Pengalaman Dimarahi dan Diusir Alumni HMI Ketika Mengajukan Proposal Dana


dari kiri Yudo Pramono dan Dwiki Setiyawan

dari kiri Yudo Pramono dan Dwiki Setiyawan

SEKALIPUN kejadiannya sudah berselang hampir dua puluh tahun silam, bila mengingat sandiwara kehidupan satu babak ini jadi tertawa sendiri. Menggelikan dan agak konyol pabila pembaca menelusuri lebih lanjut pengalaman ringan ini.

Layar pertunjukan dibuka tatkala Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solo berencana menyelenggarakan Intermediate Training (Intra) atau Latihan Kader II Tingkat Regional se-Jawa di awal tahun 1990-an.  Sebagai Sekretaris Steering Committee (SC) atau Panitia Pengarah LK II tersebut, saya bersama Tim SC yang dibentuk segera menyiapkan jadwal acara, materi-materi, narasumber, dan cabang-cabang mana saja yang diundang.

Tatkala undangan dikirim via pos ke cabang-cabang HMI se-Jawa, pada saat hampir bersamaan SC juga membantu Organizing Committee (OC) atau Panitia Pelaksana yang kebetulan saat itu mengeluh susah mendapatkan dana kegiatan. Karena waktu yang telah mendesak, kami pun segera bergerak cepat membantu mencarikan  dana.

Bersama saudara Yudo Pramono selaku Ketua SC, kami memetakan alumni-alumni mana saja di kota Solo yang selama ini belum digarap HMI untuk dimintai dana. Salah satu alternatif menggali dana, mengundang narasumber yang juga alumni HMI dan kebetulan punya posisi. Diantaranya A. Malik Fadjar yang saat itu menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) dan Oesaid Ismail Koeddah yang kala itu Kepala Cabang Bank Exim Solo. Proposal dilayangkan. Meminta sebagai narasumber, sekaligus permohonan partisipasi membantu dana. Keduanya pada saat itu memohon maaf pada panitia belum bisa menjadi narasumber namun memberi bantuan dana. Alhamdulillah.

Lebih kurang 250 meter sebelah Timur Kampus Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) Pabelan, terdapat Rumah Sakit Islam (RSI) Solo –kini bernama Rumah Sakit Yarsis. Info yang kami dapat, Direktur Utama RSI tersebut adalah alumni HMI Yogyakarta. Namanya dr Sugiat. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta dekade 1960-an.

Di partai politik, dr Sugiat pernah menjabat sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta. Sedangkan di parlemen, ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dan DPR-RI mewakili PPP. Terakhir, nama dr Sugiat santer disebut-sebut tatkala DPP Partai Kebangkita Bangsa (PKB) mengalami kekisruhan tatkala Gus Dur selaku Ketua Dewan Syuro memecat A. Muhaimin Iskandar dari kursi Ketua Dewan Tanfidziyah. Sekalipun pada akhirnya Muhaimin yang tampil sebagai pemenang konflik internal itu. Di DPP PKB, dr Sugiat duduk sebagai anggota Dewan Syuro dan termasuk salah satu orang kepercayaan Gus Dur.

Berbekal proposal kegiatan, bersama saudara Yudo Pramono kami pun segera meluncur ke RSI. Di kalangan para dokter, dr Sugiat ini terkenal sebagai pakar dalam “mengobati rumah sakit yang sakit” . Maksudnya, keahliannya pada membenahi manajemen rumah sakit. Begitu rumah sakit yang sakit telah sehat kembali, maka ia akan pindah ke rumah sakit lainnya yang tengah mengalami sakit. Demikian seterusnya. Karena kesibukannya mengurus bukan hanya satu rumah sakit saja, maka ia hanya hadir pada hari Sabtu dan Minggu di Solo.

Kami berdua menunggu di luar ruangan dirut, sebelum akhirnya oleh seorang asisten dipersilakan menghadap Dirut RSI dr Sugiat. Berbincang basa-basi sejenak dengan beliau, hingga akhirnya kami kemukakan maksud dan tujuannya hari itu silaturahmi. Belum sempat proposal dana kami berikan, sekonyong-konyong ia berdiri dari tempat duduknya. Dengan muka memerah dan suara meninggi maka meledaklah amarahnya memecah keheningan ruangan itu. Kami berdua sangat terkejut.

Kira-kira ia ungkapkan kejengkelan dan kemarahannya itu dengan kalimat seperti ini, “Kalian kader HMI yang tidak tahu diri. Saya itu gerah dengan kelakuan adik-adik HMI. Boro-boro mengundang saya sebagai pembicara. Atau meminta pertimbangan-pertimbangan tertentu untuk kemajuan organisasi. Tapi, datang menemui alumninya hanya untuk meminta dana saja!” Saudara Yudo yang duduk di sebelah saya mencoba berkelit, namun belum sempat kalimatnya selesai, dr Sugiat tambah meninggi emosinya. Ia mengangkat tangan kanan menunjuk pintu keluar. “Cepat, tinggalkan ruangan ini segera. Saya tidak mau melihat lagi kalian di sini.” Akhirnya dengan perasaan dongkol dan menahan malu  kami tinggalkan ruangan dirut RSI itu. Di luar, kami memaki-maki alumni HMI yang satu ini.

***

dari kiri dr Sugiat, Dwiki Setiyawan, Tri Endraningsih, Chiara Sabrina Ayurani dan Hanik Sugiat

dari kiri dr Sugiat, Dwiki Setiyawan, Tri Endraningsih, Chiara Sabrina Ayurani dan Hanik Sugiat

Selang beberapa bulan kemudian, saya sendirian kembali menghadap dr Sugiat di RSI. Begitu masuk dan berjabatan tangan, saya mengingatkan beliau bahwa beberapa bulan sebelumnya kami diusir dari ruangan yang sama.  Ia tertawa ngakak. Sikapnya lebih bersahabat ketimbang dulu. Dan  karenanya, saya agak santai dan cukup percaya diri menghadapinya. Kali ini saya datang membawa oleh-oleh makalah-makalah seminar, dan sebuah surat undangan untuk mengisi sebuah diskusi di kantor HMI Cabang Solo Jalan Yosodipuro 81.

Semenjak kejadian marah dan pengusiran dari RSI, tidak terlintas sedikipun di pikiran saya bahwa itu kemarahan dan pengusiran yang sesungguhnya. Seteganya-teganya alumni HMI sebagai senior, di hati mereka tetap ada perasaan sayang kepada yunior-yuniornya. Saya menganggap, bahwa puncak drama pengusiran dimaksud sebagai bagian dari socio-drama yang telah dipelajari semenjak jenjang Latihan Kader I. Pikiran-pikiran semacam itulah yang mengharuskan saya harus bertemu kembali dengan orang yang pernah memarahi dan mengusir kami. Saya berpikiran pula, jika tidak berani menghadap kembali, itu artinya kami tidak lulus suatu ujian yang tengah diujikan alumni HMI.

Semenjak itu, hubungan pribadi saya dengan dr Sugiat terjalin baik, termasuk dengan istri beliau. Saat saya di PB HMI, atas jasa baiknya calon istri saya yang mantan Ketua KOHATI Badko HMI Jabagteng dan lulusan Jurusan Sosial-Ekonomi Program Studi Sosiologi Pedesaan Fakultas Pertanian UNS diberi kepercayaan untuk mengelola koperasi pondok pesantrean (kopontren) Darul Tauhid di daerah Cariu Kabupaten Bogor selama beberapa waktu.

Pada 1999, tatkala anak pertama masih kecil,  kami beserta keluarga bersilaturahmi ke kediaman dr Sugiat di daerah Cempaka Putih Jakarta Pusat. Disusul kunjungan-kunjungan lain hanya untuk bertemu istri dr Sugiat, Yunda Hanik Sugiat.

Karena sandiwara telah selesai, izinkanlah saya menutup kembali layar yang sedari tadi terbuka lebar. Untuk di hari mendatang saya mulai lagi dengan pengalaman sandiwara yang tidak kalah serunya.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Pengalaman Dimarahi dan Diusir Alumni HMI Ketika Mengajukan Proposal Dana

  1. cakisma berkata:

    Ya.. begitulah mas ! tenang saja.. yang penting antum kan udah berhasil. jadi nti gantian marahin adik adiknya..!! gantian aja..

  2. endri berkata:

    haaaaaaaaa, itu namanya proses, kalo di HMI kyaknya mental2 kyak gitu lah yg di perlukan, agar tidak cemen

  3. endri berkata:

    Salam dari endri Anggota HMI Cabang Singkawang KAL-BAR

  4. HENDAYANA berkata:

    HMI Dan Ujian dua buah alur kehidupan yang melekat hal itu biasa dan membuat hidup jadi luar biasa lebih sering dimarahi dan di maki alumni HMI tentunya lebih memahami arti hidup ini sebagai sebuah kepahitan Salam Kenal Dari HMI Cab. Tasikmalaya

  5. alin berkata:

    dr. ahmad rudiyanto ialah direktur umum rsis surakarta… beliau jg kahmi cbg solo… knp tdk ksana sj?

  6. idris efendi berkata:

    Pengalaman yg menarik sekali kanda,patut untuk ditiru…salam kenal sya idris dari cabang ciputat….

  7. Aulia Arif berkata:

    salam kenal dari saya KAHMI Pangkalan Bun, Kalteng… Yakin usaha sampai…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s