Sejenak Mengenal Pengarang Religi Kenamaan Karen Armstrong


SEJARAH TUHAN. Demikianlah judul provokatif sebuah buku tebal yang diterbitkan oleh Mizan Bandung beberapa tahun lalu. Bagi pemeluk teguh agama dari apapun latarnya di Indonesia (dan belum pernah tahu buku tersebut), membaca sekilas judulnya saja di rak-rak toko buku  dipastikan akan terkejut dan sudah barang tentu mengguncang keimanan. Tuhan ada sejarahnya: sejak kapan sejarah itu dimulai, peristiwa apa yang menonjol, bagaimana kronologisnya rentetan peristiwanya dan sebagainya? Teka-teki di langit pikiran tersebut, selanjutnya akan dibarengi keingintahuan untuk mengetahui kandungan isi buku.

Di negeri-negeri lain (terutama di Amerika Serikat dan Belanda), tatkala buku itu diterbitkan dan selanjutnya diterjemahkan dalam bahasa lain, sudah cukup menimbulkan kehebohan. Namun apabila ditilik lebih lanjut, ternyata bukan sangkaan di awal tulisan ini yang dimaksudkan. Dalam pandangan penulisnya, yang dimaksud “Sejarah Tuhan” tiada lain adalah sejarah 3 (tiga) Agama Samawi yang asal-usulnya bisa dirunut sejak 4000 tahun silam; semenjak Nabi Ibrahim memproklamasikan keimanan yang dianutnya sebagai penganut monoteisme. Kepercayaan akan Tuhan Yang Satu. Ibrahim pulalah nenek moyang dari rasul-rasul penyebar ketiga agama samawi itu: Yahudi, Kristen dan Islam.

Dalam bahasa aslinya Inggris, buku Sejarah Tuhan itu bertajuk A History of God: The 4000-Year Quest of Judaism, Christianity and Islam. Pengarangnya seorang perempuan mantan biarawati enerjik asal Inggris. Produktif dalam menulis, dan telah banyak menghasilkan buku-buku inspiratif dan berpengaruh di dunia, terutama yang berkaitan dengan studi perbandingan agama.  Dia adalah Karen Armstrong.

Lahir pada 14 November 1944 di Wildmoor Worcestershire, Karen Armstrong merupakan pengarang religi kenamaan asal Inggris yang tersohor berkat karya-karyanya dalam perbandingan agama. Bukunya yang sangat sukses adalah Sejarah Tuhan seperti saya singgung di awal tulisan. Buku-buku lain karyanya juga sukses. Pada bagian akhir tulisan ini akan saya sajikan karya-karya Karen lainnya baik dalam bentuk artikel jurnal maupun buku. Kesemuanya merupakan karya yang inspiratif dan berpengaruh.

Menurut Ahmadun Yosi Herfanda dalam sebuah tulisannya di harian Republika, ciri-ciri utama buku yang inspiratif dan berpengaruh yakni mampu menciptakan arus pemikiran besar bahkan ikut mengukir sejarah sebagai pendorong arus perubahan sosial, adalah tebal, konseptual, visioner dan mendasar. Buku-buku tersebut ditulis dengan sungguh-sungguh,  didasari riset mendalam dan disertai olah pikir yang benar-benar matang. Ciri lainnya, buku yang ditulis oleh pengarangnya segera diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa di luar bahasa aslinya oleh penerbit lain di pelbagai negara. Buku-buku karya Karen Armstrong masuk pada ciri di atas. Demikian pula, buku-buku dia telah diterjemahkan dalam 40 bahasa di seluruh dunia. Termasuk beberapa karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

***

Biografi Spiritual Karen Armstrong (http://www.mizan.com)

Biografi Spiritual Karen Armstrong (http://www.mizan.com)

Pembaca yang ingin lebih lengkap mengenal sosok Karen, silakan baca buku biografi spiritualnya, The Spiral Staircase, My climb out of Darkness yang diterjemahkan oleh Penerbit Mizan Bandung menjadi Menerobos Kegelapan.

Menerobos Kegelapan, merupakan perjalanan hidup dan kehidupan spiritual  Karen Armstrong, seorang mantan biarawati dalam mencari Tuhan-nya.

Setelah beberapa tahun tinggal di biara, Karen memutuskan untuk keluar dari Biara. Kariernya sebagai penulis terkenal ternyata bukanlah awal cita-citanya. Perjalanan hidup Karen menjumpai banyak kegagalan dan kekecewaan,  mengalami tahun-tahun keterasingan dalam pencarian kehidupan spiritual di biara tanpa menemukan Tuhan, merasa terpisah dari sisa kemanusiaan seperti “di belakang lembar kaca” hingga pada akhirnya membawa dirinya menjadi penulis.

Buku Menerobos Kegelapan bukanlah kisah biografi spiritualnya yang pertama. Dua buku sebelumnya, Through the Narrow Gate mengisahkan pengalamannya sebagai biarawati Katolik Roma selama tujuh tahun dan Beginning the World yang bertutur tentang pengalamannya setelah keluar dari biara.

Karen sendiri menyebutkan Beginning The World sebagai buku terburuk yang pernah ditulisnya karena tidak menampilkan gambaran utuh kepada pembaca mengenai pengalamannya. Dengan demikian The Spiral Staircase, My Climb out of Darkness hadir sebagai sebuah  keinginan berbagi pengalaman spiritualnya secara lebih menyeluruh.

Dalam buku Menerobos Kegelapan, Karen mengungkapkan keyakinan independen mengenai Tuhan yang dikatakannya sebagai “freelance monotheism“.  Sebagai seseorang yang terdidik dalam buaian sastra, tidak diragukan lagi bahwa ia terpengaruh puisi-puisi sufi karya pengarang TS Eliot. Istilah metafor tangga spiral dalam olah rohani menerobos kegelapan menuju gerak naik menuju titik terang, sesungguhnya, berasal dari puisi TS Eliot bertititel “Ash Wednesday”.

Ada banyak argumentasi, pernyataan dari Karen juga dapat menjadi bahan renungan bagi kita semua sebagai makhluk beragama, seperti tentang pendapatnya mengenai Perang Salib. Dalam bukunya Holy War: The Crusades and their Impact on Today’s World (1988) yang juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Serambi sejak 2003 lalu dengan judul Perang Suci, Karen mengatakan bahwa ia sekarang percaya bahwa Perang Salib adalah salah satu sebab langsung dari konflik di Timur Tengah saat ini. Menurut Karen, pernyataan ini mengejutkan, seraya mengungkap dirinya akan menyambut kesempatan itu untuk menggali tesis tersebut secara lebih mendalam.

Ia selanjutnya mencoba membangun tesis apa yang disebutnya “visi tiga sisi” (triple vision). Mengenai soal tersebut, ia memaparkan sekilas tentang apa yang disebutnya sebagai kebijakan visi tiga sisi:

Ketika mencoba untuk bersikap obyektif, kita biasanya berkata bahwa kita ingin melihat “kedua” sisi suatu pertanyaan. Namun, dalam konflik panjang antara ketiga agama itu terdapat tiga sisi. Pada setiap titik saya akan mencoba mempertimbangkan posisi dan sudut pandang dari orang-orang Yahudi, Kristen dan Islam. Semenjak Perang Salib, ketiga umat itu telah terkena dampak yang berbeda-beda, dan hubungan semula yang mereka punyai sebelum itu telah dipenuhi kebengisan dan perasaan yang menyakitkan. Tragedi terbesar muncul ketika satu tradisi berusaha menghancurkan dua tradisi lainnya atau ketika dua tradisi itu bergabung untuk sepenuhnya mengabaikan tradisi ketiga… Visi tiga sisi itu secara mendasar telah mengubah pandangan saya tentang Timur Tengah. Ia telah memberi saya sebuah apresiasi baru perihal mekanisme prasangka.

***

Muhammad Nabi untuk Jaman Kita (http://www.harpercollins.com)

Muhammad Nabi untuk Jaman Kita (http://www.harpercollins.com)

Dalam sebuah bukunya, Karen mengakui dirinya sejak kecil terdidik dalam teologi dan sastra. Keduanya sama-sama mengajarkan seseorang untuk mengaitkan kesamaan dengan ketidaksamaan, serta untuk melihat bahwa hal tersebut dapat menciptakan sebuah kebenaran baru.

Terhadap hasil telaahnya mengenai agama-agama, ia merekomendasikan perlunya menciptakan hati dan jiwa baru, yang jauh lebih penting ketimbang kenyamanan lahiriyah.

Dalam memandang umat agama lain, ia berpengharapan agar orang terlebih dahulu menghilangkan egonya masing-masing disertai pemberian rasa hormat dan penghargaan dalam mendekati orang lain. Buah dari sikap itu akan melahirkan toleransi; saling menenggang antara satu dengan lainya.

Ditekankan oleh Karen, “Semua tradisi besar (agama) mengatakan hal yang sama dalam banyak cara yang sama, meskipun perbedaan permukaan.” Mereka masing-masing mempunyai kesamaan, seperti yang diungkapkan  dari aturan emas ini:  Jangan lakukan kepada orang lain apa yang tidak akan anda lakukan kepada diri anda.

Sebagai pamungkas tulisan ini, perlu saya kemukakan bahwa disamping masih aktif menulis buku, Karen juga menjadi kolumnis mingguan di Guardian Inggris. Dan ia telah melanglang buana menjadi penceramah kajian-kajian yang menyangkut perbandingan agama. Atas dedikasinya itu, pada Mei 2008 ia dianugerahi Penghargaan Kebebasan Ibadah (the Freedom of Worship Award) oleh Roosevelt Institute Amerika Serikat. Selain itu ia juga menerima beberapa penghargaan lainnya bergengsi

Berikut ini Bibliografi Karen Armstrong…


Artikel-artikel Jurnal:

  • Women, Tourism, Politics” (1977)
  • The Holiness of Jerusalem: Asset or Burden?” (1998)
  • Ambiguity and Remembrance: Individual and Collective Memory in Finland” (2000)

Buku-Buku:

  • Through the Narrow Gate (1982)
  • The First Christian: Saint Paul’s Impact on Christianity (1983)
  • Beginning the World (1983)
  • Tongues of Fire: An Anthology of Religious and Poetic Experience (1985)
  • The Gispel According to Woman: Christianity’s Creation of Sex War in the West (1986)
  • Holy War: The Crusades and their Impact on Today’s World (1988)
  • Muhammad: a Biography of the Prophet (1991)
  • The English Mystics of the Fourteenth Century (1991)
  • The End of Silence: Woman and the Priesthood (1993)
  • A History of God: the 4000-Year Quest of Judaism, Christianity and Islam (1993)
  • Jerusalem: One City, Three Faiths (1996)
  • In the Beginning: A New Interpretation of Genesis (1996)
  • Islam: A Short History (2000)
  • Buddha (2000)
  • The Battle for God: Fundamentalism in Judaism, Christianity and Islam (2000)
  • Faith After September 11 (2002)
  • The Spiral Staircase (2004)
  • A Short History of Myth (2005)
  • Muhammad: A Prophet For Our Time (2006)
  • The Great Transformation: The Beginning of Our Religious Traditions (2006)
  • The Bible: A Biography (2007)
  • The Case for God (2009)

*****

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Religi dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sejenak Mengenal Pengarang Religi Kenamaan Karen Armstrong

  1. yos berkata:

    salut bgt buat beliau, klo boleh tau agama beliau ap ya???
    ————————————————————————-
    maz dwiki, klo berkenan tukeran link ya
    link blog maz dah q pasang di blog aq…
    dengan nama “dwikisetiyawan”
    dtunggu backlink blzannya
    terimakasih sebelumnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s