Memori Ramadhan PB HMI: Umar Husin vs Zulkenedi Said


Diskusi Kelompok Studi Mangkubumen (KSM) Solo paling kanan Umar Husin (Foto: Dwikis)

Diskusi Kelompok Studi Mangkubumen (KSM) Solo paling kanan Umar Husin (Foto: Dwikis)

Secuil kisah kenangan  Memori Ramadhan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini dimaksudkan sebagai selingan belaka. Ringan dibaca, dan semoga jenaka pula tatkala dicerna. Samar-samar peristiwanya lantaran sudah tercecer lebih dari 15 tahun silam, namun kisah ini bukan fiksi. Sungguh terjadi dan nyata.

Saat peristiwa berlangsung, saya menjabat sebagai fungsionaris Badko HMI Jawa Bagian Tengah. Lokasi peristiwanya di  Paviliun PB HMI Jalan Diponegoro No. 16-A Menteng Jakarta Pusat. Waktu kejadian: pada dinihari bulan Ramadan tahun 1994.

Tokoh utama yang terlibat, yaitu: Zulkenedi Said (Ketua Bidang Pembinaan Aparat Organisasi), Umar Husin (Wakil Sekretaris Jenderal  Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda).
Pembaca budiman. Alkisah, pada dini hari bulan Ramadhan menjelang Kongres HMI Surabaya 1995, seperti biasanya dapur paviliun PB HMI Dipo 16 hiruk pikuk dengan beberapa fungsionaris PB HMI yang tengah santap sahur. Masakan sahur disiapkan bibi. Makan secara prasmanan, dan berlaku prinsip: siapa cepat dan duluan maka porsi makan bisa agak banyak dan sayur beserta lauk pauk lengkap. Boleh percaya atau tidak, bagi fungsionaris yang bangun terlambat, lebih-lebih menjelang imsak, maka harus rela bila  mendapat menu sahur seporsi nasi dengan kuah sayur saja!

Sebagaimana fungsionaris lainnya, Zulkenedi Said juga ikut antri mengambil ransum sahur. Nasi, sayur beserta lauk pauk sudah siap santap di piring. Sekonyong-konyong, nampaknya ia kebelet mau BAB di toilet yang berdampingan dengan dapur. Maka ditaruhlah menu sahur siap santap miliknya di atas meja yang ada di dapur. Wushh… Zul masuk toliet.

Beberapa detik kemudian, dari loteng paviliun, dengan langkah gontai Umar Husin menuruni tangga. Ciri khasnya: berkaos oblong tipis warna putih dengan sarung yang dikenakan asal-asalan. Masih dengan mengucek-ucek mata, tanpa bertanya pada beberapa fungsionaris yang tengah santap sahur di dapur itu, ia langsung saja menyambar sepiring nasi milik Zulkenedi Said. Anehnya, tidak ada seorang pun fungsionaris di dapur itu yang berani menegur kelakuan Umar Husin ini. Selanjutnya, tanpa merasa bersalah Umar langsung menyantapnya dengan lahap sembari salah satu kakinya dinaikkan di atas kursi.

Betapa terkejutnya Zulkenedi Said saat keluar dari toilet, menu santap sahurnya di atas meja telah lenyap. Zul bertanya pada beberapa fungsionaris yang ada di dapur itu, siapa gerangan yang telah mengambil menu santap sahurnya? Tidak ada satu pun fungsionaris yang berani menjawab. Diam seribu bahasa. Sementara, tetap dengan santai makan dan sedikit-sedikit melirik Zulkenedi, nampaknya Umar Husin pasang kuda-kuda. Siap jika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi.

Zulkenedi Said sesungguhnya sudah curiga bahwa menu santap sahurnya diambil Umar Husin. Namun mau menegur, atau bertanya kelihatannya ada keraguan. Selanjutnya… sembari mengumpat-umpat tandanya kesal Zulkenedi mengambil piring baru, dan santap sahur dengan menu seadanya saja….

Untung tidak terjadi pertengkaran hanya gara-gara santap sahur. Bravo buat Zulkenedi Said.

***

Jalan hidup tidak ada seorang pun yang tahu. Demikian pula dengan dua tokoh yang saya ceritakan di atas, setelah Kongres HMI Surabaya pada 1995, beberapa saat Zulkenedi Said menjadi Sekretaris Jenderal PB HMI era Taufiq Hidayat (kini anggota DPR-RI). Sedangkan Umar Husin pada kepengurusan yang sama menjabat sebagai Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda.

Di kemudian hari, siapa nyana kedua orang yang saya kisahkan dalam Memori Ramadhan di atas berhasil pada jalur pengabdian yang ditekuninya. Zulkenedi Said pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, dan Ketua DPD Partai Golkar Pasaman Barat Sumbar.

Sedangkan Umar Husin aktif di DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP).  Alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang itu  seorang pengacara terkenal. Kliennya antara lain Ahmad Dhani beserta grup musik Dewa dan Dewa-Dewi.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Memori Ramadhan PB HMI: Umar Husin vs Zulkenedi Said

  1. females berkata:

    Pretty good article. I just came across your blog and wanted to say that I have really enjoyed reading your opinions. Any way I’ll be coming back and I hope you post again soon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s