Misi Khusus Anas Urbaningrum Sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR


Anas Urbaningrum 1999 (Dok Pribadi Dwiki)

Anas Urbaningrum 1999 (Dok Pribadi Dwiki)

BERKAITAN dengan posisi dan jabatan politik apa yang cocok pada diri Ketua Bidang Politik DPP Partai Demokrat  Anas Urbaningrum pasca Pemilu Legislatif, tanggal 30 April 2009 lalu saya antara lain menulis (klik sini), “Melihat karakter, kepribadian dan tipologi Anas Urbaningrum dimaksud menurut hemat saya sebaiknya pada Periode DPR-RI 2009-2014, ia tidak perlu didorong-dorong untuk menduduki jabatan eksekutif, misalnya, sebagai menteri. Atau menduduki jabatan pimpinan DPR-RI. Cukup ia berperan sebagai ketua untuk memimpin Fraksi Partai Demokrat DPR-RI sebagai fraksi terbesar di parlemen.”

Alhamdulillah, ternyata enam bulan kemudian atau tepatnya menjelang Rapat Paripurna DPR-RI Masa Bhakti 2009-2014 tanggal 1 Oktober 2009, Anas Urbaningrum ditugaskan partai (atau tepatnya ditunjuk Ketua Dewan Pembina SBY) menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR-RI.

Banyak orang setelah Partai Demokrat memenangkan Pemilu  Legislatif 2009 berspekulasi Anas Urbaingrum akan menduduki posisi sebagai menteri atau pimpinan DPR-RI. Lantas, adakah yang salah dengan penunjukan SBY kepada Anas tersebut? Mengapa ia hanya ditempatkan sebagai Ketua Fraksi DPR-RI?

Tak kurang pula politisi Partai Golkar yang kini menduduki salah satu Wakil Ketua DPR-RI, Priyo Budi Santoso, menduga-duga ada misi khusus berkaitan dengan penempatan Anas Urbaningrum sebagai Ketua DPR-RI.

Atas dua pertanyaan di atas dan sinyalemen Priyo Budi Santoso tersebut, tulisan ini dimaksudkan untuk menjawab hal-hal lain yang terlewat pada tulisan sebelumnya –sebagaimana saya kutip di awal postingan ini. Sekaligus untuk menimbang keberadaan Anas Urbaningrum dalam kapasitasnya sebagai Ketua FPD DPR-RI.

Tatkala SBY memutuskan Anas sebagai Ketua FPD DPR, hemat saya itu keputusan politik  yang brilyan dan visioner. Sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY sadar bahwa banyak legislator Partai Demokrat yang kini duduk di DPR-RI miskin pengalaman politik. Dari perbincangan sekilas dengan beberapa anggota DPR terpilih dari Partai Demokrat pasca Pemilu Legislatif, mereka tidak menduga sama sekali perolehan suara parpol itu melejit dramatis. Sekurangnya ada dua alasan yang mendasari.

Pertama, para caleg  sadar bahwa banyak masalah yang dihadapi berkenaan dengan kinerja pemerintahan SBY selama 5 tahun terakhir. Sekaligus pada saat yang sama mereka juga optimis lantaran kendaraan politiknya merupakan parpol pemerintah yang sedang berkuasa. Sehingga membuka kemungkinan  mendulang suara dari pemilih. Dengan demikian peluang antara kinerja pemerintahan yang biasa-biasa saja dengan keberadaan parpol pendukung pemerintahan berkuasa fifty-fifty. Namun di negara manapun, jika tidak ada krisis ekonomi yang akut, parpol pendukung pemerintahan berkuasa berpeluang besar mencuri suara pemilih.

Kedua, ketatnya persaingan antar kandidat lantaran keterpilihan caleg didasarkan suara terbanyak. Konsekwensinya, baik sesama caleg internal maupun caleg eksternal parpol lainnya bertarung hidup atau mati (to be or not to be) dengan mengerahkan sumberdaya yang dimilikinya masing-masing  pada masa kampanye pemilu.

Dibalik tabir riuh-rendahnya soal-soal yang saya kemukakan itu, saya kira banyak  orang yang tidak tahu bahwa pada saat yang bersamaan, di bawah permukaan  berlangsung “operasi senyap” guna memenangkan Partai Demokrat. Terasa namun sulit dibuktikan.

Atas dasar masih minimnya kapasitas pribadi dan pengalaman politik legislator baru Partai Demokrat yang kini duduk di DPR-RI itulah, sosok Anas Urbaningrum diperlukan untuk menutup beberapa kelemahan kolega-koleganya dalam hal pencitraan politik di hadapan publik. Disamping, pada saat yang berbarengan, Anas diharapkan dapat menularkan ketrampilan-ketrampilan teknis berdiplomasi dan wawasan politik kepada para legislator Partai Demokrat.

Di jalur politik yang kini sedang ditempuhnya, Anas sesungguhnya tengah dikader SBY untuk lebih piawai dalam mendayung biduk (bagi dirinya sendiri maupun kepentingan partai) guna menghindari ranjau-ranjau politik yang mungkin akan menghadangnya. Sebagai kepanjangan parpol di parlemen, kepiawaian dan kematangan serta ketrampilan menahkodai kapal tersebut, akan menentukan pula lisensi yang akan diperoleh Anas untuk promosi ke jenjang politik yang lebih tinggi di kemudian hari. Untuk soal terakhir, saya rasa Anas Urbaningrum bisa sewaktu-waktu naik pangkat, tak perlu menunggu hingga lima tahun ke depan.

Diantara berderet kader-kader Partai Demokrat saat ini, saya rasa orang yang memiliki kesamaan-kesamaan dengan sosok SBY dalam banyak hal, Anas Urbaningrum lah orangnya. Pembaca jangan terkecoh mengapa ia hanya ditempatkan sebagai Ketua FPD DPR-RI. Justru dari posisi yang sangat strategis inilah, ia akan menjelma menjadi politisi yang akan disegani kawan dan lawan politiknya di hari-hari mendatang. Dengan demikian, terjawab sudah pertanyaan dan sinyalemen yang mencuat di awal tulisan ini.
*****
Dwiki Setiyawan, mengamati politik nasional kekinian dari pinggiran.

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Politik Nasional dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Misi Khusus Anas Urbaningrum Sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR

  1. dolvo berkata:

    pokok e aku ndak eruh mas memange ada misi khusus yang mungkin untuk posisi belajar dimatangkan dan begitu matang maka intan tersebut jelas akan lebih kelihatan .dan jelas bahwa mungkin sby ndakmau barang indahnya jadi busuk sebelum matang karena ujian ujian sebenarnya ada di DPR ( FRaksi ) sedangkan.jadi kalau aku wong deso mas yo poko e diimbu dimasukkan dalam kawah ben mateng lan mbranang yo ki oce wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s