Serenada Buat Kotaku


Serenada Buat Kotaku merupakan suatu program musik klasik yang dipancarkan dari Radio PTPN Rasitania Solo pada awal 1990-an. Mengudara pada setiap Jum’at malam selepas pukul 22.00 hingga 24.00 WIB. Penyiarnya seorang lelaki paruh baya (dan saya lupa namanya). Menariknya, sang penyiar meramu acara musik klasik sembari mengetuk hati pendengarnya untuk peduli pada lingkungan kota. Dalam hal ini kota Solo yang pada saat itu gencar dengan program kebersihan berslogan “Berseri” (Bersih, Sehat, Rapi dan Indah).

Dalam setiap siaran Serenada Buat Kotaku, sang penyiar senantiasa menekankan kepada pendengarnya bahwa lingkungan bersih, sehat, rapi dan indah berangkat dari individu masing-masing. Apabila seseorang telah memiliki sikap dan perilaku ‘berseri’, dan telah menular kepada individu-individu lainya, sehingga membentuk suatu kebiasaan (pula budaya seseorang) maka dengan sendirinya lingkungan kota akan bersih, sehat, rapi dan indah.

Ajakan dan contoh yang acap didengungkan sang penyiar pada acara Serenada Buat Kotaku itu sesungguhnya hal kecil, namun lantaran hal kecil tersebut diabaikan banyak orang akhirnya menjadi hal besar. Membuang sampah di got atau sungai bila hanya dilakukan satu orang mungkin tidak kentara dampaknya, namun bila sekian puluh atau ratus orang melakukan hal serupa, pastilah gawat akibatnya. Got atau sungai kurang lancar alirannya, dan tumpukan sampah itu menjadi sarang penyakit.

Ia mengajak pendengar agar tidak lupa membuang sampah pada tempatnya selepas melakukan kegiatan tertentu. Pula menjaga kebersihan dan  kerapian yang berpangkal dari rumah tangga masing-masing. Dari menjaga kebersihan dan kerapian, akan terpancar lingkungan sehat dan indah. Sederhana ajakannya, namun tidak sesederhana itu dalam prakteknya.

Di samping ajakan halus kepada pendengar untuk peduli pada lingkungan kota, di sisi lain  program musik Serenada Buat Kotaku tersebut laksana oase penyejuk di tengah keringnya sajian musik klasik buat sebagian kecil penggemarnya di kota Solo. Penanda acara ini, tentu saja  latar alunan  musik ‘Serenade‘ nan indah karya komponis Austria Franz Schubert .

Alunan musik klasik yang berkumandang melalui acara Serenada Buat Kotaku Radio PTPN Rasitania Solo ini, bukanlah musik klasik dengan durasi panjang. Lebih tepatnya yang diputar yakni musik klasik ringan (soft classic). Beberapa diantaranya: Blue Danube (Tchaikovsky), Eine Kleine Nachtmusik (Mozaart), The Four Seasons (Vivaldi), Canon in D Mayor ( Johann Pachelbel) dan sebagainya.

Namun entah mengapa, karena sesuatu dan lain hal beberapa waktu kemudian (masih di tahun 1990-an) program musik Serenada Buat Kotaku di Radio PTPN dihentikan.

Berikut ini saya tampilkan 2 (dua) buah video dari YouTube, alunan ‘Serenade’ karya Schubert yang menjadi latar musik acara Serenada Buat Kotaku. Video pertama alunan ‘Serenade’ dalam gesekan biola, sementara kedua dalam dentingan piano.

Mengulangi pesan dari posting ini: Jangan lupa menjaga kebersihan dan kerapian sekeliling. Lantaran Kebersihan dan Kerapian bukan  hanya  sebagian dari iman, namun hakekatnya manifestasi atas keimanan itu sendiri.   Dan terakhir, selamat mendengarkan!

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Serenada Buat Kotaku

  1. masmpep berkata:

    Mengingatkan lagi pada solo mas, posting satu ini. Radio PTPN adalah garansi kemudaan kita waktu itu. Meski bukan penikmat setia, radio efektif menemani malam-malam sepi tanpa pacar–meskipun kalau sedang menyendiri di kamar kos ngakunya belajar.

    Tak hanya acara itu yang kini pensiun. Generasi radio agaknya mulai berakhir. Berganti facebook dan twitter. Anak muda hari ini tak sempat lagi menjamah radio kala sepi, namun dapat segera memainkan jempol di ponselnya, dan tak kesepian lagi.

    Salam hangat.

    • Dwiki Setiyawan berkata:

      Dik Febri. Beda zaman memang beda gaya hidupnya. Namun demikian yang musti sama dalam hal spirit. Yakni spirit untuk mengubah jalan hidup yang lebih bermakna dan berkualitas. Bukankah begitu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s