Laporan Pilpres 2009: SBY-Boediono Antek Amerika Serikat


Surat Suara SBY-Boediono Antek AS (Dwiki Dok)

Surat Suara SBY-Boediono Antek AS (Dwiki Dok)

Penghitungan Suara Pilpres 2009 di TPS 035 Kelurahan Kalisari Pasar Rebo Jakarta Timur pada Rabu 8 Juli 2009, telah beberapa saat berlangsung, semenjak dimulai pada pukul 13.15 wib.  Satu persatu surat suara yang telah tertata rapi disamping kanan meja Ketua KPPS yang berlokasi di halaman Gelanggang Olah Raga (GOR) Kecamatan Pasar Rebo dibacakan. Suara yang diperoleh pasangan capres-cawapres nomor urut 2 SBY-Boediono telah jauh meninggalkan pesaing-pesaingnya. SBY-Boediono telah menembus perolehan suara lebih dari 70 %, disusul Pasangan JK-Wiranto dan Megawati-Prabowo dengan masing-masing memperoleh sekitar 15 %.

Sekonyong-konyong selaku Ketua KPPS di atas saya terhenyak . Menahan geli. Sebuah surat suara saya baca dengan agak keras: tidak sah. Si pemilih mencontreng di surat suara tersebut capres SBY-Boediono. Yang membuat surat suara tersebut tidak sah bukan lantaran contrengannya tersebut, melainkan ada coretan kata-kata.

Si pemilih surat suara menambahkan kosa kata “Antek AS”.  Nyata-nyata si pemilih itu bukanlah pendukung capres nomor 2. Lantaran mana mungkin jika ia simpatisan SBY-Boediono, sudah benar mencontrengnya, sengaja dibuat agar surat surat tersebut tidak sah dengan menambahkan kosa kata itu.

Mungkin saja iseng (atau mungkin juga si pencontreng sadar politik), khusus surat suara ini tambahan kata-katanya tidak saya ucapkan keras. Cukup dengan mengatakan tidak sah karena ada tambahan coretan kata-kata. Batin saya, si pencontreng memang sengaja dan sadar dengan tindakannya.

Ketimbang golput, saya tetap menghargai tindakan si pencontreng sebagai “tanda protes” atas pasangan SBY-Boediono itu. Karena hanya dilakukan oleh segilintir orang, protes individual itu tidak memiliki efek signifikan pada perubahan perilaku politik.

Coba bayangkan bila tindakan semacam itu dilakukan oleh orang-orang terpelajar yang selama ini mengklaim dirinya atau mengkampanyekan golput? Taruhlah itu sebagai sebuah program terencana penyadaran politik masyarakat yang disertai publikasi masif.

Ribuan, ratusan ribu (atau andai jutaan) orang yang selama ini gencar dengan kampanye golput lantaran tidak ada calon pemimpinnya yang masuk pada kriteria ideal mereka, dan melakukan suatu protes dengan cara seperti yang dilakukan pencontreng SBY-Boediono diatas, bukankah itu suatu gagasan baru yang cerdas? Jika gerakan semacam itu menasional pada pilpres yang tengah diselenggarakan, saya rasa itu cara yang lebih elegan dan intelektual ketimbang suatu ajakan golput.

Sekalipun hal demikian tidak mempengaruhi legitimasi terpilihnya seorang pemimpin, namun tindakan massal dan menasional dengan cara semacam itu akan mendapat perhatian dari pemerintahan terpilih dan liputan luas media massa. Pada gilirannya akan berdampak bagi kehidupan politik yang cukup sehat, check and balance dan penuh warna. Sekali lagi, ketimbang memkampanyekan gerakan golput.

Kembali kepada soal corat-coret di surat suara pilpres yang menyatakan SBY-Boediono sebagai antek Amerika Serikat. Kita sebelumnya juga membaca dan mencermati pula melalui forum-forum milis, grup situs pertemanan, blog, media massa dan sebagainya. Oleh karena itu, tiba saatnya bagi SBY-Boediono yang menurut perhitungan cepat lembaga-lembaga survey terpilih satu putaran dengan legitimasi kuat sebagai pemimpin Indonesia pada 5 (lima) tahun kedepan, untuk membuktikan bahwa mereka berdua bukanlah antek bangsa asing, melainkan sebagai antek bangsanya sendiri.

Pembuktian itu bukanlah hanya dengan kata-kata manis di bibir belaka. Atau dokumen program-program pemerintah yang telah digariskan. Jauh yang lebih penting adalah tindakan nyata. Salah satunyan tercermin pada kebijakan-kebijakan dalam rangka memacu dan memajukan ekonomi bangsa atas prakarsa dan kepentingan segenap hajat hidup masyarakat dan bangsa Indonesia.

Selamat buat SBY dan Boediono. Masyarakat dan bangsa ini menanti kreasi-kreasi  para pemimpinnya untuk memajukan negeri, mengejar ketertinggalan dari bangsa yang telah maju dengan tidak meninggalkan kepribadian nasionalnya.

Lanjutkan!

*****

Dwiki Setiyawan, Ketua KPPS TPS 035 Kelurahan Kalisari Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur.

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Pemilu 2009 dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s