala benih-benih cinta dan ketertarikan akan lawan jenis berkobar di dada. Memang begitulah tafsiran saya sendiri akan musik instrumentalia A Lover’s Concerto: kisah tentang masa-masa indah kala hati seseorang sedang jatuh cinta.

Bagi seseorang yang tengah jatuh cinta, di samping keindahan bersemayam di hati, dunia pun jadi indah pula. Cinta membuat orang jadi penyabar, penyayang, murah hati, riang gembira, rindu menggebu-gebu, dan juga menerbitkan cemburu sayang.

Akan tetapi, banyak orang mengatakan bahwa cinta kadangkala suatu ironi. Sesuatu yang abstrak, namun kita sendiri acapkali tidak bisa menghindari. Di balik banyak keindahan yang dirasakan bagi para pelakunya, ia juga menyimpan kedukaan.  Sebuah bom waktu yang kita tidak sadar kapan akan meledaknya.

Penyair terkemuka Indonesia, W.S. Rendra dalam puisinya bertajuk Kangen mengingatkan soal di atas:

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku menghadapi kemerdekaan tanpa cinta.

Kau tak akan mengerti lukaku karena cinta telah menyimpan pisaunya….

***

A Lover’s Concerto merupakan komposisi musik Minuet in G karya Johan Sebastian Bach yang hidup pada 1685-1750. Pembaca yang awam sekalipun dengan musik klasik ringan (soft classic), niscaya saat mendengarkan lagu A Lover’s Concerto ini akan sependapat bahwa lagu ini cukup dahsyat. Dengan catatan jikalau pembaca saat-saat ini tengah dilanda mabuk asmara….

Untuk mendengarkan dan mendowload lagu A Lover’s Concerto, silakan Klik tautan dari 4Shared berikut ini. Maaf akan saya tampilkan embed-nya di postingan ini, ternyata masih gagal pula.

12 A Lover’s Concerto.mp3

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Musik dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke A Lover’s Concerto

  1. anonim_aja_ya berkata:

    Agan ternyata nyimpen memori serupa dengan saya. Setiap mendengar lagu ini, betapapun cuma instrumen aslinya (Minuet in G,) saya selalu terkenang masa-masa indah dengan ‘mantan’ pacar hampir 30 tahun lalu. Lebih hepi lagi karena sekarang anak bungsu kami (11 tahun) sering berdendang dan mencet-2 keyboard lagu kenangan tsb. Sepertinya lagu ini bakal terus mengalun selamanya di keluarga kami.

    Sayang, saya belum berhasil menemukan penyanyi yang dulu membuat saya begitu terpikat dengan lagu ini. Beberapa kali tidak sengaja mendengar dari radio saya tidak mengenal siapa pelantunnya. Saya sudah mencoba dari aslinya (The Toys), The Supremes, Sarah Vaughan, hingga Kelly Chen. Mungkin Kelly Chen yang agak mirip-2 mellownya. Kalau Sarah Vaughan rasanya terlalu “garang” di telinga saya.

    Begitulah sedikit sharing dari seorang bapak yang lagi terkenang-2…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s