Ketidakpastian dalam Kepastian Penetapan Caleg Terpilih DPR-RI


Pelantikan Anggota DPR-RI Kepastian dalam Ketidakpastian (http://www.primaironline.com)

Pelantikan Anggota DPR-RI Kepastian dalam Ketidakpastian (http://www.primaironline.com)

Mungkin puluhan caleg terpilih DPR-RI yang minggu-minggu lalu sudah bisa menebar senyum dan denyut jantungnya telah normal, hari ini dan hari ke depannya akan tersenyum kecut dan aliran darah di jantung berdebar semakin kencang. Ibarat disambar halilintar di siang bolong, pangkal soalnya yakni berita Putusan Mahkamah Agung (MA) yang menganulir Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam amar putusannya yang diputus pada Kamis 18 Juni 2009, MA membatalkan Peraturan KPU mengenai perhitungan tahap kedua penetapan perolehan kursi anggota legislatif. Apabila diterapkan, putusan MA ini diperkirakan bisa mengubah perolehan 66 kursi DPR.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Nurhadi mengatakan, MA mengabulkan permohonan uji materi (judicial review) Pasal 22 huruf C dan Pasal 23 ayat (1) dan (3) Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2009 tentang pedoman teknis penetapan dan pengumuman hasil pemilu tata cara penetapan perolehan kursi (Peraturan KPU selengkapnya klik disini).

Menurut MA, pembentukan Peraturan KPU itu bertentangan dengan ketentuan yang lebih tinggi, yaitu Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Legislatif dalam Pasal 205 ayat (4). Dengan demikian, Peraturan KPU tersebut tidak sah dan tidak berlaku untuk umum (Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 klik disini).

Dengan putusan ini, MA memerintahkan KPU untuk merivisi Keputusan KPU Nomor 259/KPTS/KPU/2009 tentang penetapan perolehan kursi parpol serta pemilihan anggota DPR tahun 2009 sesuai UU Nomor 20 Tahun 2008. Selanjutnya MA memerintahkan KPU untuk menunda penetapan caleg terpilih.

Dalam Peraturan KPU disebutkan penghitungan kursi dilakukan dengan menentukan bilangan pembagi pemilih (BPP) yang dihitung melalui pembagian perolehan suara parpol yang lolos parliamentary threshold di satu daerah pemilihan (dapil)  dengan kursi yang ada di dapil itu. Pada penghitungan tahap pertama, parpol yang mendapat kursi adalah parpol yang mencapai 100 % BPP.

Selanjutnya, sisa suara dari tahap pertama masuk pada penghitungan tahap kedua. Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 15/2009 Pasal 22 huruf c, pada penghitungan tahap kedua sisa suara yang mencapai 50 % BPP akan memperoleh kursi.

Namun dalam putusannya, MA memerintahkan KPU agar penghitungan tahap kedua memperhitungkan seluruh suara parpol, bukan sisa suara setelah dibagi dengan BPP pada tahap pertama.

***


Putusan MA di atas, semakin memperlihatkan pada kita potret buram ketidakpastian suatu produk hukum. Dalam konteks penetapan perolehan kursi DPR-RI, putusan MA itu bisa dibaca sebagai ketidakpastian dalam kepastian. Sebab sebagaimana kita pahami, semua sengketa berkait dengan Pemilu Legislatif April 2009 lalu menjadi ”wilayah kekuasaan” Mahkamah Konstitusi (MK) dan bukan domain Mahkamah Agung (MA).

Kita juga melihat bahwa putusan MA ini diakibatkan belum adanya kesamaan persepsi dalam memahami dan menuntaskan sengketa pemilu. Dengan demikian muncul keputusan saling tumpang tindih antara satu lembaga dengan lembaga lainnya.

Oleh karena itu, putusan MA akan berpotensi dan berakibat ketidakpastian terhadap hasil Pemilu Legislatif yang sudah ditetapkan KPU. Putusan itu semakin memperumit dan memperunyam proses penetapan perolehan kursi, karena diajukan setelah ada penetapan hasil yang dilakukan KPU sebelumnya.

Bukan tidak mungkin, putusan MA itu akan memunculkan gugatan-gugatan baru caleg terpilih yang dirugikan oleh putusan MA tersebut.

Pun apabila diterapkan, putusan MA itu akan mengakibatkan perubahan jumlah kursi yang diperoleh sembilan partai yang lolos parliamentary threshold. Empat partai politik akan mendapat tambahan kursi, sedangkan lima lainnya akan berkurang.

Empat parpol yang akan mendapatkan tambahan kursi adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP dan PKB. Sedangkan lima parpol lainnya, masing-masing: Partai Gerindra, Partai Hanura, PKS, PAN dan PPP akan berkurang.

***


Bagaimana kita mensikapi dan mengurai benang kusut problem-problem sengketa kepemiluan semacam dipaparkan di atas? Jawabnya sudah barang tentu semua pihak mengembalikan pada lembaga yang memiliki otoritas penuh atas sengketa-sengketa hasil pemilu. Dalam hal ini Mahkamah Konstitusi (MK). Ini semua agar tercipta suatu kepastian hukum dan legitimasi publik kepada lembaga yang memiliki kewenangan.

Sehingga caleg-caleg terpilih yang sudah ditetapkan oleh KPU, sebagaimana ilustrasi di awal tulisan, tetap dapat tersenyum lebar dan debar jantung tidak terpacu kencang.

Ataukah watak manusia Indonesia saat ini lebih suka kepada ketidakpastian? Wallahualam Bi Shawab.

*****

Dwiki Setiyawan, seorang pengamat politik pinggiran.

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Pemilu 2009 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ketidakpastian dalam Kepastian Penetapan Caleg Terpilih DPR-RI

  1. Reinharg gah berkata:

    Wadduh …. edan..
    Untung saya gak jadi menjadi Calon legislatif.Memang Pemilu Kali ini benar-benar Runyam ,dan sangat membingungkan dan penuh kejutan.Setiap waktu ada perubahan Peraturan dan tata cara Penetapan kursi.Mulai dari sisitem no urut , tiba tiba diabatalkan menjadi suara terbanyak oleh MK.Jadilah Caleg “Produk MK” yang mengakibatkan hangatnya proses calegisasi . Main mata antara Seorang caleg dengan Ketua partai dalam hal penempatan no urut otomatis luruh dengan sendirinya .Saling sikut antara caleg separtai pun terjadi.Kolaborasi antara sesama caleg satu partai dalam merebut hati konstituen terpecah dan cenderung saling memburukkan .
    Setelah hasil diumumkan dan tinggal melantik, eh.. muncul lagi kisruh yang baru.Senyum yang sudah terkembang terpaksa disimpan sambil menunggu hasil keputusan yang secara yuridis formal dan bisa dipertanggungjawabkan antara keputusan KPU dan keputusan MA.
    Nasehat saya , Berdoalah para Caleg ,jangan kemaruk karena anda nantinya juga akan dapat bermain seperti itu apabila anda sudah duduk menjadi DewAN TERHORMAT. Lumayan bikin orang jantungan… He.he……!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s