Sekelumit Kisah Gus Dur dan Paspampres


Gus Dur dan Dwiki Setiyawan

Gus Dur dan Dwiki Setiyawan

IRING-iringan mobil kepresidenan yang tengah membawa Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur  melaju dengan kecepatan penuh dan membelah ruas jalan  di Provinsi Banten. Formasi standar. Terdepan dua motor gede Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dengan sirene meraung-raung. Berikutnya dua jip terbuka Paspampres bersenjata lengkap, mobil presiden RI-1, ambulance dan diikuti mobil-mobil pengiring.  Awal tahun 2001 itu, Gus Dur akan menghadiri suatu acara di  Provinsi Banten.

Selama perjalanan dari Jakarta menuju Banten, Gus Dur nampak tertidur.  Tidak terasa iring-iringan mobil kepresidenan tersebut telah memasuki provinsi hasil pemekaran Provinsi Jawa Barat yang diresmikan pada 17 Oktober 2000 itu. Begitu bangun, ia menanyakan pada sang sopir telah sampai mana dan dijawab si sopir di daerah x. Sekonyong-konyong, Gus Dur memerintahkan sang sopir berbalik arah. “Sudah lama sekali saya tidak silaturahmi pada Abuya Cidahu (sesosok kyai NU kharismatik Banten). Pesantrennya barusan kita lewati. Balik dulu. Kita mampir sejenak!”


Sang sopir koordinasi sebentar dengan atasannya, akhirnya mobil iring-iringan presiden itupun berbalik arah. Hanya lantaran sang presiden nyentrik ini mau ketemu sahabatnya. Menabrak dan melabrak rambu protokoler istana dan membuat kalang kabut semua Paspampres yang mengiringinya. Tidak terkecuali polisi-polisi dan tentara yang telah standby di tempat-tempat strategis dibuat kocar-kacir.

Begitulah Gus Dur. Sosok pribadi unik, setia kawan, apa adanya, dan berani keluar dari pakem. Kisah singkat di atas diceritakan kembali oleh adik kandung Gus Dur,  Aisyah Hamid Baidlowi, kepada saya beberapa waktu lalu. Masih ada kisah lain dari penuturan Bu Aisyah berkaitan dengan Pampampres. Simak yang berikut.

Sewaktu Gus Dur menjadi presiden antara 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001, sudah tidak terhitung ia berkunjung ke rumah pribadi Bu Aisyah H Baidlowi di Jalan Taman Amir Hamzah Menteng Jakarta Pusat.  baik siang, sore maupun malam. Rumah itu pula yang dulu ditinggali K.H. Wachid Hasyim (orang tua Gus Dur) beserta anak-anaknya. Pada periode  Gus Dur menjadi presiden, Aisyah H Baidlowi menjabat anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar.

Apa kepentingannya Gus Dur acapkali bertandang ke rumah adik kandungnya tersebut? Boleh percaya atau tidak, salah satu tujuan Gus Dur berkunjung ternyata hanya ingin tidur siang! Walaupun hanya tiga puluh menit saja. Di lain waktu, Gus Dur datang malam-malam hanya ingin menikmati martabak Jalan Minangkabau.

Menurut Aisyah H Baidlowi, ia telah diberi tahu Paspampres soal rencana kunjungan Gus Dur. Para anggota paspampres pun sudah berjaga-jaga di sekitar rumah Jalan Taman Amir Hamzah itu. Namun bukan satu dua kali, lama ditunggu tiba-tiba Gus Dur membatalkan secara sepihak kadatangannya. Di lain kesempatan, tanpa ada pemberitahuan apa-apa tiba-tiba Gus Dur sudah menongkrongi rumahnya.

“Saya beberapakali dilarang masuk rumah sendiri oleh anggota Paspampres.  Hanya puluhan meter jaraknya dengan mobil yang  saya naiki. Katanya memasuki daerah terlarang. Ada Presiden Gus Dur di dalam rumah. Masak mau masuk rumahnya sendiri nggak boleh sama Paspampres? Rupanya si pengawal tidak tahu. Ngotot sebentar akhirnya dijinkan masuk setelah diperiksa dengan ketat,” ujar Aisyah H Baidlowi sembari terkekeh-kekeh.

oOOO0

Tulisan di atas masih akan saya revisi. Lantaran saya mempostingnya buru-buru mau meeting rencana Pelantikan Pengurus Nasional Korp Alumni HMI (KAHMI).

Foto Gur Dur di atas dijepret pada Desember 2008, tatkala membezuk Ibu Aisyah H. Baidlowi di Rumah Sakit Jantung Binawaluya Jl TB Simatupang Jakarta Timur.

Masih ada cerita lainnya tentang detik-detik keputusan soal tempat pemakaman Gus Dur, dari sumber yang sama: Bu Aisyah H Baidlowi.

ooOOOoo

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Politik Nasional dan tag , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Sekelumit Kisah Gus Dur dan Paspampres

  1. gede berkata:

    Ditunggu lanjutannya Pak, salam kenal

  2. Semoga kenangan manis ini terus membekas di hati rakyat bhw beliau adalah pemimpin sejati yg sangat bersahaja dlm sikap, namun pikirannya sangat jauh kedepan sebelum org lain berpikir ke arah sana, Semoga Amal ibadahnya diterima disisiNYA.

  3. syariful alam berkata:

    salut bt (alm) guru bangsa, kiyai, pemimpin rakyat, penyayang semua bangsa. tapi gus dur pernah janji saya kumpulan artikelnya saat beliau di makassar.

  4. m hadi wijaya ch,sh berkata:

    sesungguhnya keadaan seorang waliyulloh itu tiada merasa kuatir dan sedih dengan apa yang akan terjadi dan sudah terjadi pada dirinya dengan menerima ikhlas dan ridlo pada qadla dan qodarnya meskipun dengan doa seorang waliyulloh bisa merubah taqdir Tuhan yang ada di lauhul Mahfud karena hal itu menunjukan ke tingkat kepasrahan tertinggi seorang muslim kepada Al kholiqul Arsyil Adziim.

  5. a syaean hakim berkata:

    saya sangat suka dengan kebijakan-kebijakan beliau. pikiran beliau sangat jauh kedepan.. semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT. amin3x

  6. Pak Udin berkata:

    Begitulah gusdur,,,,Beliaulah Abu Nawasnya Indonesia,banyak akalnya,tajam kebatinan nya

  7. nudists lack crossword berkata:

    I seriously love your blog.. Excellent colors & theme.
    Did you build this web site yourself? Please reply back as I’m looking to create my own site and would love to know where you got this from or what the theme is named. Thanks!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s