Sebuah Cinderamata Perkawinan Unik dan Berkesan


Cover Buku Ketika Bilqis & Sulaiman Menyatu (dwiki dok)

Cover Buku Ketika Bilqis & Sulaiman Menyatu (dwiki dok)

Diantara koleksi cinderamata yang saya peroleh dari menghadiri resepsi perkawinan mulai dari ballroom hotel berbintang lima di pusat kota hingga rumah sederhana di pinggiran kota, ada sebuah diantaranya yang unik dan sangat berkesan. Bentuknya hanya sebuah buku saku kecil. Ukuran lebar 10,5 cm dan panjang 14 cm.

Semenjak bermukim dan menetap di Jakarta pada 1996, barangkali sudah ratusan kali saya menghadiri pesta perkawinan. Bermacam-macam bentuk cinderamata didapatkan.  Mulai dari kalender, gantungan kunci, kipas lipat, jam meja, cangkir, asbak, tasbih, bingkai foto dan pernak-pernik cinderamata lucu lainnya.

Namun entah mengapa, yang paling unik dan berkesan justru cinderamata berbentuk buku saku dari sebuah resepsi perkawinan seorang sahabat baik yang namanya saya sebut berikut. Sekalipun saat ini kondisinya agak lusuh, buku saku itu saya rawat dengan baik dan hati-hati.

Sejatinya ini bukan buku sembarang buku. Buku saku berjudul “Ketika Bilqis dan Sulaiman Menyatu” ini tebalnya hanya 44 halaman. Didedikasikan dalam rangka menyambut perkawinan Kholis Malik dengan Wahyuni Refi Setya Bekti  pada Minggu 12 Oktober 2003 di Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.

Di buku saku tersebut ada beberapa tokoh terkemuka Indonesia menuliskan catatan, pesan, wejangan, testimoni dan sebagainya mengenai mutiara lembaga perkawinan dan hal terkait dengan itu. Diantara tokoh-tokoh dimaksud ada Almarhun Prof DR Nurcholish Madjid (saat itu Rektor Universitas Paramadina) menyampaikan khutbah nikah berjudul “Cinta Kasih Pria Wanita sebagai Fitrah Manusia Rahmat Allah Ta’ala”.

Juga ada Ir Siswono Yudo Husodo, dr Sulastomo, DR H Oesman Sapta, DR Ir Akbar Tandjung, Harry Tjan Silalahi, Prof DR Jimly Asshidiqie SH yang telah berkenan memberikan nasehat-nasehat kepada kedua mempelai.

***

Pada bagian pengantar, panitia pernikahan mengungkapkan bahwa buku yang diterbitkan dimaksudkan sebagai kumpulan gagasan dan juga harapan untuk membangun Indonesia yang penuh rahmat. Tidak ada pertikaian, tidak ada permusuhan, tidak ada kedengkian, dan tidak ada keangkuhan. Yang ada hanyalah ketulusan yang dibangun atas dasar cinta kasih dalam sebuah kerja sama membangun Indonesia menuju cita mulia sebagaimana asa negara.

Dikatakan pula bahwa kumpulan tulisan di bawah judul “Ketika Bilqis dan Sulaiman Menyatu” bukanlah sesuatu yang dilebih-lebihkan. Tetapi itu adalah sebuah kenyataan yan penuh harapan untuk membangun Indonesia yang memiliki latar belakang multi, baik soal suku, agama, ras, dan juga golongan. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa pernikahan antara Kholis Malik (Ketua Umum PB HMI) dan Wahyuni Refi Setya Bekti (Ketua Presidium GMNI) semoga menjadi awal runtuhnya sekat nasionalis dan agamis dalam wacana pergerakan masyarakat Indonesia.

Sementara itu DR Harry Azhar Aziz MA yang kini Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI meminta pengantin berdua agar merenungkan syair Li Po, seorang penyair China kuno yang menjelaskan betapa cinta sejati ibarat anggur kehidupan mengangkat manusia menjadi suci dan bijak, tetapi tidak mudah dipahami oleh yang awam:

“They say that clear wine is a saint,

Thick wine follow the way of sage,

I have drunk deep of saint and sage:

What need then to study the spirits and fairies?

Take a whole jugful – I and the world are one.

Such things as I have dreamed in wine

Shall never be told to the sober.”

Tak lupa Harry Azhar juga mensitir kata-kata penyair Libanon Kahlil Gibran. “Cinta membebaskan, bukan menuntut. Ia mengangkat jiwa manusia dalam kelembutan dan keramahtamahan. Kelembutan bukanlah kelemahan tapi justru wujud kekuatan, ramah tamah bukan penyerahan tetapi justru keberhasilan. Kebenaran itu ibarat bintang di tengah malam, terlihat oleh semua manusia kecuali mereka yang berhati curang. Janganlah licik dalam persahabatan, karena merusak kedamaian dan menghancurkan nuranimu. Jagalah cinta dengan ilmu sebagai mahkotanya, akal sehat sebagai para pembantumu. Bila ilmu dan akal sehat bersamamu, kamu tidak akan pernah kehilangan cintamu, harta paling utama dalam hidupmu….”

Lantaran agak panjang, saya sudahi postingan ini dengan mengutip sebuah wejangan dari Robert JE Nalenan Ketua Presidium Pengurus Pusat Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia  (PP PMKRI) Periode 2000-2002 di akhir buku saku dimaksud.

“Dalam keyakinan iman saya, pertemuan yang menyatukan dalam ikatan perkawinan suci merupakan perwujudan karya panggilan Tuhan yang berkehendak baik dan menyelamatkan, yang ditanggapi kita, manusia ciptaan-Nya. Kesungguhan kita menanggapi panggilan-Nya tercermin dari kesetiaan kita untuk memupuk dan memelihara ikatan perkawinan yang suci dan kehidupan keluarga tersebut selaras dengan ajaran-Nya. Kesungguhan untuk menghayati dan menjalankan inilah yang menjadi kata kunci lestari dan rukunnya hubungan sebagai suami dan istri dan terbangunnya keluarga yang bahagia.”

****

Catatan penutup: beberapa artikel di buku saku di atas, seperti khutbah nikah Almarhum Prof DR Nurcholish Madjid berjudul “Cinta Kasih Pria Wanita sebagai Fitrah Manusia Rahmat Allah Ta’ala” dan sebuah tulisan menarik dari Bambang Ramada bertitel “Perkawinan sebagai Institusi Pembebasan” serta lainnya, akan kami tampilkan di blog personal  ini https://dwikisetiyawan.wordpress.com.

*****

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Jejak Langkah dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sebuah Cinderamata Perkawinan Unik dan Berkesan

  1. Ping balik: Ketika Bilqis & Sulaiman Menyatu | Kholismalik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s