Arsip Harian: 19 September 2009

Perbincangan Penis dan Vagina di Keluargaku

Sedari usia bawah tiga tahun (Batita), saya memang telah sepakat dengan istri untuk menyebutkan apa adanya mengenai organ-organ reproduksi seksual yan mereka miliki. Saya tidak mau memberi nama-nama lain seperti orang tua jaman dahulu yang justru asing bagi pemahaman mereka kelak soal dimaksud. Misalnya, penis diganti dengan istilah “burung” atau “lingga”; vagina dengan “nunuk” atau “yoni” dan seterusnya. Menurut hemat saya sih, hingga kini belum menjadi masalah. Jusru masalah buat teman-teman sepermainan anak saya yang merasa asing dengan kata itu. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , , , , | 4 Komentar

Puncak Kemasgulan Pengendara di Perlintasan Kereta Api

Nah, soal menunggu kereta api yang akan lewat di perlintasan, tahukah pembaca apa yang menjadikan puncak dari kemasgulan pengendara? Lamanya menanti kereta api yang akan lewat adalah salah satu kemasgulan. Ternyata, yang membuat para pengendara di puncak kemasgulan tatkala menanti di perlintasan kereta api, yang satu ini: kereta yang lewat hanya lokomotifnya saja!

Mungkin di langit pikiran pengendara harus ada korelasi antara menunggu lama kereta api yang akan lewat dengan panjangnya rangkaian kereta tersebut. Biarpun demikian itu tetap si banteng besi. Walau cuma lokomotif saja yang lewat, pabila menyeruduk tak kalah sadisnya dengan yang berangkaikan gerbong-gerbong di belakangnya bukan?
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Langkah | Tag , , | Meninggalkan komentar