Nikmat Selingkuh Membawa Sengsara


Cover Novel Sengsara Membawa Nikmat (http://myquran.com)

Cover Novel Sengsara Membawa Nikmat (http://myquran.com)

Sebelum melaju ke jalan utama Nikmat Selingkuh Membawa Sengsara tulisan ini, saya ajak pembaca berputar jalan sejenak. Percayalah sidang pembaca, sekalipun kita berputar memasuki jalan tikus Sengsara Membawa Nikmat toh pabila bersabar membacanya akan sampai pada jalan utama Nikmat Selingkuh Membawa Sengsara.

Waktu di bangku SMP awal 1980-an, saya sudah baca novel Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati. Seorang sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka. Tokoh utamanya antara lain: Midun, Kacak dan Halimah. Novel terbitan tahun 1928 itu menceritakan perjalanan lika-liku hidup Midun yang penuh kesengsaraan. Beberapa kali ia masuk bui. Itu semua akibat gejolak hawa nafsu Kacak yang tidak senang dengan kemujuran Midun. Namun lantaran Midun tabah dan berlapang dada menghadapi setiap persoalan hidup, serta memiliki jiwa suka menolong pada sesama, kemujuran akhirnya berpihak juga. Dari sengsara pada awalnya, lantas di akhir cerita berbuah nikmat dan bahagia.

Sementara itu sifat iri, dengki dan sok berkuasa pada diri tokoh antagonis Kacak dalam novel tersebut, pada akhirnya membawa  ia ke jurang kesengsaraan. Di akhir cerita, Kacak yang telah menjadi penghulu terlibat skandal korupsi. Perbuatan jahat Kacak itu terbongkar oleh seorang kepala mantri polisi. Orang itu tiada lain adalah Midun.

Pelajaran moral yang dapat dipetik dari novel jadul Sengsara Membawa Nikmat, menurut hemat saya yakni soal pengendalian hawa nafsu. Tokoh Kacak di atas yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya, terjerumus sengsara di akhir cerita. Sejatinya hawa nafsu ibaratnya bahtera di tengah ganasnya gelombang lautan. Maka bagi kita, dituntut kepandaian dan kebijaksanaan mengemudikan bahtera hawa nafsu itu. Lantaran hawa nafsu tidak ada batasnya. Pula hawa nafsu acapkali menjerumuskan orang di lembah kesengsaraan dan kenistaan.

****

Akhir Selingkuh (http://www.impawards.com)

Akhir Selingkuh (http://www.impawards.com)

Menuruti hawa nafsu akan membawa seseorang  kepada kesengsaraan bahkan petaka.  Dalam konteks ini yakni hawa nafsu birahi. Dan, akibat pemuasan nafsu  birahi itu ongkos sosialnya jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya. Sebagai perilaku menghambakan diri pada hawa nafsu, selingkuh (affair) membawa konsekuensi-konsekuensi bagi diri sendiri maupun orang lain. Jika kebetulan pasangan peselingkuh itu telah berkeluarga, konsekuensi yang didapat akan jauh lebih besar. Sebagaimana contoh tewasnya pasangan selingkuh  SPY dan IY di Hotel Transit Parung baru-baru ini. Keduanya pegawai negeri sipil (PNS) Kota Depok.

Kisah tewasnya dua insan PNS yang tengah  mabuk birahi di atas, sungguh menggambarkan Nikmat Membawa Sengsara. Dikarenakan ingin mereguk nikmat sesaat, petaka dan sengsara menghampiri. Pula malu tak terkirakan menimpa keluarga yang ditinggalkan. Bayangkan saja, kedua jenazah pasangan peselingkuh itu hingga dikebumikan di kampung halamannya masing-masing. Karena keluarga yang ditinggalkan tak ingin aib menyebar ke mana-mana.

Sumber  Ilustrasi:

http://myquran.com

http://www.impawards.com

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Gaya Hidup dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Nikmat Selingkuh Membawa Sengsara

  1. aurapelupa berkata:

    Nikmati yang ada lupakan yang bukan milik kita!

  2. livefreez berkata:

    novel yg bnr-bnr keren..hehehehe

  3. Zulfikar Akbar berkata:

    Hahaha, saya jadi Midun saja Mas Dwiki. Dan biar Mas Dwiki jadi Kacak hehe. SMN kan pernah difilmkan di awal2 90an di TVRI, saya dulu tidak pernah absen menontonnya

  4. Jomblomen Sejati berkata:

    Chat/sms online lucu konyol 08197827772😀

  5. Klaus berkata:

    Aw, this was an extremely nice post. Taking a few minutes and actual effort to create a top
    notch article… but what can I say… I put things off
    a lot and don’t manage to get anything done.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s