Kontes Berburu Perempuan Cantik di Bis Antar Kota


Bis Antar Kota Solo Yogyakarta (http://www.bismania.com)

Bis Antar Kota Solo Yogyakarta (http://www.bismania.com)

Peristiwanya sudah terpendam di lubuk ingatan hampir 20 tahun silam, namun tatkala membangkitkan kembali memori itu tak urung rasa-rasanya laksana baru terjadi kemarin sore. Sebuah kisah konyol yang akan terkenang-kenang selalu dalam lintasan kehidupan masa kini dan akan datang. Ini kisah berburu perempuan cantik di bis antar kota Solo-Yogyakarta pada dekade 1990-an. Sepenggal masa indah saat aktif di Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Bagian Tengah.

Saya mulai saja mendamparkan diri ke terowongan waktu. Pada suatu Jum’at malam, Sekretaris Badko HMI Jawa bagian Tengah saudara Sadzali RM menelepon ke sekretariat HMI Cabang Solo meminta agar fungsionaris Badko HMI Jabateng asal Solo menghadiri Pembukaan Konferensi Cabang Yogyakarta keesokan harinya. Setelah itu dilanjutkan penugasan memberi materi Basic Training HMI Cabang Purwokerto bertempat di kota kecil Sumpiuh pada Minggu siang.

Dari beberapa fungsionaris Badko HMI Jabagteng yang ada, akhirnya hanya berdua yang siap: saya selaku Wakil Sekretaris Umum dan saudara Abdul Kholiq Muhammad (AKM), Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Regional.

Sabtu siang, kami bersegera ke Yogyakarta. Mengawali perjalanan dengan naik bis tingkat Damri dari kawasan Baron Solo, kami berencana melanjutkan ke Yogyakarta melalui Kartasura. Saat itu terminal bis transit Kartasura terletak di pinggir jalan raya Kartasura-Solo.

Sekonyong-konyong muncul gagasan inspiratif saat kami berdua menunggu bis antar kota menuju Yogyakarta. Kami berdua sepakat akan “berburu” perempuan cantik di bis antar kota yang akan dinaiki. “Berburu” dalam arti mendapatkan teman sebangku di dalam bis. Diputuskan pula, saat ada bis datang dari arah terminal Solo dan transit di Kartasura, kami berdua akan naik bis dari arah yang berlawanan. Saudara Kholiq naik dari pintu arah depan, sedangkan saya dari belakang. Siapa di antara kami berdua yang mendapat teman sebangku perempuan cantik, maka dialah yang memenangkan kontes ini.

Lantaran akhir pekan, suasana terminal bis Kartasura ramai calon penumpang. Tiga bis menuju Yogyakarta dari terminal Solo yang transit beberapa menit di Kartasura diserbu penumpang. Hal yang tidak mungkin memenuhi kontes bila keadaan bis penuh sesak. Pada kesempatan keempat, pucuk di cinta ulam tiba, bis yang memenuhi kriteria datang jua. Dari luar nampak penumpangnya rata, dan beberapa ada bangku yang kosong. Tanpa di komando, berdua kami melesat naik ke bis itu.

Dengan sigap saudara Kholiq naik melalui pintu depan, sedang saya dari belakang. Mencoba menoleh kiri kanan mencari perempuan cantik yang tengah duduk sendirian. Ternyata tidak ada. Hanya ada tiga bangku kosong di sisi kiri. Satu bangku di baris kedua dari pintu depan, dan dua bangku dari baris pertama dan kedua pintu belakang. Saudara Kholiq segera duduk di depan, sedang saya di bangku baris kedua dari pintu belakang. Hasilnya?

Saya mendapat teman duduk seorang lelaki paruh baya. Dengan topi blangkon di kepalanya. Khas Jawa. Sedangkan saudara Kholiq harus diakui memenangkan kontes. Teman duduk di sebelahnya ternyata seorang nenek!

Menoleh ke belakang, ia “cengar-cengir” sembari mengacungkan jempol tangannya. Satu setengah jam perjalanan, akhirnya bis tiba di terminal Umbulharjo. Berdua kami terpingkal-pingkal mengingat peristiwa mengejutkan yang baru saja terjadi. Dan sesuai perjanjian, saya mentraktir saudara Kholiq makan siang. Karena kontes berburu perempuan cantik di bis antar kota telah ia menangkan….

Sumber Gambar: http://www.bismania.com

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Kontes Berburu Perempuan Cantik di Bis Antar Kota

  1. Taruna Ikrar berkata:

    Dwiki, Ini cerita menarik dan inspiratif.

    • Dwiki Setiyawan berkata:

      Hehehehe. Hanya sekedar ngingat masa lalu dan menuangkannya dalam tulisan, Bang Taruna. Mengingat dan menuangkan kisah lama berkesan, hemat saya, membuat diri kita merasa nyaman dan bahagia, bukan?

  2. zulkifli ali berkata:

    Salut untuk Dwiki…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s