Busyet Deh Shalat Jum’atnya Lama Banget


Masjid Baitirrahman Kompleks DPR-RI (http://web.dpr.go.id)

Masjid Baitirrahman Kompleks DPR-RI (http://web.dpr.go.id)

UMUMNYA, total jenderal waktu pelaksanaan shalat Jum’at itu kurang lebih 30 menit. Di Indonesia, paling lama pukul 12.30 WIB atau lebih beberapa menit shalat Jum’at telah usai. Pengalaman saya seumur-umur ini cukup fantastik. Mulai dari kumandang adzan hingga tahiyatul akhir berlangsung selama 75 menit. Luar biasa. Dan itu terjadi di Masjid Baiturrahman Kompleks DPR-RI Senayan Jakarta, tempat sehari-hari saya mengkais-kais rezeki.

Kejadiannya sendiri terjadi pada periode DPR-RI 1999-2004. Tanggal dan bulannya sudah lupa. Sebagai gambaran pada pembaca, area Masjid Baiturrahman seluas 2.000 m² dan  bangunan seluas 1.240 m² dengan daya tampung 3.700 orang. Khusus shalat Jum’at jamaah bisa mencapai lebih dari 4.000 orang. Karenanya mereka yang tidak tertampung ini berpencar-pencar di luar masjid. Di rerumputan taman dan halaman cukup luas dibawah pohon-pohon rindang.

Pada hari  kenangan kelabu di atas,  khatib shalat Jum’at berasal dari luar (dan tradisinya memang para khatib berselang-seling diambil dari dalam maupun luar). Setelah adzan dikumandangkan kira-kira pukul 12.00 WIB, mulailah si khatib –namanya lupa– menyampaikan khutbah Jum’at. Gayanya memang memukau. Vokal suara bariton.  Lihai mengatur ritme tinggi-rendah suara dan penekanan-penekanan kata tertentu. Benar-benar tipe seorang orator berpengalaman. Tidak lupa ia mengutip ayat-ayat Kitab Suci Qur’an sebagai dalil atas apa yang dikemukakannya. Mungkin saking surprise, karena mimbar Jum’at di Kompleks Gedung DPR-RI dihadiri para wakil rakyat terhormat, sang khatib terus saja berpanjang-lebar menguraikan isi khutbahnya. Waktu pun bergulir, dan tidak terasa sudah hampir satu jam sang khatib berkhutbah.

Saya yang duduk dibawah pohon rindang halaman masjid itu sudah merasa gelisah.  Saya lihat pula jamaah lain yang terdiri dari anggota DPR-RI dan karyawan juga segendang-sepenarian. Ada beberapa anggota DPR-RI yang berkali-kali melihat jam tangan yang dikenakannya. Problem saya, gelisah karena menahan buang air kecil. Akhirnya menjelang pukul 13.00 WIB baru selesai rangkaian dua khutbahnya. Dan mulailah shalat Jum’at dua rakaat, dimana sang khatib merangkap pula sebagai imam.

Ternyata khutbah sang khatib hampir satu jam lamanya itu barulah pemanasan saja. Tatkala ia memimpin shalat, setelah ia membacakan surat Al-Fatikhah, maka surat berikutnya yang ia bawakan ayat-ayat yang panjangnya minta ampun! Termasuk pula ruku’ dan sujudnya lama banget. Banyak jamaah di halaman luar masjid, terbatuk-batuk dan berdehem-dehem (mungkin ini reaksi spontan) menyimak panjangnya ayat-ayat yang dibawakan sang khatib.

Setelah shalat berakhir, saya lihat pada jam tangan yang dikenakan sudah pukul 13.15 WIB. Berarti, total waktunya sebanyak 15 menit untuk dua rakaat saja. It’s wonderful. Batin saya, si khatib telah “merampas” banyak waktu para jamaah shalat Jum’at itu.

Begitu bubaran, hampir sebagian besar jamaah shalat Jum’at di Masjid Baiturrahman Kompleks DPR-RI itu menggerutu. Tidak terkecuali dari anggota DPR-RI. Nada-nada geram bermunculan, bahkan ada anggota DPR-RI sempat tanya, “Siapa sich nama khatib itu?”. Ada juga yang nyeletuk, “Lain kali jangan digunakan lagi!” Ada karyawan Setjen DPR ikut  menimpali, “Busyet deh shalat Jum’atnya lama banget.”

Entah diterima atau tidaknya ibadah shalat Jum’at para jamaah dimaksud dihadapan Allah SWT, mengingat kekurangkhusukan pelaksanaan shalat Jum’atnya, itu urusan Yang Di Atas sana.

***

Pelajaran penting yang saya dapat, apabila anda suatu waktu jadi khatib shalat Jum’at, gunakan waktu seperlunya saja untuk khutbah dan memimpin jalannya shalat. Tidak usah-lama-lama. Yang penting pesan tersampaikan, dan jamaah merasa puas atas materi yang disampaikan dan “singkatnya” waktu khutbah. Dengan demikian, terjadi simbiosis mutualisma. Kedua belah pihak sama-sama untung.

Anda punya pengalaman menarik lainnya perihal shalat Jum’at?

*****

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Busyet Deh Shalat Jum’atnya Lama Banget

  1. dithoap berkata:

    Hi salam kenal,
    Blognya bagus!!!

    Kunjungin blog saya,

    http://dithoap.wordpress.com

  2. soulharmony berkata:

    mungkin isi khotbahnya dicampur dengan visi misi serta program kerja pa

  3. hermawan75 berkata:

    Assalamualaikum Mas, lg mampir nih.. Waduh kangen deh sholat jumat dimesjid DPR/MPR, waktu saya masih bekerja dikompas gramedia saya sering sholat jumat disitu, soalnya tinggal nyebrang jalan dan rel kereta. Kebetulan blm pernah ketemu khutbah yang lama kaya gitu, mungkin saat itu saya sedang sholat dimesjid yang lain, tapi mudah-mudahan semua yang sholat pada saat itu mendapatkan pahala yang setimpal dari Allah SWT.. Wassalam..salam sukses mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s