Gedung DPR-RI Bersolek Sambut Anggota Baru


Lukisan Gedung MPR-DPR Karya Bambang Sasmito

Lukisan Gedung MPR-DPR Karya Bambang Sasmito

Hari-hari ini Kompleks Gedung DPR-RI di kawasan Senayan Jakarta tengah bersolek. Mempercantik diri. Ada penambahan plang besar nama institusi, renovasi kolam renang, pengecatan ulang kubah gedung utama, penataan taman dan sebagainya.

Itu semua dilakukan dalam rangka menyambut Ulang Tahun ke-64 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2009, dan Ulang Tahun ke-64 MPR/DPR-RI pada 29 Agustus 2009 serta acara Pelantikan 560 Anggota Baru DPR-RI pada 1 Oktober 2009. Juga Pelantikan 132 orang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari 33 Provinsi se-Indonesia, tak selang berapa lama kemudian.

Rangkaian foto dalam posting ini merupakan hasil jepretan pribadi. Menggambarkan kegiatan-kegiatan dan aktivitas bulan Juli 2009 dalam rangka mempercantik penampilan kawasan Gedung MPR/DPR dimaksud. Juga suasana baru yang mencuat darinya.

Sebagai gambaran, awal mula tujuan dibangunnya gedung MPR/DPR-RI untuk menyelenggarakan Conference of the New Emerging Forces (Conefo) tahun 1966 di jakarta. Pemancangan tiang yang pertama dilakukan pada tanggal 19 april 1965. Rancangan gedung Conefo di arsiteki oleh Ir. Soejoedi Wiroatmojo Dipl. Ing. dan oleh Ir Sutami. Pembangunan gedung Conefo pada tahun 1965 mengalami hambatan karena adanya peristiwa G 30 S PKI. Awal tahun 1966 pemerintah mengadakan pembicaraan dengan pimpinan MPRS dan DPR-GR tentang kelanjutan pembangunan gedung Conefo. Realisasinya adalah keluarnya surat keputusan presidium kabinet Ampera nomor 79/U/Kep/11/1966 yang memutuskan pembangunan proyek political venues akan tetap dilanjutkan, tetapi peruntukannya diubah menjadi gedung MPR/DPR.

Menurut catatan semula, lahan untuk kawasan MPR/DPR seluruhnya mencapai 72,8 ha. Dalam perjalanannya, dari lahan seluas itu, peruntukannya sekarang ini telah terbagi dalam empat sub blok, yaitu: kompleks MPR/DPR 41,2 ha, kompleks Manggala Wanabakti 12,9 ha, Taman Ria 11,2 ha dan kompleks TVRI berikut Graha Pemuda 7,5 ha.

Ketika pertama kalinya dipakai, kawasan tersebut merupakan gugusan bangunan cukup megah, terletak di tengah padang rerumputan hijau yang teramat lega. Akan tetapi, dalam perkembangan jaman, kompleks MPR/DPR tanpa terasa secara perlahan mulai dikepung oleh sejumlah bangunan tinggi dan besar. Hal ini mau tidak mau telah ikut menyurutkan suasana kemegahan tersebut.

Dengan gambar-gambar yang disajikan ini, semoga aura kemegahan kompleks wakil rakyat tersebut masih bisa dirasakan.


Plang Nama Instansi MPR, DPR dan DPD (dwiki dok)

Plang Nama Instansi MPR, DPR dan DPD (dwiki dok)

MPR dan DPR Sambut HUT RI ke-64 (dwiki dok)

MPR dan DPR Sambut HUT RI ke-64 (dwiki dok)

Aspal Hotmix Baru Kompleks DPR-RI (dwiki dok)

Aspal Hotmix Baru Kompleks DPR-RI (dwiki dok)

Renovasi Kolam Renang Kompleks DPR-RI (dwiki dok)

Renovasi Kolam Renang Kompleks DPR-RI (dwiki dok)

Pekerja Bersihkan Kolam Renang Kompleks DPR-RI (dwiki dok)

Pekerja Bersihkan Kolam Renang Kompleks DPR-RI (dwiki dok)

Patung Komtemporer Karya But Mochtar (dwiki dok)

Patung Komtemporer Karya But Mochtar (dwiki dok)

Untuk mendukung keindahan sebuah bangunan diperlukan berbagai elemen tambahan. Elemen estetika yang dimaksudkan agar sebuah bangunan mampu menyatu dengan kandungan falsafah arsitekturnya. Elemen estetika yang menonjol di pelataran utama kompleks MPR/DPR adalah sebuah patung kontemporer karya But Mochtar.

Patung tersebut melambangkan penjelmaan manusia Indonesia yang hakiki, kehendak-kehendak maupun harapan yang ditampilkan lewat lembaga perwakilan rakyat dalam perjalanan melalui dimensi masa lampau, masa sekarang dan masa mendatang. Ketiga-tiganya bakal terjalin erat, terdiri dari sebuah kontruksi rangka besi berlapiskan perunggu.

Elemen estetika di tengah pelataran utama tersebut merupakan elemen pemegang. Dalam arti, karya ini bakal tampil selaku pengukuh dan pembatas keseluruhan bangunan yang terletak di sekitarnya. Sehingga jika elemen itu tidak ada, akan mudah sekali ruangan yang terdapat di sekelilingnya tak menentu arahnya. Hal ini bakal mengakibatkan sukar ditemukannya kembali skala manusia, sebagai akibat dari tidak jelasnya dimensi dan arah.

Gedung Utama Nusantara (dwiki dok)

Gedung Utama Nusantara (dwiki dok)

Patung Melambangkan Penjelmaan Manusia

Patung Melambangkan Penjelmaan Manusia

Taman Bunga Depan Gedung Nusantara (dwiki dok)

Taman Bunga Depan Gedung Nusantara (dwiki dok)

Pintu Utama Gedung Nusantara DPR-RI (dwiki dok)

Pintu Utama Gedung Nusantara DPR-RI (dwiki dok)

Ruang Rapat Paripurna I (dwiki dok)

Ruang Rapat Paripurna I (dwiki dok)

Ruang Wartawan I DPR-RI di Nusantara III (dwiki dok)

Ruang Wartawan I DPR-RI di Nusantara III (dwiki dok)

Renovasi Plafon di Nusantara II (dwiki dok)

Renovasi Plafon di Nusantara II (dwiki dok)

Renovasi Tiang di Nusantara II (dwiki dok)

Renovasi Tiang di Nusantara II (dwiki dok)

Pengecatan Samping Gedung Utama Nusantara (dwiki dok)

Pengecatan Samping Gedung Utama Nusantara (dwiki dok)

Elemen Estetika Kompleks Gedung DPR-RI (dwiki dok)

Elemen Estetika Kompleks Gedung DPR-RI (dwiki dok)

Saya akhiri postingan ini dengan sebuah puisi karya Penyair Angkatan 66 Taufiq Ismail.  Puisi ini dipersembahkan untuk pejuang-pejuang bangsa yang telah berhasil menyelesaikan karya monumental  pembangunan Kompleks MPR/DPR di tepi jalan Gatot Subroto Jakarta itu. Penggalannya…

Puisi Taufiq Ismail

Puisi Taufiq Ismail

Referensi: Buku Gedung MPR/DPR-RI Sejarah dan Perkembangannya, Penerbit Badan Sistem Informasi Arsitektur Indonesia, Editor Hilmi Syatria, Jakarta 1995.

*****

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Pemilu 2009 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Gedung DPR-RI Bersolek Sambut Anggota Baru

  1. m.idris efendi berkata:

    kita doakan agar Indonesia tetap jaya….

  2. Audrik berkata:

    Jelek ah

  3. Albertus Fandy berkata:

    Bagus ya pertahankan Tetap Korupsi ya

  4. Manhita Audryk Stevilius Albertus berkata:

    Kita pertahankan Indonesia supaya tetap maju

  5. Di depan gedung MPR DPR
    saya bersumpah untuk menjaga 4 istri saya :
    1.Chelsea Olivia
    2.Mikha Tambayong
    3.Jessica Iskandar
    4.Estelle van der Linden
    saya : Bambang Tri Hasta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s