Diplomasi Kue Keranjang Imlek 2010 Politisi Senayan


Kue Keranjang Imlek 2010 Politisi Senayan

Kue Keranjang Imlek 2010 Politisi Senayan

Dua pekan lalu, tak disangka dan tak dinyana hampir semua anggota parlemen dan staf yang berkantor di Gedung Nusantara I DPR-RI Senayan Jakarta mendapatkan bingkisan istimewa, satu kotak kardus berisi 4 (empat) buah kue keranjang. Bingkisan tahun baru Imlek 2561 atau 2010 dari politisi Senayan keturunan Tionghoa. Hemat saya, ini salah satu bentuk diplomasi budaya politisi Senayan yang cukup mengena. Dan pada momentum yang tepat. Lantaran darinya, para politisi keturunan Tionghoa tersebut ingin menegaskan jati diri mereka, sembari pada saat yang sama ingin mengikatkan diri sebagai bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia.

Politisi-politisi keturunan Tionghoa telah memainkan peran dalam gelanggang politik Indonesia semenjak era Komite Nasional Indonesia Pusat KNIP (1945-1959),  DPR dan Senat Republik Indonesia (1949-1950), Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (1950-1956), DPR Hasil Pemilu 1955 (20 Maret 1956-22 Juli 1959), DPR Hasil Pemilu 1955 Pasca Dekrit Presiden (1959-1965), DPR Gotong Royong hingga Pemilu Legislatif April 2009 lalu. Dari rentang panjang era itu –bahkan jauh sebelumnya di era parlemen kolonial Belanda Volksraad– kita telah mengenal beberapa di antaranya yang cukup menonjol. Antara lain Inyo Beng Goat  dan Siaw Giok Tjhan (keduanya tokoh pers) serta Tan Ling Djie yang jadi anggota KNIP, Oei Hay Djoen, Jusuf Wanandi dan lain sebagainya (mohon ada pembaca yang menambahi).


Jika tidak ada artikel ini, barangkali pembaca tidak akan tahu berapa jumlah politisi Senayan (DPR-RI dan DPD-RI) hasil Pemilu Legislatif 2009 dari keturunan etnis Tionghoa. Nah, tentang jumlah mereka, datanya sendiri saya dapatkan dari penutup kardus kue keranjang yang telah saya singgung di awal tulisan ini (pula sudah saya scan dan gambarnya tampil di blog personal Dwiki Setiyawan’s ini).

Dari 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD- RI) atau Senator yang mewakili 33 Provinsi yang ada, hanya terwakili 2 orang dari etnis Tionghoa.  Keduanya berasal dari Provinsi Bangka Belitung, yaitu:

1. Telli Gozeli, SE | Nomor Anggota B-33

2. Bahar Buasan, ST | Nomor Anggota B-36

Perlu pembaca diketahui, setiap provinsi diwakili oleh 4 orang senator.

Sementara itu, dari 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) diwakili oleh 11 orang politisi keturunan Tionghoa. Ke-11 politisi dimaksud berasal dari 4 fraksi (keseluruhan ada 9 fraksi yang lolos Electoral Threshold Pemilu Legislatif 2009). Para politisi anggota DPR-RI keturunan Tionghoa tersebut, masing-masing:

1. Hang Ali Saputra Syah Pahan | PAN | Nomor Anggota A-136

2. Ir Basuki Tjahaja Purnama MM | Partai Golkar | Nomor Anggota A-194

3. Drs Enggartiasto Lukita | Partai Golkar | Nomor Anggota A-216

4. Ir Rudianto Tjen | PDI Perjuangan | Nomor Anggota A-327

5. Sudin SE | PDI Perjuangan | Nomor Anggota A-328

6. Prof DR Hendrawan Supratikno | PDI Perjuangan | Nomor Anggota A-372

7. Herman Herry | PDI Perjuangan | Nomor Anggota A-406

8. Drs Eddy Sadeli SH | Partai Demokrat | Nomor Anggota A-455

9. Albert Yaputra SSos | Partai Demokrat | Nomor Anggota A-530

10. Ir Lim Sui Khiang MH | Partai Demokrat | Nomor Anggota A-531

11. Sonny Waplau | Partai Demokrat | NomorAnggota A-544

Hal yang mencolok dari daftar di atas, nyaris tidak ada satupun politisi perempuan keturunan Tionghoa yang berkiprah di parleman. Hal ini menyiratkan, kurang mengakarnya calon legislatif perempuan keturunan Tionghoa di akar rumput (grass-root). Baik di DPD maupun DPR.

Apabila ditilik dari keberangkatan parpol peserta pemilu, kesebelas anggota DPR-RI Periode 2009-2014 tersebut, sebagai berikut: PAN 1 0rang, Partai Golkar 2 orang, PDI Perjuangan 4 orang dan Partai Demokrat 4 orang.

Kembali kepada persoalan diplomasi budaya yang telah disinggung di atas, nampaknya dalam iklim keterbukaan dan “pasar bebas politik” saat ini, kesempatan bagi warga keturunan Tionghoa untuk aktif dan berkiprah di gelanggang politik nasional sangat terbuka lebar. Sekat-sekat politik atas nama primordialime sempit akan semakin kabur atau bahkan hilang sama sekali di panggung politik Indonesia, apabila para politisi keturunan Tionghoa dapat memainkan peran signifikan bagi kemajuan negeri ini.

Diplomasi budaya kue keranjang hanyalah satu cara kecil ke arah proses pembauran dan integrasi nasional yang kian nyata. Dimana jurang perbedaan antara “sini” dan “sana” kian menipis dan mencair. Peluang tersebut terbuka lebar di era ini. Semoga demikianlah adanya….

Update Artikel 26 Januari 2011: Bertambah satu lagi Anggota DPR-RI keturunan Tionghoa dari Pergantian Antar Waktu (PAW) atas nama Ichsan Soelistio dari Fraksi PDI Perjuangan dengan Nomor Anggota A-366. Dengan demikian hingga tulisan ini di-update ada 14 orang Politisi Senayan Keturunan Tionghoa, terdiri dari 12 orang anggota DPR-RI dan 2 orang anggota DPD-RI.

=oOOOo=

 

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Politik Nasional dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Diplomasi Kue Keranjang Imlek 2010 Politisi Senayan

  1. Bang Iwan berkata:

    memang benar Pak Dwi, seandainya saya tidak membaca postingan ini, maka saya ridak akan pernah tahu jumlag politisi etnis Tionghoa yang berkiprak di senayan.
    makasih banyak atas informasinya.

  2. junianto berkata:

    pak dwiki, apa kabar? isih eling aku…?

  3. demibara berkata:

    kalo kue-nya diganti uang, termasuk dalam kategori diplomasi nggak, Pak Dwi?
    (Lari, ah….., sebelum kena jithak…….)

  4. makasih atas infonya boss…..
    silahkan berkunjung ke kami

  5. informasinya bagus pak! menarik. i like it,
    lam kenal dari jepara.

  6. Mouliza DOnna berkata:

    terimakasih infonya
    kebetulan saya sedang menyusun thesis tentang panggung politik etnis tionghoa, namun saya berfokus pada politisi perempuan. sayangnya, sampai sekarang saya blm mendapatkan cukup data karena dari pemilu 2009 dan 2014 ternyata politisi keturunan tionghoa semua laki-laki

    jika berkenan, dapatkah bapak memberikan info tentang politisi perempuan tionghoa? terimakasih

    salam/
    Mouliza Kristhopher Donna Sweinstani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s