Persamaan Keriuhan Kabinet Dengan Bajaj Belok


SEMENJAK SBY-Boediono dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2009, riuh rendah tentang siapa-siapa saja yang akan mengisi pos-pos kementrian Kabinet SBY Jilid II tak henti-hentinya menjadi bahan perdebatan ramai.  Di media cetak, situs berita, blog, mailing list, situs jejaring sosial, pesta-pesta ultah atau selamatan lainnya,  hingga obrolan ala warung kopi di pos-pos ronda malam. Yang terlibat dalam wacana ini pun beraneka ragam latar belakangnya: mulai dari pengamat politik, politisi, aparat birokrasi, jurnalis, akademisi, blogger, milister, pengusaha, pengurus rt/rw hingga buruh pabrik dan sebagainya.

Perbincangan soal siapa-siapa saja tokoh daerah atau nasional yang akan menjabat posisi orang nomor satu di kementrian itu, dilihat dari kacamata budaya politik Indonesia sah-sah saja. Baik itu yang bermuatan tertentu maupun yang sekedar menyemarakkan panggung politik tanah air.

Namun demikian, saat saya menulis posting ini (18/10) sudah muncul bentuk-bentuk penolakan dari individu atau kelompok tertentu di mailing list, situs berita dan situs jejaring sosial, terhadap beberapa tokoh (dari parpol tertentu) yang telah di “fit and proper test” SBY di kediamannya Cikeas Bogor. Dari pernyataan tertulis mereka-mereka yang menolak tokoh ini dan tokoh itu untuk duduk di Kabinet SBY Jilid II, kesan yang saya tangkap seolah-olah mereka sudah tahu bahwa tokoh X, Y dan seterusnya akan menjabat kementerian tertentu.

Media massa  merasa serba tahu, dan ingin menjadi yang paling presisi (kayak lembaga polling saja) dalam menyebutkan mereka-mereka yang beberapa hari mendatang ini diumumkan secara resmi sebagai anggota kabinet. Sekalipun, ada juga yang  tidak mau gegabah, dengan berlindung pada kalimat “akan diproyeksikan menjadi menteri ….”

***

Keriuhan perbincangan soal kabinet ini, saya ibaratkan dengan suara tokek.  Tatkala berbunyi dengan jeda tertentu memecah kesunyian malam, kita memberikan “vote” benar pada bunyi pertama dan salah pada bunyi selanjutnya. Demikian seterusnya hingga si tokek tersebut berhenti berbunyi. Jawaban final bisa jadi benar, bisa pula salah.

Kurang lebih lima tahun lalu, saat penyusunan Kabinet SBY Jilid I, hampir semua media massa memprediksi bahwa seorang tokoh pengusaha nasional yang terkenal bergerak dalam industri elektronika akan menjadi menteri X. Faktanya, tokoh itu terlempar dari bursa menteri, sekalipun sudah dipanggil SBY di Puri Cikeas. Bisa terjadi pula pada kabinet mendatang ini. Tidak ada jaminan bahwa seorang tokoh yang dipanggil “wawancara” dengan SBY dipastikan jadi menteri. Sekalipun sudah lolos tes kesehatan di RS AD Gatot Subroto.  Pendek kata, penyusunan kabinet itu masih merupakan misteri hingga detik-detik terakhir diumumkan secara resmi oleh presiden.

Jadi apa yang dapat kita petik dari keriuhan soal Kabinet SBY Jilid II ini? Semua orang dan semua kalangan boleh-boleh saja yakin bahwa si X atau si Y akan menjabat kementrian tertentu. Tatkala diumumkan secara resmi, bisa jadi “Tebak-tebakan Politik”  itu benar. Namun saya ingatkan jangan pula kecewa jika ternyata ada juga yang meleset. Wong namanya tebak-tebakan.

Dalam soal siapa tokoh dan jabatan apa yang akan diembannya mendatang, kita hendaknya memposisikan layaknya penumpang bajaj. Tidak ada seorangpun yang bisa menebak, bilamana dan pada kondisi apa si bajaj itu akan berbelok? Demikian pula dalam penyusunan Kabinet SBY Jilid II Periode 2009-2014. Letak persamaannya yang hampir mirip: “Hanya si pengemudi bajaj dan Tuhan saja yang tahu” Dalam konteks kabinet, “Hanya Presiden SBY dan Tuhan saja yang tahu!”.

Lantas, orang-orang dekat semisal istri SBY, Ibu Ani Yudhoyono, Sudi Silallahi, Andi Mallarangeng, dan putra SBY Ibas B Yudhoyono, apakah tidak tahu soal itu? Mereka  hanya dapat bocorannya saja….

==> Baca pula prediksi Kabinet SBY-Boediono versi sebuah Portal Berita, klik Sini.

*****


Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Politik Nasional dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s