In Memoriam Wartawan Kompas Muhammad Syaifullah


Muhammad Syaifullah

Muhammad Syaifullah

Sebuah bahtera yang berlabuh bertahun-tahun lamanya mungkin akan kembali berlayar, akan tetapi cinta dan kematian adalah perjalanan tanpa kembali.. .. (Hikmah Berserakan)

Senin 26 Juli 2010 Pukul 11.15 WIB  handphone saya bergetar, ada panggilan, rupanya dari saudara Khalim. Adik angkatan saya saat di Jurusan Komunikasi Fisip UNS Solo Jawa Tengah. Dia mengabarkan bahwa saudara Muhammad Syaifullah, wartawan sekaligus Kepala Biro harian Kompas Kalimantan meninggal. Hampir tak percaya, badan saya bergetar. Bertambah gemetar tatkala diberitahu bahwa  Muhammad Syaifullah meninggal ditengarai lantaran diracun. Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un. Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali padanya.

Diracun? Begitulah resiko yang musti dihadapi wartawan seidealis Muhammad Syaifullah. Iful (demikian panggilan akrabnya) ditemukan meninggal di depan TV di depan rumah dinasnya di Balikpapan. Tatkala ditemukan jenazahnya dalam keadaan lebam dan mengeluarkan busa. Dugaan almarhum diracun, berhembus santer di kalangan rekan-rekan wartawan sejawatnya. Ia dikenal acap menyuarakan kegelisan dan keprihatinan melalui reportase yang dibuatnya tentang carut marut bisnis pertambangan batu bara di Kalimantan –daerah asalnya.

Tentang sosok idealisnya, Iful yang juga keponakan mantan Mensekneg Djohan Effendy ini, saya kenal sejak sama-sama kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi Fisip UNS Solo Angkatan Tahun 1988. Saat kuliah, ia pegiat Forum Diskusi Mahasiswa (Fodisma) dan Lembaga Kerohanian Islam (LKI) Fisip UNS. Seingat saya pernah pula ia menjabat sebagai anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fisip UNS.

Dalam diskusi-diskusi di Fodisma, LKI atau forum-forum sejenis, kerap mencuat pemikiran-pemikirannya yang jernih tentang hal-hal ideal dalam perikehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga pribadi menyenangkan dan disukai kawan-kawannya. Tempat indekostnya yang agak sempit dekat Taman Budaya Solo (TBS) Kentingan ramai dipenuhi beberapa teman karibnya. Kadang sebagai transit untuk menunggu jam perkuliahan selanjutnya. Kadang  sebagai tempat rapat, namun tak jarang pula untuk diskusi terbatas.

Bergabung di Kompas jelang akhir tahun 1990-an, ia mula-mula bertugas di Jakarta. Saya dengar saat itu, tulisannya acap muncul di halaman muka Kompas. Sosok wartawan pekerja keras, berdedikasi, jujur, amanah dan alim ini selanjutnya dipindahkan ke daerah asalnya Kalimantan. Ia berpindah-pindah penugasan di pelbagai pelosok pulau Borneo itu. Mulai dari Samarinda, lantas ke Pontianak, Banjarmasin, hingga terakhir menjadi Kepala Biro Kompas wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan.

Lama tidak bertemu, namun reportase Iful di Kompas tetap saya cermati. Tahun lalu ia menunaikan ibadah haji sembari membuat laporan-laporan mendalam mengenai pelaksanaan ibadah haji di harian Kompas. Pernah saya komentari reportasenya yang apik itu, ia menjawab dengan merendah. Khas dia yang dulu saya kenal, dan tidak pernah berubah.

Sembari menunggu tentang sebab musabab kematiannya yang cukup misterius itu, saya akhiri in memoriam ini dengan penggalan suatu goresan menawan dari Kahlil Gibran, seorang penyair dan seniman kelahiran Lebanon.  Kata Gibran, “Mengapa engkau sedemikian takut dengan kematian? Bukankah engkau acapkali mendambakan tidur lelap?”

Selamat jalan Ful. Tonggak-tonggak kenangan indah bersamamu saat bergaul di Solo dulu, masih terpatri di kalbu….

Teruntuk istri almarhum Iful, mbak Is (Isnainijah Srirohmani) –sama-sama Angkatan 88 Fisip UNS– semoga tabah menerima cobaan berat ini.

Sumber Gambar: Akun Facebook Muhammad Syaifullah.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke In Memoriam Wartawan Kompas Muhammad Syaifullah

  1. abenk berkata:

    salam kenal……..

  2. Lilliana berkata:

    Have you ever considered publishing an ebook or guest authoring on other websites?

    I have a blog centered on the same topics you discuss and would really like
    to have you share some stories/information.
    I know my readers would enjoy your work. If you’re even remotely interested, feel free to shoot me an email.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s