Asuransi Pendidikan Beasiswa Berencana Anakku (Bagian II)


Kelangsungan Dana Pendidikan (http://www.robinho.com)

Kelangsungan Dana Pendidikan (http://www.robinho.com)

MELANJUTKAN tulisan Bagian Pertama (klik sini). Salah satu keluhan nasabah asuransi yang acapkali mengemuka yakni penagihan premi dari si agen asuransi yang tidak menentu kedatangannya. Sehingga jatuh tempo polis terlampaui. Kasus semacam ini bisa menjadi masalah tatkala tertanggung dapat musibah (dalam hal ini meninggal dunia). Lantaran polis menjadi kadaluwarsa (tidak aktif). Padahal itu bukan semata-mata kelalaian nasabah. Namun bisa dipastikan pengajuan klaim menjadi tersendat-sendat atau bahkan di-wanprestasi.

Munculnya kasus itu lantaran dalam pembayaran premi, nasabah diberi pilihan untuk membayar tagihan premi dalam jangka waktu tertentu (bulanan, tiga bulanan, enam bulanan atau tahunan). Pilihan lain yakni membayar semua kewajiban premi secara sekaligus dimuka. Akan tetapi mengingat situasi keuangan, tidak setiap orang dapat membayar sekaligus dimuka.

Oleh karena itu penting bagi nasabah untuk mengambil keputusan tepat dalam cara pembayaran premi ini. Apabila pembaca seorang yang disiplin ketat, tak masalah mengambil cara pembayaran bulanan atau tiga bulanan. Kedua jangka waktu pembayaran ini memang terkesan “begitu cepat” (ada perasaan kemarin baru membayar kok ini sudah membayar kembali).

Berdasarkan pengalaman, jangka waktu pembayaran premi yang paling moderat adalah tiap enam bulanan (6 bulan sekali). Ini jangka waktu yang lumayan panjang. Namun bila pembaca seorang karyawan di suatu instansi yang rutin menerima bonus gaji tahunan, maka pembayaran premi tahunan merupakan pilihan bijak.

Hal lain untuk menghindari keterlambatan pembayaran premi agar polis dalam keadaan aktif yang disebabkan bukan “kemauan si nasabah”, yaitu pembayaran premi melalui rekening bank perusahaan asuransi. Cara pembayaran ini relatif aman, mudah dan terhindar dari “keterlambatan kedatangan si agen”.

Semua perusahaan asuransi memiliki nomor rekening bank untuk men-service para nasabahnya dalam melakukan transaksi pembayan premi. Biasanya setelah sejumlah uang ditransfer, perusahaan asuransi akan memberitahukan melalui telepon disertai pengiriman kuintansi premi ke alamat nasabah.

Karenanya saat melakukan perjanjian polis, nasabah bisa memilih opsi pembayaran: apakah akan langsung ditagih ke alamat tertanggung atau melalui rekening bank. Bisa pula melakukan mutasi pembayaran dari cara konvensional didatangi langsung ke cara pembayaran melalui perbankan. Semuanya bisa diatur. Tergantung komunikasi dengan si agen asuransi.

Hal lain yang berkaitan dengan soal pembayaran premi agar tidak mengalami keterlambatan, yaitu nasabah harus memiliki sekurangnya 2 (dua) nomor telepon pribadi  si agen asuransi dan 1 (satu) nomor telepon kantor asuransi asal si agen. Hal ini untuk menghindari apabila si agen asuransi tiba-tiba berhenti, mutasi,  promosi atau pindah profesi lain, nasabah tidak kelabakan mencari-cari si agen yang selama ini melayaninya.

Seorang agen asuransi (sekalipun misalnya dia sudah keluar dari pekerjaan keagenan) yang baik akan memberitahukan kepada nasabahnya, siapa orang yang kemudian akan melakukan tugas penagihan premi. Karena pernah saya dengar perasaan “ketidakpercayaan” nasabah oleh bergonta-gantinya agen yang melakukan penagihan premi.

Di beberapa perusahaan asuransi, ada dua macam agen asuransi yakni agen produksi dan agen kolektor. Agen produksi adalah agen asuransi yang hanya melakukan prospek hingga “closing” polis. Sedang agen kolektor bertumpu kepada penagihan premi pada nasabah.

Penting pula untuk memilih agen asuransi terpercaya dan sudah dikenal sebagai prasyarat penting agar keberlanjutan polis terjaga. Namun juga nasabah tidak perlu khawatir kepada “agen baru”. Seiring waktu, nasabah pula yang nanti akan menilai apakah agen itu baik atau tidak; agen itu bertanggungjawab atau tidak; agen itu berintegritas atau tidak dan sebagainya.

Bersambung Bagian Ketiga.

*****

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s