I Love You Full dan Selamat Jalan Mbah Surip


Berita menyentak. Mbah Surip yang terkenal dengan lagu “Tak Gendong” hari ini (4/8) meninggal dunia sekitar pukul 10.30 WIB di Rumah Sakit Pusdikkes Jl Raya Bogor Kramatjati Jakarta Timur. Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un (Kepada Allah kepunyaan kita, dan kepadaNya (pula) kita akan kembali!).

Terbayang penampilan Mbah Surip di acara musik ”Dahsyat” RCTI beberapa hari lalu. Nyentrik, ceplas-ceplos dan bersahaja. Anak saya ketiga yang berumur tiga tahun, Asgar Haidar Klatinski, termasuk pengagum berat penyanyi ini. Beberapa baris syair itu dapat ia tirukan, sambil ia ikut-ikutan menirukan ”tawa lepas khas” Mbah Surip. I love you full dan Selamat jalan Mbah Surip.

***

Sedangkan lirik lagu “Tak Gendong” selengkapnya:

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak donk, mantep donk
Daripada kamu naik pesawat kedinginan
Tak gendong kemana-mana

Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo..
Kemana

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak tau

Where are you going?
Ok I’m
Where are you going?
Ok my darling

Ha…Ha…

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak donk, mantep donk
Daripada kamu naik taxi kesasar
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. Mau kemana

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak tau

Where are you going?
Ok I’m
Where are you going?
Ok my darling

Ha.. Ha…

Tak gendong kemana-mana
Enak tau
Ha.. Ha…
Ha.. Ha…
Ha.. Ha……

***

Tulisan berikut sebagian besar sumbernya saya ambil dari situs ini (klik). Semoga apa yang disajikan dalam postingan ini memberi pencerahan bagi kita semua. Selengkapnya artikel copy-paste tersebut:

Nada sambung lagu “Tak Gendong” milik Surip Arianto tiba-tiba meledak. Padahal, lagu yang diciptakan di akhir tahun 1980 itu pernah ditolak hampir seluruh produser kaset di Indonesia.

Kini, gara-gara lagu itu beken, hidup Mbah Surip berubah. Dengan bersepeda motor, pria yang punya tawa khas ini laris memenuhi panggilan menyanyi di berbagai tempat dan stasiun teve. Di usia 70 tahun, kakek empat cucu ini kadang lupa riwayat hidupnya.

Untung ada pedangdut Jhony Iskandar, yang pernah “menampung” Mbah Surip, ikut membantu “meluruskan” cerita si Mbah. Lalu bagaimana lagu Tak Gendong sekarang menjadi laris-manis?

“Eranya memang telah berubah. Sekarang zamannya RBT (ring back tone). Lagu itu tak punya kendala ketika Mbah tawarkan ke provider. Tapi Mbah telah mengeluarkan uang dulu untuk bikin klip dan tayang di televisi. Lagu itu sudah sudah enam bulan bagus penjualan NSP (nada sambung pribadi). Mbah dapat 60 persen. Rezeki Mbah gede banget, ya. Ha ha ha,” tuturnya.

Sekadar info, lagu Tak Gendong yang dilantunkan Mbah Surip mampu mengantarnya menuju gerbang sukses. NSP lagu tersebut meraup Rp9 miliar. Pria bergaya Bob Marley itu pun mendapat royalti Rp4,5 miliar.

Keuntungannya untuk apa, Mbah? “Belum ada hitung-hitungan, jadi Mbah santai saja. Tapi Mitra Mbah itu kemarin baru saja memberi rumah beserta isinya, ada kantor kecil di dalamnya. Juga mobil baru. Semua atas nama Mbah, sudah ke notaris. Tapi Mbah belum ada supir untuk membawa mobil. Mbah masih suka naik ojek. Jakarta macet, lebih cepat pakai motor,” ujarnya tertawa.

Lantas dapat ide dari mana Mbah Surip dalam menciptakan lagu tersebut? “Ide awalnya ketika Mbah kerja di pengeboran minyak di Amerika. Kalau liburan saya senang main di bawah jembatan California. Saya lihat kok kerja sama orang-orang di sini dan Indonesia hampir sama. Ada yang gotong royong,” ujar pria bertitel Insinyur ini.

Cucuk Suparno SPd, cerpenis dan Humas Lembaga Baca-Tulis Indonesia, dalam artikelnya menilai, Mbah Surip memberikan fenomena tersendiri. Mbah Surip dengan single-nya “Tak Gendong”, mematahkan dominasi anggapan publik tentang glamornya dunia entertainmen. Kepopuleran Mbah Surip, kata Cucuk, membabat logosentrisme.

Ikon besar dunia musik sebagai dunia anak muda, penuh hura-hura, retorika selebritas, penampilan fisik yang gemerlap, dihancurkannya dengan tertawa khas dan lontaran kalimat sederhananya : I love you full….

Tapi yang patut dicermati, ujar Cucuk, meski sudah populer, gaya hidup Mbah Surip tetap seperti orang biasa, tak mengenal protokoler selebritas. Selesai manggung di sebuah acara televisi, Mbah Surip pulang naik ojek. Satu hal, Mbah Surip, bangga dengan keriput dan postur tubuh rentanya. Sesuatu yang “given”, dibiarkan tanpa ada niatan untuk mengubah atau menolaknya. Dalam skala kecil, bisa saja, Mbah Surip ke salon, memperbaiki keriputnya atau facial dan menata ulang gimbalnya. Atau membeli kostum mewah ala selebritis saat ini. Semua itu tidak dilakukan Mbah Surip.

Mbah Surip “live show” di beberapa stasiun televisi, kostumnya tetap sama. Itulah Mbah Surip! “Kesuksesan itu sejujurnya adalah sesuatu yang given pada saat yang tepat. Tak layak siapapun ‘durhaka’ terhadap kesuksesan itu sendiri atau malah men-tuhan-kannya,” tulisnya.

Bahkan Cucuk coba membandingkan Mbah Surip dengan Michael Jackson. Keduanya manusia yang secara esensi sama, hanya kultur yang membedakan keduanya. Perbedaan kultur akibat geografis yang berbeda, tapi moralitas sebagai diskursus universal mendudukkan keduanya di kursi yang sama : kursi makhluk Tuhan.

Sayangnya, kesuksesan, uang, dan kekuasaan tidak diperlakukan secara wajar. Fenomena ini makin marak di segala lini kehidupan. Kepercayaan Tuhan mestinya digendong kemana-mana, seperti syair lagu Mbah Surip : Tak gendong kemana-mana. Enak tho…! Mantep tho…I love you full

*****

Dwiki Setiyawan, anggota komunitas Blogger Kompasiana dan Politikana.

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke I Love You Full dan Selamat Jalan Mbah Surip

  1. sudibyo berkata:

    Bagus artikelnya …………. bro aku izin kopi ya gambar karikatur mbah surip yg ini ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s