Resensi Blog: Blogger Cantik Kompasiana Panggil Anaknya Wortel


Si Wortel Lintang's Personal Blog (http://kerliplintang.blogspot.com)

Si Wortel Lintang's Personal Blog (http://kerliplintang.blogspot.com)

Jika ada waktu luang, silakan pembaca mengunjungi blog personal cukup sederhana namun berbobot isinya dari Blogger Kompasiana yang satu ini. Alamat url-nya (klik sini).  Pemilik blog ini acap tertera namanya di Kompasiana sebagai Lintang.

Menurut si empunya, Blog Personal Lintang’s ini merupakan “blog curhat”. Memiliki motto: “Good friends are like stars. You don’t always see them, but you know they’re always there“.

Kepada pembaca yang berkunjung, dia menyapa hangat, “Selamat datang di blog saya….. ini hanya pemikiran, perkataan dan perbuatan salah satu penghuni dunia ini jadi pasti ada yang memiliki kesamaan dengan penghuni lainnya…… in other words, its just a common strory of simple girl in a complicated life.”

Saya tertarik mengunjungi blog ini oleh sebuah postingan dia mengenai anak perempuannya yang lahir Januari 2009. Lucunya, dia panggil ”si bidadari”-nya itu dengan panggilan ”Wortel”. Foto-foto slide ”Sweet Carrot” ini bisa pembaca pelototi di sidebar beranda blognya. Sedangkan mengapa ia panggil putri kesayangannya itu “Wortel”, dalam satu jawaban atas komentar yang saya goreskan, Lintang mengatakan akan menjawabnya pada postingan selanjutnya (klik sini).

Ibu muda ini ternyata mantan pramugari. Pantas saja saya lihat sekilas di profil blognya, pose fotonya sangat cantik. Namun bukan soal kecantikan dirinya yang membuat saya kagum. Membaca satu demi satu postingan yang dibuatnya semenjak Mei 2008, saya pastikan sekalipun belum pernah bertemu muka bahwa dia sesosok perempuan cerdas dan bertalenta.

Memang tidak banyak diungkap data-data pribadi mengenai sosok Lintang ini diblognya. Namun kira-kira dia berumur 30-an, dan yang jelas tinggal di Jakarta. Petunjuk mengenai dirinya, bisa kita lihat dari beberapa judul buku dan film favorit yang terpampamg di sidebar halaman utama blognya. Menilik buku dan film favoritnya, dia sosok perempuan kutu buku dan laron film yang romantis.

Di halaman profil, Lintang menulis mengenai dirinya, ”Saya termasuk orang yang tertutup tapi saya juga senang berbagi. Memiliki 1 kakak laki laki dan 4 adik perempuan yang kadang kadang bikin hidup saya lebih ruwet tapi saya sangat menyayangi mereka. Saya termasuk orang yang sederhana tapi sering menjadi rumit atau susah dimengerti karena sifat saya yang suka menyenangkan orang lain. Apa lagi ya, oh ya saya sedang dekat dengan seseorang yang tiba tiba muncul lagi di hidup saya setelah enam belas tahun tidak ada kontak sama sekali. Senang rasanya mendengar seperti apa diri kita dulu dari orang lain ketika bertemu teman lama. Hal yang paling diingat oleh teman teman dekat saya adalah saya termasuk pemaaf tapi tidak mudah melupakan kesalahan orang….. Terakhir, saya pecinta buku, musik dan film….. Jadi meskipun penyendiri, hidup saya cukup berisik.”

Hingga tulisan ini dibuat (25/7), ada 28 postingan yang tersaji sejak ia ngeblog pada 16 Mei 2008. Memang tidak tertalu menonjol dalam produktivitas postingan. Namun bila pembaca menelusuri satu per satu tulisan yang dibuat, pasti akan terkejut dengan kualitas tulisan yang dibuatnya.

Pada postingan tertanggal 30 Oktober 2008, Lintang menulis dengan judul ”Love” (klik sini). Kata dia, ”Setiap orang pasti pernah mengalami jatuh cinta atau merasa tertarik kepada seseorang secara luar biasa diikuti dengan rasa ingin memiliki karena tidak ingin kehilangan. Buat saya jatuh cinta atau fall in love berbeda dengan mencintai atau to love.”

Dikatakan pula selanjutnya oleh Lintang bahwa pengalaman membuktikan bahwa ketika jatuh cinta, dia merasa cantik, special dan berharga sementara ketika mencintai dia merasa lebih kepada ingin memberi perhatian dan kasih sayang kepada orang lain. Ini membuat dia setuju dengan kutipan William Wharton dibawah ini. “What is love? As far as I can tell, it is passion, admiration and respect. If u have two, you have enough. If you have all three, you don’t have to die to go to heaven”.

Ditandaskan Lintang kemudian, “Ya, tidak semua orang beruntung memiliki ketiganya ketika mencintai seseorang tapi ketika jatuh cinta bisa dipastikan memilili ketiganya. Mengapa? Karena jatuh cinta biasanya terjadi ketika baru mengenali seseorang sementara mencintai ketika sudah mengenali utuh. Hasrat, kekaguman dan penghormatan kepada pasangan sangat dinamis mengikuti pengalaman yang dihadapi bersama.”

Ada baiknya juga kita merenungi sebuah “curhat pribadi” Lintang dalam satu postingannya berjudul “Hati-hati dengan Doamu” (klik sini). Sebuah postingan yang sarat dengan filosofi kehidupan. Dia ungkapkan gejolak hatinya, “Orang-orang yang memaafkan saya karena saya melupakan cinta mereka demi seseorang yang tidak mencintai saya; Orang-orang yang tetap mempercayai saya meskipun saya berkali kali menghianati mereka dengan kembali kepadanya; Orang-orang yang mencambuk saya dengan kata-kata yang pahit namun itu semua hanyalah kebenaran; Orang-orang yang sabar mendo’akan saya agar dibukakan hatinya yang tertutup oleh obsesi untuk memiliki seseorang; Orang-orang yang tidak bosan memotivasi saya dengan menunjukan betapa Allah swt menyayangi saya dengan memberi ujian yang luar biasa berat karena apabila saya lulus saya melompati banyak tingkat kesabaran; Orang-orang yang menghormati pilihan saya meskipun mereka sering tidak setuju dengan pilihan tersebut; Orang-orang yang melindungi dan membela saya ketika mereka mendengar orang lain mendiskreditkan saya; Orang-orang yang memegang rahasia saya dengan nama baiknya; Orang-orang yang mengesampingkan problemnya sendiri demi mendengarkan tangisan saya.”

Pada bagian penutup postingan ia ungkapkan segenap perasaannya, “Saya bersyukur sekali memiliki mereka, meskipun saat ini karena suatu hal saya harus “menghilang” tapi saya yakin mereka tahu saya tidak akan melupakan kebaikan mereka sampai kapan pun dan seperti bintang di langit, mereka bisa melihat saya dan terhubung melalui batin dimana saja.”

Tulisan-tulisan Lintang beragam. Dari soal curhat pribadinya, review atas buku yang dibaca atau film yang ditonton, kejadian-kejadian “biasa saja” yang dia alami dan sebagainya.

Namun pembaca jangan kaget pula apabila mencermati postingan khas seorang perempuan. Antara lain Lintang menulis tentang resep masakan. Postingan 21 November 2008 dia menulis resep mengenai Kelak Rajang, yakni masakan gulai dengan rasa asam, manis dan pedas (klik sini).

Pembaca yang gemar wisata kuliner juga akan dimanjakan oleh Lintang dengan rekomendasi restoran atau rumah makan spesial yang pernah dikunjunginya. Dijamin pembaca puas hanya dengan membaca reportase dia tentang kuliner dan cara dia mengomentari menu-menu yang tersaji.

Terhadap semua postingan di blog personalnya tersebut, saya kira Lintang termasuk tipe penulis unik. Dia menulis dengan irisan hati, gejolak perasaan dan kecamuk-kecamuk batinnya. Namun dibahasakan dengan enak dan mengalir begitu saja.

Selamat Jeng Lintang. Ternyata anda segelintir penulis berbakat yang selama ini tersembunyi. Tinggal disepuh sedikit saja, anda akan jadi penulis yang berkilau. Teruslah berkarya!

*) Foto ‘Si Wortel” dalam postingan ini dipublikasi belum seijin ibunya.

*****

Dwiki Setiyawan, seorang penjelajah blog-blog personal yang masih amatir. Anggota komunitas Blogger Kompasiana dan Politikana.


Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Resensi Blog dan tag , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Resensi Blog: Blogger Cantik Kompasiana Panggil Anaknya Wortel

  1. Lintang berkata:

    Terjawab sudah mengapa blog saya yang biasanya tenang jadi ramai banget dilihat dari web counter-nya.

    Sempat geer, keramaian itu karena saya menulis dengan judul film yang lagi tayang di beberapa cinema 21 eh ternyata blog saya mendapat publikasi gratis dari pengamat kegiatan para anggota dewan terhormat di gedung MPR DPR.

    Thanks ya mas untuk surprise-nya yang menyenangkan 🙂

    Jadi termotivasi untuk menulis nih.

    Salam hangat,
    Lintang

    • Dwiki Setiyawan berkata:

      Oya Mbakyu Lintang. Saya sengaja mau konsentrasi di penulisan resensi blog. Nampaknya kalau saya seriusi, bukan tidak mungkin apabila tulisan sudah banyak bisa jadi “buku directory blog” tersendiri.

      Mengharap banyak pembaca dari postingan semacam “resensi blog” kurang menjanjikan ketimbang posting soal aktual. Namun justru yang semacam ini –jauh dari keriuhan– bisa menjanjikan sesuatu.

      Jadi maaf Mbakyu Lintang. Tanpa “permisi” langsung saya buatkan resensi dalam waktu sekejap mata. Ha..ha..ha…. (nulis resensinya kayak nabi Sulaiman meminta “hulubalang” memindahkan singgasana Ratu Bilqis ke istana Sulaiman).

      Anggap saja sebagai kejutan manis dari saya, dan tanda mata berkesan yang tidak terlupakan. Masih jauh dari sempuna postingannya, namun dirasa cukup buat pemula seperti saya.

      Terima kasih atas sambutannya yang hangat selama ini di blog Mbakyu Lintang dimaksud.

  2. masmpep berkata:

    blogku kapan dibuat testimoninya nih mas. gak adil ah, ha-ha-ha-ha.

    • Dwiki Setiyawan berkata:

      Belum Bung Mpep. Blog-blog yang masuk tertaut di blog personal ini menunggu saja untuk di resensi. Sabar. Saya sudah bikin “blog baru” di WordPress ini khusus isinya resensi blog-blog bagus, unik, dan mencerahkan. Ditunggu saja.

  3. runa berkata:

    mba Lintang, beberapa wkt yg lalu saya comment dan bertanya bbrp hal ke mba di blog kerliplintang, artikel yg wortel masak bolu kukus warna warni 🙂 saya berharap mba bisa menjawabnya, krn itu bisa membantu saya mba. saya ingin tau lbh jauh tentang bgmn bekerja sbg pramugari mba, tp yg paling penting adalah saya penasaran dimana mba kuliah setelah keluar dr bekerja. Psikologi UI? S1 atau S2 nya mba? wkt S1 mba dimana?
    saya sedang sgt bingung mba, antara lbh memilih bekerja utk menabung kuliah seperti mba atau tetap kuliah dg keadaan keuangan yg memprihatinkan. krn tidak enak rasanya kuiah sambil ketakutan masalah keuangan.

  4. runa berkata:

    mas mas dwiki, sepertinya mba Lintang sudah jarang membuka blog lg. pesan saya mungkin tdk terlihat. adakah apapun seperti email/fb mba Lintang supaya saya bs mengubunginya segera?

    terima kasih sebelumnya

    salam
    Runa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s