Sambutan Barack Obama Pada Jamuan Makan Malam Kenegaraan di Istana Merdeka


Sambutan Presiden Barack Obama

Jamuan Makan Malam Kenegaraan

Istana Merdeka

Jakarta, Indonesia

9 November 2010

20:01 WIB

PRESIDEN BARACK H. OBAMA: Presiden Yudhoyono, Ibu Yudhoyono, kepada semua tamu-tamu terhormat yang ada di sini hari ini, terima kasih atas kehormatan yang luar biasa ini. Saya bangga dan rendah hati untuk menerima penghargaan ini atas nama ibu saya. Dan meskipun dia tidak bisa berada di sini secara pribadi, saya tahu bahwa adik saya Maya Soetoro akan sama-sama bangga.

Sekarang, saya akan memiliki kesempatan untuk berbicara besok dan oleh karenanya saya akan mencoba agar sambutan ini singkat. Pertama-tama, terima kasih atas bakso tersebut (Tertawa). Nasi goreng (Tepuk tangan)  Emping itu (Tertawa). Kerupuk itu. (Tertawa). Semuanya enak (Tertawa)  Terima kasih banyak (Tepuk tangan).

Namun pada kenyataannya, Bapak Presiden, bahwa anda akan memilih untuk menghormati ibu saya dengan cara ini berbicara dengan ikatan bahwa ia ditempa selama bertahun-tahun dengan orang-orang negeri ini yang luar biasa. Dan dalam menghormati dia, anda menghormati semangat yang membawanya ke perjalanan ke desa-desa di seluruh negeri, sering (ia duduk) pada bagian belakang sepeda motor, karena itu satu-satunya cara untuk masuk ke beberapa desa.

Dia percaya bahwa aspirasi yang sama kita semua — untuk hidup bermartabat dan mendapatkan rasa aman, untuk mendapatkan pendidikan, untuk menyediakan bagi keluarga kami, untuk memberikan anak-anak kita masa depan yang lebih baik, untuk menuju dunia yang lebih baik ketimbang saat kita menemukannya. Dia juga percaya, dengan cara ini, pentingnya mendidik anak perempuan dan memberdayakan perempuan, karena ia mengerti bahwa ketika kita memberikan pendidikan kepada perempuan muda, ketika kita menghormati dan menghargai perempuan,  sebenarnya kita membangun seluruh negeri. Itulah yang terus membawa ibu saya kembali ke negeri ini selama bertahun-tahun. Itulah pelajaran yang ia diwariskan kepada saya dan itu pelajaran bagi Michelle dan saya untuk diwariskan kepada putri kami.

Jadi atas nama seluruh keluarga kami, kami ucapkan terima kasih. Saya sangat terharu. Pada detak jantung yang sama besar,  memaksa kita malam ini untuk merenungkan dalam pikiran kita dan berdoa bagi semua orang yang menderita mulai dari letusan gunung berapi, tsunami dan gempa bumi. Dengan begitu banyak malam yang dibutuhkan, itulah salah satu alasan bagi saya untuk menjaga sambutan saya singkat.

Sebagai seorang anak muda di Menteng Dalam 40 tahun yang lalu, saya tak pernah bisa membayangkan bahwa saya suatu hari  akan berada di sini, di Istana Negara –lantaran tak pernah terlintas dalam pikiran menjadi Presiden Amerika Serikat. Saya tidak pernah berpikir akan melangkah ke gedung ini. (Tertawa dan tepuk tangan.)

Dan saya tahu bahwa banyak yang telah dibuat tentang bagaimana anak muda dapat bergerak di antara negara yang berbeda tersebut dan budaya seperti Indonesia dan Amerika Serikat. Akan tetapi sebenarnya, adalah bahwa dua negara kita memiliki jauh lebih banyak kesamaan daripada  yang disadari kebanyakan orang. Kami adalah dua rakyat yang terbebas  dari  belenggu penjajahan. Kami berdua adalah dua negara yang sangat luas yang membentang ribuan kilometer. Kami berdua dua masyarakat yang menemukan kekuatan dalam keragaman kita. Dan kami adalah dua demokrasi dimana kekuasaan berada di masyarakat. Dan itu wajar bahwa kita harus menjadi mitra di dunia.

Saya beruntung memiliki mitra yang sangat kuat dalam  diri Presiden Yudhoyono –presiden pertama Indonesia yang dipilih secara langsung, dan pemimpin yang telah membimbing bangsa ini melalui perjalanan ke dalam demokrasi. Dan kedua negara kita beruntung bahwa kita menempa kemitraan untuk abad ke-21. Dan kita akan maju, saya teringat sebuah peribahasa: bagai aur dan tebing –seperti bambu dan tepi sungai, kita bergantung pada satu sama lain.

Dia juga percaya, dengan cara ini, pentingnya mendidik anak perempuan dan memberdayakan perempuan, karena ia mengerti bahwa ketika kita memberikan pendidikan kepada perempuan muda, ketika kita menghormati dan menghargai perempuan,  sebenarnya kita membangun seluruh negeri. Itulah yang terus membawa ibu saya kembali ke negeri ini selama bertahun-tahun. Itulah pelajaran yang ia diwariskan kepada saya dan itu pelajaran bagi Michelle dan saya untuk diwariskan kepada putri kami.

Maka saya ingin bersulang. Dalam semangat persahabatan antara kedua negara kita, kita diingatkan tentang kebenaran bahwa tidak ada negara  adalah sebuah pulau, bahkan ketika anda terdiri dari ribuan pulau. Kita semua saling mengandalkan bersama-sama, seperti bambu dan tepi sungai. Dan seperti ibu saya naik sepeda motor ke desa-desa,  kita semua lebih kuat dan lebih aman ketika kita melihat kemanusiaan kita satu sama lain.

Jadi Presiden Yudhoyono, dan untuk semua  hadirin yang ada di sini, terima kasih untuk persahabatan yang luar biasa anda dan kehangatan yang Anda telah berikan pada Michelle dan diriku sendiri. Dan saya berjanji bahwa itu tidak akan membutuhkan waktu begitu lama sebelum saya  kembali (lagi ke Indonesia).

*****

Terjemahan bebas sambutan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di atas saya kutip dari rilis pers Gedung Putih (The White House). Termasuk ilustrasi gambar jepretan Pete Souza di atas juga saya peroleh dari situs http://www.whitehouse.gov

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Politik Internasional dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Sambutan Barack Obama Pada Jamuan Makan Malam Kenegaraan di Istana Merdeka

  1. lintang berkata:

    Thanks for sharing, mas Dwiki🙂

  2. zelvia berkata:

    makasiii bangett,,, buat terjemahan pidato Obamanya,,,,
    abis dah ngobrak abrik google cuma satuu ini yang sudah diterjemahkan…

  3. dino berkata:

    ada udang dibalik batu kita yang miskin ya tetap miskin dijajah oleh amerika laknat yang bericara melalui keroconya yang bernama obama bin laden

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s