Pengalaman Menjadi Ketua Panitia HUT RI Tingkat RT (1)


Sepak Bola Sarung HUT RI (dwiki dok)

Sepak Bola Sarung HUT RI (dwiki dok)

Ada semacam beban moral dan tanggungjawab cukup besar tatkala saya menyanggupi menjadi Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI ke-63 Tingkat Rukun Tetangga (RT) pada tahun 2008 lalu. Beban moral dan tanggungjawab tersebut, Pertama, harus sukses kegiatan-kegiatan yang diselengarakanya. Kedua,  RT 008/010 Kelurahan Kalisari Pasar Rebo Jakarta Timur tempat saya bermukim dapat mempertahankan predikat juara umum lomba antar RT yang dilaksanakan RW setempat.

Lomba antar RT se-RW 010 itu sendiri diadakan setiap 2 (dua) tahun sekali. Olah raga dan event yang biasanya dilombakan meliputi: catur, bola volly putra dan putri, sepak bola, tenis meja, badminton, futsal putra  (tingkat SD dan SMP), jalan sehat dan kirab keliling RW (hanya saja yang satu ini tidak terlaksana).

Saat diminta warga menjadi ketua panitia HUT RI dimaksud masih di bulan Juni. Dengan demikian terbentang waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Segeralah disusun proposal kegiatan. Namun diam-diam terbersit di pikiran saya bagaimana caranya khusus kegiatan yang saya ketuai ini menyisakan saldo keuangan untuk suatu maksud tertentu.

Proposal kegiatan telah siap pada akhir bulan Juni, dan segeralah bersama panitia yang lain beraksi. Kemudian, saya masukkan surat permohonan beserta proposal kepada sponsorship yang ingin berpartisipasi pada HUT RI ke-63 itu. Diantaranya ke perusahaan operator selular dan perusahaan rokok.

Menjadi Panitia HUT Kemerdekaan RI kiri ke kanan Ridwan Dumroh, Wagiyo, Dwiki Setiyawan dan Zaenal Asikin

Menjadi Panitia HUT Kemerdekaan RI kiri ke kanan Ridwan Dumroh, Wagiyo, Dwiki Setiyawan dan Zaenal Asikin

Tentu saja saya harus mencari akal bagaimana agar perusahaan tertentu atau sponsorship tertarik dengan kegiatan-kegiatan yang diselengarakan. Ketemu. Lantaran Gelanggang Olah Raga (GOR) Kecamatan Pasar Rebo bertempat di RT 008 RW 010, karenanya GOR tersebut yang saya tonjolkan pada surat permohonan. Di samping itu, proposal kegiatan dijilid rapi dan full colour! Ini semata-mata agar menarik perhatian si sponsorship. Kalau tidak demikian, perusahaan mana yang mau melirik kegiatan kepanitiaan tingkat RT?

Pertandingan Catur Antar Rt HUT RI (dwiki dok)

Pertandingan Catur Antar Rt HUT RI (dwiki dok)

Dalam isi surat permohonan itu, saya katakan bahwa GOR Kecamatan Pasar Rebo letaknya sangat strategis. Berada di jalan raya yang banyak dilalui orang, dan sponsorship bisa memasang spanduk atau baliho di sekeliling GOR. Saya kemukakan pula, sebelum mengambil keputusan memberikan sponsorship hendaknya dilakukan survei ke lapangan terlebih dahulu.  Dibagian akhir surat permohonan, saya cantumkan nomor kontak person dengan hurup tebal yang bisa segera dihubungi.

Hal lainnya terkait dengan pengajuan kerjasama sponsorship itu, proposal saya masukkan pada awal Juli. Terpikir kalau dimasukkan pada akhir Juli atau awal Agustus pasti di meja bagian marketing atau humas suatu perusahaan sudah menggunung proposal yang masuk. Bisa-bisa belum dibaca saja, surat dan proposal yang diajukan segera dicampakkan. Masuk keranjang sampah.

Tidak berapa lama kemudian, kabar baik segera diterima pada sekitar pertengahan bulan Juli 2008. Perusahaan selular besar dan ternama tertarik dengan proposal yang diajukan. Di ujung sana, seorang lelaki menelepon ke handphone yang sengaja saya cantumkan dengan hurup tebal di surat permohonan. Namun dengan memohon maaf, si penelepon itu mengatakan tidak akan memberi sponsorship berupa uang tunai. Perusahaannya akan berpartisipasi menjadi sponsorship dengan memberikan “kit” berlogo sponsor berupa sejumlah kartu perdana, t-shirt, jam meja, mug, topi dan ATK.

Saya katakan tidak masalah. Toh pikir saya, barang-barang yang akan diberikan itu jika dikonversi senilai uang akan lumayan juga besarannya. Terpikir pula, bukankah “kit” tersebut bisa dijadikan sebagai hadiah perlombaan yang akan diadakan.

Tim Bola Voly Putri Rt 008 Rw 010 Kalisari HUT RI (dwiki dok)

Tim Bola Voly Putri Rt 008 Rw 010 Kalisari HUT RI (dwiki dok)

Tak selang berapa lama, sebuah proposal yang diajukan ke sebuah perusahaan rokok yang tengah gencar-gencarnya berpromosi juga merespon positip. Kata sponsorship, panitia HUT RI akan diberi “kit” berupa sejumlah payung, t-shirt dan jam dinding. Lagi-lagi dikemukakan bahwa perusahaannya tidak bisa memberi uang tunai.

Sekali lagi saya gembira dengan kabar baik ini. “Wah, mengapa pula tempo hari tidak saya masukkan saja sebanyak-banyaknya proposal ke sponsorship,” batin saya. Bisa lebih irit kan. Tidak usah membeli banyak barang untuk hadiah lomba di Hari-H pada 17 Agustus (dimana biasanya diadakan lomba untuk anak-anak, remaja dan orang tua).

Makan Kerupuk HUT RI Ke-63 (dwiki dok)

Makan Kerupuk HUT RI Ke-63 (dwiki dok)

Dikarenakan tulisan Pengalaman Menjadi Ketua Panitia HUT RI Tingkat Rt ini sudah agak panjang, saya sudahi dulu. Di postingan kedua Dwiki Setiyawan’s Blog nanti, saya akan berbagi pengalaman caranya memperoleh dana dari pihak ekstern. Sehingga anggaran kegiatan tidak defisit.

Bersambung Bagian 2: Pengalaman Menjadi Ketua Panitia HUT RI Tingkat RT.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Pengalaman Menjadi Ketua Panitia HUT RI Tingkat RT (1)

  1. Ping balik: Belanda dan Jepang pulang bukan karena kalah perang, tapi karena kalah lomba makan krupuk…ha ha ha ha….. | Wong Kebumen

  2. Ping balik: Pengalaman Menjadi Ketua Panitia HUT RI Tingkat RT (2) « Dwiki Setiyawan's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s