Sepenggal Cerita Tersisa Buka Bersama Kompasiana


PEMBACA budiman. Acara buka bersama (bukber) Kompasiana di Rumah Makan Dapur Sunda Cipete Jaksel beberapa waktu lalu (14/9), menyimpan sepenggal cerita tersisa. Dan penggalan cerita itu, sekalipun berderu bagaikan sang bayu berlalu seiring perjalanan waktu, ia sebagai memori kolektif masih akan terkenang-kenang pada dataran kalbu siapapun yang menghadirinya.

Sebagaimana layaknya sebuah cerita, penggambaran jalannya suasana dapat ditulis dalam goresan-goresan teks, yang antara satu alinea dengan alinea lainnya berjalin-kelindan membentuk sebuah ornamen cerita utuh. Namun demikian, sebuah cerita tidak musti dinarasikan dengan goresan teks. Sebuah gambar saja, acapkali terkandung seribu makna dari suatu cerita. Apalagi bila hal tersebut dalam bentuk deretan gambar kronologis, pasti akan melahirkan sejuta makna bagi pelaku-pelaku didalamnya. Bahkan bagi non-pelakunya sendiri.

Untaian gambar yang saya tampilkan ini, merupakan sebuah ikhtiar agar ia memiliki sejuta makna bagi pembaca –utamanya yang hadir pada acara bukber dimaksud. Sudah barang tentu, ini ikhtiar yang kurang sempurna.  Sengaja tidak saya cantumkan captions nama-nama orang per orang. Salah satu alasannya, tidak semua peserta saya kenal semua. Untuk lebih adilnya, silakan pembaca sebutkan sendiri di gambar ke berapa foto pembaca terpampang!

Ada beberapa rekan Kompasianer yang luput dari jepretan kamera penulis. Antara lain: Bung Nurul yang kebetulan duduk berdampingan saat santap buka bersama; selanjutnya Bung Aris Heru Utomo dan Bung Junanto Herdiawan beserta istri; serta nama-nama lain yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.

Tiada gading yang tak retak. Mohon maaf sekiranya kurang berkenan.


Bukber Kompasiana 2009-1

Bukber Kompasiana 2009-1

Bukber Kompasiana 2009-2

Bukber Kompasiana 2009-2

Bukber Kompasiana 2009-3

Bukber Kompasiana 2009-3

Bukber Kompasiana 2009-4

Bukber Kompasiana 2009-4

Bukber Kompasiana 2009-5

Bukber Kompasiana 2009-5

Bukber Kompasiana 2009-6

Bukber Kompasiana 2009-6

Bukber Kompasiana 2009-7

Bukber Kompasiana 2009-7

Bukber Kompasiana 2009-8

Bukber Kompasiana 2009-8

Bukber Kompasiana 2009-9

Bukber Kompasiana 2009-9

Bukber Kompasiana 2009-10

Bukber Kompasiana 2009-10

Bukber Kompasiana 2009-11

Bukber Kompasiana 2009-11

Bukber Kompasiana 2009-12

Bukber Kompasiana 2009-12

Bukber Kompasiana 2009-13

Bukber Kompasiana 2009-13

Bukber Kompasiana 2009-14

Bukber Kompasiana 2009-14

Bukber Kompasiana 2009-15

Bukber Kompasiana 2009-15

Bukber Kompasiana 2009-16

Bukber Kompasiana 2009-16

Bukber Kompasiana 2009-17

Bukber Kompasiana 2009-17

Bukber Kompasiana 2009-18

Bukber Kompasiana 2009-18

Bukber Kompasiana 2009-19

Bukber Kompasiana 2009-19

Bukber Kompasiana 2009-20

Bukber Kompasiana 2009-20

Bukber Kompasiana 2009-21

Bukber Kompasiana 2009-21

Bukber Kompasiana 2009-22

Bukber Kompasiana 2009-22

Bukber Kompasiana 2009-23

Bukber Kompasiana 2009-23

Bukber Kompasiana 2009-24

Bukber Kompasiana 2009-24

Bukber Kompasiana 2009-25

Bukber Kompasiana 2009-25

Bukber Kompasiana 2009-26

Bukber Kompasiana 2009-26

Bukber Kompasiana 2009-27

Bukber Kompasiana 2009-27

Bukber Kompasiana 2009-28

Bukber Kompasiana 2009-28

Bukber Kompasiana 2009-29

Bukber Kompasiana 2009-29

Bukber Kompasiana 2009-30

Bukber Kompasiana 2009-30

***

Dari untaian 30 (tiga puluh) gambar di atas, ternyata tidak ada satu pun gambar saya sendiri. Sebagai kompensasi dan pelipur lara, izinkan saya menampilkan dua buah foto pribadi. Diambil saat mudik lebaran 1430 Hijriah ke Yogyakarta tempo hari.

Dengan harapan, bagi Kompasianer yang belum tahu tampang diri saya –dan setelah menatapnya– bisa menyimpulkan: di satu sisi betapa serius guratan wajahnya, sementara di sisi lain masih bisa menebar senyum simpul pada orang lain. Dan, kompasianer juga bisa menghela komentar, “kok sempat-sempatnya meng-upload sebegitu banyak gambar dalam satu postingan.”  He..he..he…

Melepas Penat di Magelang Jawa Tengah

Melepas Penat di Magelang Jawa Tengah

Wawancara Bank Syariah di BMT Tumang Cepogo Boyolali

Wawancara Bank Syariah di BMT Tumang Cepogo Boyolali

Salam Kompasiana!

*****

Dwiki Setiyawan, anggota komunitas Blogger Kompasiana.

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s