Doa Terindah


ALKISAH ada seorang ibu yang gemar berdoa. Waktu doa senantiasa ditunggu-tunggu lantaran baginya berdoa itu menggembirakan hatinya. Ia mencintai Tuhan dengan segenap jiwa raganya. Ke manapun ia pergi, buku doa selalu dibawanya. Apabila waktu doa tiba dengan serta merta dan segera ia segera khusuk berdoa.

Pada suatu hari ia bekerja di ladangnya. Ketika jadwal doa petang tiba barulah ia sadar bahwa buku doanya ketinggalan. Ia merasa panik. Akan tetapi setelah berpikir sejenak, ia mendapat gagasan cerdas dan mulai berdoa. Inilah Doa Terindah:

“Ya Tuhan Maha Pengasih, ampunilah hamba-Mu karena lupa membawa buku doa, padahal tanpa buku doa itu aku tidak bisa berdoa dengan baik. Namun aku akan mengucapkan huruf a sampai z. Kemudian dengan suara lirih perlahan dan penuh penghayatan diejanya susunan abjat: a, b, c, d, e, …, z. Lantaran Engkau Maha Tahu ya Tuhan mohonlah kiranya menyusun sendiri huruf-huruf tadi menjadi untaian doa petang ini.” Sesudah berterima kasih ia pun mengucapkan amin.

Di surga, konon, Tuhan sangat gembira. “Wahai para malaikat,” seru Tuhan memanggil hamba-hamba surgawi itu, “Lihat, inilah doa terindah yang naik hari ini karena datang dari hati yang penuh cinta dan diungkapkan dengan cerdas dan kreatif.”

Semua malaikat turut senang dengan doa yang unik dan cerdas itu….

***

Cerita sufi Doa Terindah di atas saya kutip dari karya Anthony De Mello, Contact with God: Retreat Conferences (Chicago: Loyola Press, 1991). Anthony De Mello, adalah seorang Romo Yesuit dan Direktur Institut Sidhana di Poona, India.Gayanya dalam menulis penuh dengan kekocakan, sindirian, dan satiris akan kehidupan keimanan seseorang (dalam hal ini keimanan Katolik). Namun demikian, cerita-ceritanya penuh dengan pesan moral tinggi.

Karya-karya Tony –demikian panggilan akrab Anthony De Mello–  yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, diantaranya: Burung Berkicau (Song of the Bird), Berbasa Basi Sejenak 1 & 2 (One Minute Nonsense), Dipanggil untuk Mencinta (Call to Love), Doa Sang Katak 1 & 2 (The Prayer of The Frog 1 & 2), Hidup di Hadirat Allah (Contact with God: Retreat Conferences) dan lain-lain.

Apabila anda menghayati dan mencerna cerita Doa Terindah di atas, sesungguhnya Tony De Mello tengah menyindir para pemeluk teguh agama (manapun). Bahwa banyak orang berdoa kepada Tuhan, namun hanya mengikuti proses ritual belaka. Tanpa seseorang menghayati makna terdalam akan doa yang dipanjatkannya itu.

Banyak pula orang berdoa, namun ia ngebut dalam doanya. Tidak ada kekhusukan didalamnya. Seakan-akan dengannya, Tuhan pasti akan mengabulkan doa tersebut. Sebuah sindiran yang mengena. Dan mudah-mudahan, kita tidak termasuk dalam golongan pendoa semacam itu.

*****

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Gaya Hidup dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Doa Terindah

  1. Yohan Wibisono berkata:

    Buku yang asik untuk dibaca dan disikapi thx

  2. qodam berkata:

    berdoa memang harusnya lebih kepada urusan hati, keikhlasan.

  3. Nigel Botterill berkata:

    Hi, i think that i saw you visited my website thus i came to “return the favor”.I’m attempting to find things to improve my website!I suppose its ok to use some of your ideas!!

  4. Betul banget gan! berdo’a harus dengan hati yang tulus,,,agar semua permintaan kita dikabulkan…

  5. meubel berkata:

    masukan yang bagus gan,,,,dalam sebuah doa harus dengan tulus agar dikabulkan,,,,makasih masukannya

  6. Makasih dah berbagai ilmu

  7. jadi ingst koleksi Anthony de Mello ..sekarang hilang entah kemana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s