Hati Rawan Dini dalam Keberangkatan


NH Dini Keberangkatan

NH Dini Keberangkatan

Kulayangkan mata ke luar jendela. Harinya lembab berhujan kecil. Langit kelabu menyatu dengan air yang berjatuhan. Basahlah tanah. Tanah yang telah berpuluh tahun menjadi tanahku. Kota di mana dua laki-laki mempunyai arti yang besar dalam hidupku. Dengan hati rawan tetapi terang, tanah dan kotaku kutinggalkan.

Demikianlah ungkapan irisan kepedihan hati Elisa (Elisabet Frissart), tokoh utama novel Keberangkatan karya NH Dini. Novel ini pertama kali terbit pada 1977 oleh penerbit PT Dunia Pustaka Jaya. Sejak 1987, Kebarangkatan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Babak pamungkas novel yang diselesaikan pengarangnya pada Agustus 1975 ini menceritakan sosok Elisa, perempuan berdarah indo, tatkala  akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Indonesia guna menetap di negeri Belanda. Hati Rawan Dini dalam Keberangkatan.

Sebelum larik-larik kalimat penutup nan amat menyentuh novel Keberangkatan pada awal posting ini, tak kalah pula kerawanan hati yang dialami tokoh Elisa sewaktu membaca secarik pesan dari Gail:

Sayang,

Seperti permintaanmu, aku tidak mengantar pagi ini. Hati selalu tersayat melihat kendaraan apa pun juga menjauh membawa seseorang yang kita cintai. Ini masih ada seratus dolar di sudut dompetku. Kupindahkan ke dalam sampul buatmu. Anggaplah sebagai sesuatu yang meyakinkan aku bahwa kau akan segera membeli perangko dan menulis kepadaku setelah tiba di negeri Belanda.

Sosok perempuan terluka  semacam Elisa di atas, merupakan tema utama yang acapkali diangkat NH Dini dalam setiap karyanya. Ambil contoh novel-novel lainnya seperti: Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) Namaku Hiroko (1977) dan lain-lain, tidak jauh dari pelukisan perempuan yang mengalami ketidakadilan gender. Sekalipun demikian, dalam suatu kesempatan NH Dini pernah mengatakan bahwa ia akan marah bila mendapati ketidakadilan khususnya ketidakadilan gender yang sering kali merugikan kaum perempuan.

Meskipun Nh. Dini sadar bahwa dia hanya dapat menunjukkan bahwa ketidakadilan gender tersebut ada atau terjadi, dia tetap gigih untuk berjuang mengajak masyarakat atau pembaca karyanya berpikir apakah semua ketidakadilan yang telah diungkapkannya itu sepatutnya ada dan layak berlangsung di negeri ini, di dunia ini.

Apabila kita cermati, sederet kata kunci muncul pada setiap karya-karya Nh Dini. Kemurungan, perpisahan, perselingkuhan,  perceraian,  kepasrahan, ketidakpedulian, patah asmara, dan kerinduan tiada bertepi, pula semacamnya membentuk kata kunci khas Nh Dini yang taut-berpaut dan jalin-berkelindan pada novel-novel karyanya. Novel tipis Keberangkatan pun menyajikan lukisan semacam itu. Pelukisan laksana roda berputar tanpa aturan namun senantiasa bermuara pada pencarian akan makna kedamaian. Khas tipologi perempuan Jawa sebagaimana halnya Nh Dini.

Hati rawan Dini juga piawai dalam menggoreskan ungkapan sastrawi dengan gaya menulis bagaikan catatan harian (diary). Ungkapan dan cetusan perasaannya kadangkala meletup-letup. Namun demikian Dini mampu meredam letupan suasana dalam setiap novelnya. Bagi para pembaca setia novel-novelnya, ia niscaya meninggalkan kesan dramatis yang mendalam.

****

Akhirnya saya sudahi catatan kaki novel Keberangkatan karya Nh Dini ini dengan lukisan suasana hati rawan dan kelabu pada bagian pembuka yang  nyaris sama dengan bagian penutup di awal posting ini:

Harinya lembab berhujan kecil. Tak berkeputusan air turun sejak pekan-pekan terakhir. Langit yang kelabu mengawang menyekap hati penduduk kota. Beberapa tempat tergenang limpahan coklat atau hitam, tersela oleh jalan-jalan becek menggelincirkan….

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Bilik Sastra dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Hati Rawan Dini dalam Keberangkatan

  1. this blog is very good…thx

  2. subhan basri berkata:

    boleh tuh……………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s