Bosan dengan Kompasiana…


Screenshot Kompasiana

Screenshot Kompasiana

Entah mengapa dan kenapa, akhir-akhir ini saya merasa bosan dengan Kompasiana. Lebih tepatnya yakni  suatu kejenuhan. Beberapa jawaban atas “kejenuhan” saya dimaksud akan pembaca temukan setelah membaca larik-larik kalimat berikut nanti. Hampir tiap hari, saya baca di surel (surat elektronika) atau email pemberitahuan otomatis dari admin Kompasiana tentang komen baru artikel yang ditulis atau pesan di dashboard. Pula goresan sapaan di akun profil. Namun itu tidak menggerakkan hati saya untuk segera bergegas login di Kompasiana. Tidak seperti awal-awal kala Kompasiana hadir dengan perwajahan baru. What’s wrong with me?

Admin saudara Nurul, barangkali jadi saksi hidup bahwa saya termasuk salah satu “kalong” (sebutan blooger yang kuat melek hingga dinihari) Kompasiana, tatkala blog ini tampil dengan perwajahan baru beberapa waktu silam. Saudara Nurul pernah komen singkat soal tersebut. Mulai ngeBlog menjelang tengah malam hingga menjelang Shubuh tiba, beberapa kompasianer sepeti Inge, Edi “Giant’ Sembiring, Katedra Rajawen dan lain-lainnya meramaikan “chating” di Kompasiana. Suatu pembicaraan lewat kolom komentar yang kadangkala tidak ada hubungannya dengan suatu postingan.


Dalam banyak hal, semakin mendekati Shubuh tiba pembicaraan makin “parno” saja. Saya menikmati suasana dan kebersamaan semacam itu. Namun demikian, sejujurnya lama nian hal seperti itu menumbuhkan kecanduan tersendiri. Terlalu asyik. Kadang pula lupa waktu.  Selanjutnya, saya harus mengambil suatu garis ekstrim untuk melepaskan kecanduan itu. Saya tidak ingin, malam-malam yang saya miliki hanya untuk blog Kompasiana. Saya harus membatasinya. Pula membaginya untuk yang lain.

Setelah berangsur-angsur bisa melepaskan diri dari “jerat candu” Kompasiana, menjelang tengah malam, saya blog walking ke sudut-sudut blantika maya yang selama ini belum terjamah Saya kunjungi situs-situs atau blog-blog milik New York Times, Wall Street Journal, Washington Post, CNN Polical Ticker, Time, Huffington Post dan sebagainya. Register di sana. Dan memberi komen-komen atas tulisan yang tersaji (silakan pembaca cek dengan mengetikkan kata kunci “dwiki setiyawan” di Google). Sadar bahwa bahasa Inggris saya masih payah, dengan berkelana ke situs-situs tersebut saya ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris itu. Dalam beberapa waktu ke depan, saya meyakini akan kelihatan hasilnya.

Satu hal yang saya dapat dari blog walking ke situs atau blog non bahasa Indonesia tersebut, jarang sekali bahkan tidak ada komentar yang muncul atas suatu postingan yang keluar dari konteks apa yang ditulis para kontributor atau artikelis. Dengan demikian,  suatu situs atau blog dengan komen-komen berkualitas itu memiliki bobot tersendiri. Ini hanya salah satu contoh saja.

Oya, dari berkelana ke Time, saya juga menemukan postingan tentang 25 Blog Terbaik Dunia. Ke 25 Blog Terbaik Tahun 2009 versi Time yang tercantum itu juga telah saya telusuri satu per satu. Beberapa saya ikut pula berkomentar dalam suatu postingannya.

Di samping blog walking dan register serta sebatas komen di situs atau blog manca negara, saya juga mulai mengaktifkan diri dengan mendaftar dan  publikasi di situs semacam Wikipedia, Wikimu, Blog Detik, Astaga.com, Kas-Kus dan sebagainya. Walaupun upaya dan usaha itu belum optimal.

ooOoo

Hal lain berkaitan dengan soal “kebosanan” saya di Kompasiana, saya juga tengah mengasah ilmu praktis berkaitan dengan Optimasi Kata Kunci (Keyword Optimization) di mesin pencari. Dimulai dengan kontes berbau SEO Pertamina, dan kini kontes SEO Astaga.com Lifestyle on the Net, serta kontes SEO Theincrediblejava.com Indonesia Java International Destination. Pada kontes Pertamina dengan kata kunci Kerja Keras Adalah Energi Kita, artikel yang dilombakan tidak jelek-jelek amat dalam hasil pencarian Googlecom. Malahan artikel tersebut masuk sebagai finalis walaupun tidak menjadi pemenang. Hasil nyata yang kelihatan dari optimasi kata kunci, Pagerank di blog personal naik dari 3 menjadi 4. Sementara untuk dua kontes lainnya, Astaga.com Lifestyle on the Net dan Indoensia Java International Destination lantaran waktunya masih agak lama, usaha optimasinya belum sungguh-sungguh.

Demikianlah sekedar “uneg-uneg” saya soal mengapa dan kenapa saya merasa bosan dengan Kompasiana. Dus, bukan lantaran saya sudah tidak cinta lagi dengan Kompasiana. Kadangkala, cinta (juga benci) itu memang tidak boleh membabi buta. Mencintai terlalu dan membenci terlalu tidak elok. Boleh mencintai atau membenci sesuatu, namun yang wajar-wajar saja. Dalam konteks tulisan ini, dengan demikian saya ingin mencintai Kompasiana yang wajar-wajar dan apa adanya. Hehehe.

=ooOOOoo=

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , . Tandai permalink.

17 Balasan ke Bosan dengan Kompasiana…

  1. jamur tiram berkata:

    terima kasih bang dwiki, aku jadi lebih bersemangat blogwalking bermutu. kadang susah meluangkan waktu untuk mikir, lebih banyak spam… moga mulai saat ini tidak…

    memang blogwalking tidak hanya sekedar meninggalkan komentar, tapi mengembangkan pikiran dari suatu tulisan, silaturahmi dan bonusnya nebeng tenar 😀

  2. Dinooo berkata:

    anda sudah bosan, saya malah baru registrasi kemarin..
    slaam kenal 🙂

  3. Gary Patteson berkata:

    You’ve made numerous acceptable specifics on that point there. While i looked at over the web regarding dilemma and located most individuals might go nicely jointly world-wide-web site. please see my family at their : Country Style Bedspreads

  4. ardhyanz berkata:

    Sayapun mulai jenuh dengan kompasiana

    Sepertinya kompasiana menjadi Tempat adu intelektual.

    Jenuh namun bukan berarti meninggalkannya

    Karena banyak juga hal-hal yang bermanfaat yang bisa ditemui dikompasiana 😀

    Salam.

  5. Kecia Orihuela berkata:

    of course like your web site however you need to test the spelling on quite a few of your posts. A number of them are rife with spelling problems and I in finding it very bothersome to inform the reality on the other hand I will certainly come again again.

  6. JcUljP is that australian >?>>

  7. wah mantap ulasannya mas,
    kompasiana, saya pun belum melangkahkan kaki saya kesana , saya rasa saya kalah intelek dibanding mereka2 yg ada di forum kompasiana,
    saya saat ini mencoba buat membuat artikel yg bermanfaat dan bermutu namun masih kurang bisa lo mas,
    skalian numpang ya gan :
    http://lifestyleonline-bisnisonline.blogspot.com/
    http://brandedclothingandbisnisonline.blogspot.com/
    makasih sob

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s