Pergelaran Sendratari Menak Sopal Krida Kabupaten Trenggalek Jawa Timur


Anjungan Jawa Timur (http://www.tamanmini.com)

Anjungan Jawa Timur (http://www.tamanmini.com)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama Manajemen Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII) akan mempersembahkan Pesona Budaya Jawa  Timur, Sendratari bertajuk “Menak Sopal Krida” dari Kabupaten Trenggalek. Paket budaya ini Insya Allah berlangsung pada Sabtu 24 Oktober 2009 Pukul 19.00 WIB di Anjungan Jawa Timur TMII Jakarta.

Momen budaya ini merupakan Paket Acara Khusus Pemprov Jawa Timur setiap tahun sekali di TMII Jakarta. Sedangkan kabupaten atau kota yang akan menampilkan pesona budayanya, digilir setiap tahun dari 29 kabupaten dan 9 kota yang ada di Jawa Timur. Untuk tahun 2009 ini, giliran Kabupaten Trenggalek yang mendapat kesempatan, dengan mempergelarkan Sendratari Menak Sopal Krida.

Sementara itu, untuk Susunan Acara Pesona Budaya Jawa Timur Tahun 2009 di TMII dimaksud sebagai berikut:

  • 19.00 – 19.45 WIB : Menyaksikan pameran produk unggulan industri kecil Jawa Timur dan santap malam
  • 19.45 – 19.55 WIB : Memasuki Arena Pertunjukan
  • 19.55 – 20.10 WIB : Penayangan Multimedia
  • 20.10 – 20.15 WIB : Pembukaan
  • 20.15 – 20.25 WIB : Tari Turangga Yaksa
  • 20.25 – 20.35 WIB : Sambutan Bupati Trenggalek
  • 20.35 – 20.45 WIB : Sambutan Gubernur Jawa Timur
  • 20.45 – 20.55 WIB : Tari Teleng Kencana
  • 20.55 – 21.40 WIB : Sendratari “Menak Sopal Krida”
  • 21.40 – 22.00 WIB : Penyerahan bunga tangan kepada artis dan cinderamata kepada Duta Besar/Perwakilan Negara Sahabat.

***

Adapun sinopsis tari dan sendratari yang akan ditampilkan pada momen budaya di atas, masing-masing Tari Turangga Yaksa, Tari Teleng Kencana dan Sendratari Menak Sopal Krida sebagai berikut:

TARI TURANGGA YAKSA. Tari Turangga Yaksa adalah tari jaranan khas Trenggalek. Tari jaranan banyak terdapat di daerah lain. Bedanya terletak pada bentuk kuda kepang yang digunakan terbuat dari ulit Sapi atau Kerbau berbentuk kuda berkepala raksasa berambut lebat menggambarkan nafsu angkara. Seni tari ini semula dimainkan pada pelaksanaan acara “Baritan” sebagai ungkapan syukur atas hasil pertanian yang melimpah serta keselamatan hewan piaraannya. Tari Turangga Yaksa mempunyai makna kemampuan manusia di dalam mengendalikan nafsu angkara, sehingga tercipta daya pikir yang jernih (padang ing penggalih). Dengan irama gending dan tarian yang energik, Tari Turangga Yaksa ini juga menggambarkan semangat membangun dari masyarakat Trenggalek yang dinamis dan tak pernah henti.

TARI TELENG KENCANA. Jaman dulu, ketela hanya dijadikan gaplek dan dibuat nasi thiwul. Setelah melalui proses dan beberapa periode ketela pohon dapat diolah masyarakat Trenggalek menjadi bermacam jenis makanan. Dan yang terakhir diolah menjadi tepung “Kasaya” dan menjadi bagian dari produksi unggulan di Kabupaten Trenggalek. Teleng Kencana menyitir proses perkembangan pengolahan ketela pohon menjadi tepung “Kesaya” dan sekarang kegunaan ketela pohon mengalami jaman keemasan. Teleng adalah tela atau tepung. Kencana adalah emas.

SENDRATARI MENAK SOPAL KRIDA. Dikisahkan pada pertengahan abad ke-16, Menak Sopal sangat prihatin melihat sawah masyarakat Trenggalek selalu kekeringan dan gagal panen. Ia lalu mengajak masyarakat menaikkan kali Bagong dengan membuat bendungan. Namun kerja keras yang dilakukan selalu gagal, karena setiap begitu selesai bendungan runtuh. Dari wangsit yang diperoleh, bendungan supaya diberi tumbal Gajah Putih. Untuk itu bebagai upaya dilakukan oleh Menak Sopal agar dapat meminjam Gajah Putih milik Mbok Rondho Krandon, yang selanjutnya dijadikan tumbal pembuatan bendungan kali Bagong. Begitu tahu Gajah Putih miliknya dijadikan tumbal, Mbok Rondho Krandon marah dan minta pengadilan ke Adipati Trenggalek. Pembangunan bendungan terus dilaksanakan oleh pengikut Menak Sopal hingga selesai. Sampai saat ini, Dam atau Bendungan Bagong masih berfungsi dengan baik. Sekarang ini, setiap peringatan Bersih Dam Bagong dikorbankan seorang Kerbau Bule sebagai pengganti Gajah Putih yang dilaksanakan setiap hari Jum’at Pon Bulan Sela penanggalan Jawa. Kegiatan ini telah menjadi salah satu atraksi wisata Kabupaten Trenggalek yang dimeriahkan dengan aneka pertunjukan kesenian.

***

Kepada Pembaca yang berminat menyaksikan Pesona Budaya Jawa Timur Tahun 2009 diatas, silakan kontak dibawah ini untuk memperoleh undangannya.

  • Anjungan Jawa Timur TMII Jakarta. Telepon (021) 8409350, 8409351; Faksimile (021) 8406810.
  • Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur. Telepon (021) 3151902; Faksimile (021) 3100393.
  • Protokol TMII Jakarta. Telepon (021) 8409240

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Budaya dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s