Perjumpaan yang Mengubah Wajah Dunia


Cover Encounters That Changed the World

Cover Encounters That Changed the World

Buku Encounters That Changed the World atau Perjumpaan yang Mengubah Wajah Dunia karya Rodney Castleden yang akan sekilas saya kupas ini diterbitkan oleh Penerbit Futura Inggris pada 2009 lalu. Terdiri dari 9 Bab dan 512 halaman, buku nan menarik ini sayangnya belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Di samping Encounters That Changed the World, Rodney Castleden juga mengarang buku-buku senada-seirama temanya. Antara lain: Discoveries That Changed the World (2008), Conflicts That Changed the World (2008), Inventions That Changed the World (2007), dan Natural Disasters That Changed the World (2007). Boleh dikatakan, Castleden merupakan spesialis pengarang soal-soal berkenaan dengan “sesuatu” yang mengubah wajah dunia.

Tesis yang mendasari penulisan buku Perjumpaan yang Mengubah Wajah Dunia ini, yakni sejarah dunia turut berubah tatkala para aktor sejarah mengalami “perjumpaan”. Hal demikian mensyaratkan pengkodisian suatu gerak dinamis dan aktif. Di mana aktor-aktor sejarah tersebut melakukan suatu mobilitas (baik vertikal maupun horizontal).  Yang kemudian disusul dengan aksi-aksi kelanjutan dari “perjumpaan” tersebut. Sehingga melahirkan gagasan, konsep strategi dan taktik serta aplikasi dari gagasan dan konsep strategi taktik dimaksud.  Pertanyaan fundamental patut pula diajukan berkenaan dengan tema buku ini: bagaimana jika?


Jawaban atas pertanyaan ‘bagaimana jika?’ ini sama halnya kita diajak berandai-andai. Pengandaian boleh saja melintas di langit pikiran para pembaca. Namun roda sejarah dunia yang kita saksikan hari ini, sungguh tidak bisa diputar kembali ke belakang sebagaimana halnya dalam kisah film-film fiksi ilmiah

Tema-tema dari ke-9 Bab pada buku ini, selengkapnya yakni: Bab I Encounters with God ; Bab II Encounter with Aliens; Bab III Great Froendship; Bab IV Encounters with Love; Bab V Encounters With Chance; Bab VI Politicical Encounters; Bab VII Hostile Encounters; Bab IX Creative Encounters: From Antiquity to 1900; dan Bab IX Creative Encounters: the Twentieth Century.

Mengawali tulisannya pada Bab I Perjumpaan dengan Tuhan (Encounters with God), Castleden memaparkan bahwa wajah sejarah dunia berubah drastis manakala dan keberlanjutannya para nabi dan rasul “berjumpa” dengan Tuhan. Pada Bab ini dikupas lahirnya agama-agama di dunia semenjak “perjumpaan” Tuhan dengan para nabi dan rasul sedari Buddha, Musa, Isa, Muhammad dan lain-lain.

Konferensi Yalta: Churcill, Roosevelt dan Stalin (http://www.britannica.com)

Konferensi Yalta: Churcill, Roosevelt dan Stalin (http://www.britannica.com)

Diulas pula perjumpaan para tokoh politik, masing-masing Winston Churchil, Franklin Delano Roosevelt, dan Yoseph Stalin pada Konferensi Yalta (4 Februari 1944) menjelang berakhirnya Perang Dunia II. Perjumpaan politik tersebut mengubah tatanan dunia pasca Perang Dunia II yang hingga kini masih kita rasakan dampaknya. Pada sampul buku Encounters That Changed the World ini, terpampang pula wajah dari ketiga tokoh politik Konferensi Yalta dimaksud.

Hal yang menggembirakan bagi publik Indonesia, Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 nan bersejarah itu, turut pula masuk sebagai entri tersendiri dengan titel “Bandung Conference”. Entri ini dapat dtemukan pada Bab Perjumpaan Politik (Political Encounters) seperti halnya Konferensi Yalta. Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 itu dihadiri oleh para pemimpin politik dari negara-negara Asia Afrika yang baru saja memerdekaan diri. Ia dipandang turut pula mengubah wajah dunia, lantaran dampaknya besar. Semenjak konferensi Bandung, banyak negara di belahan Asia Afrika yang masih tercengkeram kuku-kuku imperialisme dan kolonialisme akhirnya dapat melepaskan cengkeraman penjajahan tersebut.

Bab lain yang menarik saya, yaitu Perjumpaan karena Cinta (Encounters with Love). Tahukah pembaca, ternyata sejarah dunia dapat berubah seketika disebabkan letupan-letupan api asmara? Jika saja Louis XVI tidak berjumpa dengan Maria Antoinette, barangkali tidak ada Revolusi Perancis. Atau, Napoleon Bonaparte tidak kita kenal keheroikannya di medan laga, seandainya tidak terpanah asmara seorang perempuan bernama Josephine  de Beauharnais? Pula beberapa tokoh lain yang termaktub dalam bab tersebut.

Napoleon Bonaparte dan Josephine di Katedral Notre-Dame Paris 2 Desember 1804 (www.wikipedia.com)

Napoleon Bonaparte dan Josephine di Katedral Notre-Dame Paris 2 Desember 1804 (www.wikipedia.com)

Menarik pula surat cinta Napoleon Bonaparte kepada Josephine de Beauharnais yang lengkap tersaji pada buku ini. Saya cuplikkan beberapa kalimat di antaranya, “My one and only Josephine, apart from you there is no joy; a way from you. The world is desert where i’m alone and cannot open my hearth. You have taken more than my soul; you are the one thought of my life….” Hmm romantis juga Napoleon! (Terjemahan lengkap surat cinta Napoleon tersebut akan saya publikasikan pada kesempatan lain di Dwiki Setiyawan’s Blog ini).

Hal-hal lainnya berkenaan dengan para aktor sejarah dan tema-tema lainnya, silakan pembaca sendiri membeli dan membaca buku tersebut.

****

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari membaca kisah ringan para  aktor sejarah di Encounters That Changed the World? Hemat saya, dunia yang kita tinggali ini akan berubah manakala diri kita melakukan “perjumpaan”. Dalam istilah keseharian yaitu silaturahmi. Dari pertemuan dan interaksi sosial yang kita lakukan, acapkali lahir gagasan-gagasan, konsep disertai pengejawantahan akan gagasan dan konsep tersebut. Darinya akan melahirkan suatu inovasi atau aksi yang bisa jadi memiliki manfaat bagi orang lain. Jika suatu inovasi atau aksi demikian terejawantahkan, sudah pasti dunia sekeliling kita akan berubah.

Kalimat kuncinya yakni, dunia akan berubah jika kita sendiri secara terus menerus berupaya dan berusaha akan mengubahnya….

=oOOo=



Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Tinjauan Buku dan tag , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Perjumpaan yang Mengubah Wajah Dunia

  1. Bang Iwan berkata:

    review yang mantap Pak Dwi…
    ditunggu tulisan berikutnya.
    salam Taksim

  2. BeINSTORE berkata:

    Posting yang menarik. Kunjungan balasan anda sangat saya nantikan di: http://beinstore.co.cc/ 08:59

  3. bambang haryanto berkata:

    Terima kasih, Mas Dwiki.

    Kapan kira-kira beliau mau menulis Jokes That Changed The World (“tokohnya Gus Dur,yang tanggal wafatnya 30 Desember lagi kita promosikan sebagai Hari Humor Nasional”), Letter to the Editor That Changed The World (“tokohnya Hendra NS”), Muds That Change The World (“akan diborong Bakrie Bros”) sampai Leaks That Changed The World (“tokohnya Mas Julian Assange”).

    Buku serupa yang pernah saya baca adalah The Discoverers-nya Daniel Boorstin.

  4. I saw some thing about this topic on tv final night. Fantastic write-up.

  5. Nigel Botterill berkata:

    We’re a group of volunteers and opening a new scheme in our community. Your site provided us with valuable info to work on. You have done a formidable job and our entire community will be thankful to you.

  6. I think this is one of the most significant information for me. And i am glad reading your article. But want to remark on few general things, The site style is ideal, the articles is really nice : D. Good job, cheers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s