Ketimbang Nganggur Mas


Pepen Supandi Tukang Villa (dwiki file)

Pepen Supandi Tukang Villa (dwiki file)

TIGA belas tahun menjadi tukang villa (istilah bagi pemandu tempat penginapan di daerah wisata), tidak menyurutkan langkah Pepen Supandi  berhenti dari pekerjaan yang dilakoninya. Bagi dia, pekerjaan apapun asal dijalani dengan niat semata-mata ridha Illahi pasti ada hasilnya. Sedikit atau banyak rezeki yang diperoleh, apabila didapatkan dengan jalan halal akan membawa kemanfaatan. Pepen menyadari betul, mendapatkan pekerjaan layak dengan mengandalkan ijazah SMP-nya sangat susah. “Ketimbang nganggur mas. Dengan terpaksa profesi ini dijalani, ” ujarnya.

Lajang usia 34 tahun ini, sehari-hari mangkal di depan Wisma Pendawa milik Depsos di Jalan Raya Puncak Ciloto Cianjur Jawa Barat. Jam kerjanya tak menentu. Tergantung kondisi prima badan. Biasanya menjelang sore menjelang hingga dini hari keesokan harinya. Di akhir pekan, jam kerja bertambah sedari siang hingga jelang shalat Shubuh.

Penginapan yang ditawarkannya mencapai puluhan buah. Mulai tarif Rp 100 ribu hingga Rp 1,2 juta. Soal penghasilan, ia terus terang mengaku tidak menentu. Tergantung ramai tidaknya tamu yang memesan kamar dan  kelas penginapan yang dipilih. Dari situ ia mengandalkan tip dari pengelola villa. Berkisar antara Rp 50 ribu di hari biasa hingga Rp 100 ribu di akhir pekan. Namun, kadang beberapa hari nongkrong ia sama sekali tidak mendapatkan tamu. Bukan penghasilan yang didapatkan, malahan keluar biaya untuk makan, kopi dan rokok. Sementara saat malam tahun baru, ia mengaku mendapat penghasilan hingga Rp 750 ribu sehari semalam.

Tambahan tip ia dapatkan saat tamu meminta untuk mencarikan “guling hangat hidup”, untuk menemani tamu di malam yang dingin menusuk tulang. Mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Namun buru-buru ia menyergah, tukang villa bukan makelar “guling hidup”. Kavling makelar, lanjut dia,  ada orangnya tersendiri.

Berprofesi sebagai tukang villa, ia mengungkap suka duka menjalani profesi itu. Sukanya,  saat tamu puas dengan pilihan penginapan yang ditawarkan dan memberi tip lumayan besar di luar dugaan. Sedangkan dukanya, sudah keliling berputar-putar lama dengan tamu memilihkan penginapan, ternyata si tamu membatalkan rencananya.

“Profesi sebagai tukang villa di jalur puncak ini, beragam latar belakang orangnya. Ada yang menjadikan sebagai mata pencarian pokok seperti saya, namun ada juga sebagai pekerjaan sambilan untuk menambah penghasilan. Beberapa teman di sini yang saya kenal, malah ada beberapa dari kalangan mahasiswa. Ia bekerja untuk biaya kuliahnya,” tandas Pepen.

*****


Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Budaya dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s