Namanya Unik dan Nyentrik: Super Petir!


Whats My Name (http://www.djearworm.com)

Whats My Name (http://www.djearworm.com)

SUATU waktu saya terperangah tatkala isteri bercerita bahwa ada seorang teman SMA-nya bernama Zinatul Hayati. Spontan saya bereaksi dan mengartikan nama itu: zina sepanjang hayat! Jawaban saya salah, Zinatul ternyata berarti hiasan atau perhiasan. Jadi kurang lebih artinya hiasan sepanjang hayat.

Terkait soal nama, belum lama ini di mailing list tertutup yang saya ikuti, seorang  member mendaftarkan  temannya sebagai anggota baru. Nama yang didaftarkan cukup unik dan nyentrik: Super Petir!

Tak urung, moderator milis Saudara M Ichsan Loelembah yang juga mantan anggota DPD-RI mempertanyakan soal nama itu, “Mohon maaf, mau nanya sedikit, nama aslinya memang Super Petir? Soalnya milis membutuhkan nama asli.”

Pertanyaan moderator milis itu telah dijawab betul oleh rekannya yang lain. Sebagai catatan, Bung Super Petir ini kini bekerja sebagai Regional Sales Manajer PT Shell Indonesia. Ia merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Lampung (Unila).

***

Soal pemberian nama bagi seseorang memang hak prerogatif orang tuanya. Kita sebagai penyandang nama itu boleh mempertanyakan asal-muasal namanya, namun tidak boleh protes mengapa diberi nama  ini dan itu. Tidak ada orang tua dalam memberi nama kepada anaknya tidak mempunyai maksud tertentu. Dan nama yang telah melekat pada diri seseorang memiliki seribu satu maksud mulia dari orang tuanya.

Dalam konteks tulisan ini, nama “Super Petir“, kelihatannya nama yang cukup unik. Begitulah adanya. Akan tetapi, didalam nama tersebut terkandung maksud agar si anak memiliki mental dan jiwa-raga yang kokoh sebagaimana layaknya petir yang membelah langit. Sebuah nama yang tidak jauh-jauh beda dengan nama yang telah beken sebelumnya: Guruh, Guntur, Taufan dan nama-nama fenomena alam lainnya.

Bisa jadi setelah kejadian Tsunami tahun 2004 lalu di Aceh, ada orang tua yang memberi nama anaknya Ahmad Tsunami atau Tsunamiwati, sebagai pengingat akan bencana dahsyat yang pernah dialami orang tuanya, atau si pemilik nama saat itu tengah dalam kandungan. Demikian pula, misalnya, pasca bencana gempa bumi di DIY-Jateng Tahun 2006 dan Sumbar-Jambi Tahun 2009 baru-baru ini, ada orang tua yang memberi nama anaknya “Gempa”  atau “Lindu”. Namun bisa juga biar sedikit unik diberi nama  “Eatquak” (kependekan dari earthquake yang artinya gempa bumi). Ha..ha..ha… Asalkan si orang tua tidak salah saja memberinya nama “Quaker”.  Yang terakhir ini nama produk makanan lho!

***

Terkait erat soal nama-nama individu, nampaknya ada kecenderungan pula mengikuti konteks jamannya. Tahun-tahun 1970-an dan 1980-an, nama-nama yang  ngetrend dan pasaran antara lain: Agus, Budi, Rudi, Bambang dan lain-lain. Atau nama-nama berdasarkan urutan angka dalam bahasa Sansekerta: Eka, Dwi, Tri dan seterusnya. Termasuk nama saya ini juga nama pasaran. He..he..he….

Sedangkan di era 1950-an, 1960-an atau sebelumnya orang Jawa, misalnya, menamai anaknya baik perempuan atau laki-laki dengan awalan “Su”.  Yang artinya: baik. Contohnya: Sunarto, Subali, Suwarni, Sukesih dan sebagainya. Kadangkala, orang Jawa juga menamai anaknya berdasarkan “weton” kelahirannya. Karenanya ada orang dengan nama seserti: Wage, Legi, Pon.

Dekade 1990-an, trend nama-nama diatas telah bergeser. Nama-nama seperti Agus, Rudi, Bambang, Budi menghilang dari peredaran. Orang tua yang semakin tinggi persentuhannya dengan dunia luar menamai anaknya dengan “nama-nama kosmopolitan”. Maka lahirlah nama-nama: Kevin, Mailaf (dari kata My Love), Kaisar, Rudolfo, Mario, Diego dan nama-nama lain yang indah dibaca atau didengar.

Sementara itu, nama-nama awalan atau akhiran individu yang bersinggungan dengan keyakinan agamanya masing-masing masih tetap dipertahankan. Seperti: Muhammad, Ahmad, Siti dan sebagainya.

****

Berjalin-kelindan dengan apa yang sedang saya tulis ini,  pujangga kenamaan Inggris, William Shakespeare, dalam “Romeo and Juliet” (Act II, Scene II) mengatakan,  “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.” Terjemahan bebasnya, “Apakah artinya sebuah nama. Sekuntum bunga mawar sekalipun diberi nama yang lain, ia akan semerbak mewangi baunya.”

Dari ungkapan Shakespeare di atas, saya tarik benang merahnya: bukan soal siapa namamu kini. Baik, indah, unik, aneh bagaimanapun itu “hadiah terindah” dari orang tuamu. Terimalah apa adanya.

Sekalipun namamu itu kedengaran indah di telinga, namun kamu tidak berbuat bagi kemaslahatan orang di sekelilingmu. Atau kamu tidak mendharmabaktikan sesuatu yang dimiliki bagi kemajuan sekelilingmu, namamu hanyalah sekedar nama. Tidak ada artinya bagi masyarakat, nusa, bangsa dan agamamu.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Budaya dan tag , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Namanya Unik dan Nyentrik: Super Petir!

  1. hadisome berkata:

    saya menggunakan nama belakang saya di dunia online, nama tengah dipakai di kantor dan kuliah, nama depan di sd-sma, nama kecil di rumah sekaligus panggilan para keponakan. jd begitu ada yg manggil Hadi, dipastikan dia kenalan saya dari dunia maya hehehehe…

  2. syaiful berkata:

    kalau saya tidak punya nama depan dan belakang hanya singkat saja SYAIFUL. salam kenal.

  3. Herlindah Petir berkata:

    Ass.ww, hallo pak dwiki… sepertinya yg bapak maksud ‘super petir’ di tulisan ini adalah suami saya. Saya sendiri menambahkan nama belakangnya di belakang nama saya. Memang sangat banyak teman dan kerabat saya penasaran mengapa suami saya bernama ‘super petir’. mungkin sy bisa sedikit berbagi cerita. SUPER= Sidang Umum Pertama pd tgl 11 Maret 1978 (tepat pd saat suami sy lahir) kemudian PETIR=thunder alias petir yg menggelegar, karena di kotabumi (lampung utara) pd saat ia lahir terjadi hujan disertai petir yg menggelegar. Pd saat itu bapak nya (mertua saya) seorang polisi, dimana setelah melihat anaknya lahir sejenak, langsung berangkat ke Jkt untuk bertugas mengamankan sidang umum tersebut. jadilah anaknya diberi nama SUPER PETIR. demikian pak, semoga bisa melengkapi tulisan bapak yg sangat menarik ini.. Keep Writing pak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s