Dua Alasan Pilpres Dua Putaran Lebih Baik


Dua Alasan Pilpres Dua Putaran Lebih Baik

Anggota KPPS Pilkada DKI Jakarta

Mencermati tanggapan-tanggapan kritis Tim Kampanye Pilpres dan analisis pemerhati politik atas propaganda kampanye pilpres satu putaran, hemat saya semua pendapat yang mengemuka itu canggih. Saking canggihnya, terkadang melupakan suatu realitas yang sesungguhnya terpampang di depan mata. Sebagaimana yang akan saya tunjukkan pada lanjutan tulisan ini.

Sebelumnya mohon dimalumi, tidak ada teori-teori politik atau apalah namanya guna mendukung “kelogisan” dan “keilmiahan” tulisan ini agar terkesan memiliki landasan kuat. Tulisan ini hanya sebuah pendapat yang berangkat dari realitas. Lantaran saya sendiri terlibat langsung sebagai pelaksana lapangan tingkat paling bawah pada pilpres kali ini. Dengannya pula, paling tidak saya bisa sedikit menyelami dan menyampaikan masukan akan realitas dimaksud.

Sejauh ini belum pernah saya baca mengenai alasan-alasan sederhana mengapa pilpres dua putaran lebih baik? Hemat saya, sekurang-kurangnya ada dua alasan Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2009 dua putaran lebih baik. Yaitu, terkait honorarium petugas pelaksana lapangan pilpres beserta turunannya dan waktu pelaksanaan putaran kedua pilpres yang jatuh pada bulan Ramadhan.

Pertama, honorarium petugas pelaksana lapangan pilpres beserta turunannya. Mayoritas petugas pelaksana lapangan pilpres bila saja ditanya mau satu putaran atau dua putaran, jawabnya rata-rata dua putaran. Hal ini ada kaitannya menyangkut honorarium yang akan diterimanya. Dimulai dari tingkat paling bawah, yakni KPPS hingga tingkat paling atas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Juga dari Panwas TPS, Panwas PPS, Panwas Kecamatan, Panwas Kabupaten/Kota, Panwas Provinsi hingga Bawaslu.

Orang awam pun pasti tahu, uang Rp 400 ribu tentu lebih banyak ketimbang Rp 200 ribu. Satu putaran pelaksanaan pilpres, honor yang akan diterima petugas KPPS kurang lebih Rp 200 ribu. Dan bila pilpres dua putaran, setidaknya honor yang akan dikantongi 2 kalinya atau Rp 400 ribu. Jika diharuskan memilih, di hati kecil para petugas KPPS di TPS tentu akan memilih pilpres dua putaran ketimbang hanya satu putaran.

Nilai uang tersebut bagi petugas KPPS yang tinggal di Jakarta mungkin kecil dan tidak ada artinya. Namun bagi petugas KPPS yang tinggal di pelosok-pelosok pedesaan tanah air –pada saat akan memasuki tahun ajaran baru sekolah saat ini– bernilai sangat tinggi. Semakin berjenjang ke atas, honor yang akan diterima palaksana lapangan pilpres bertambah tinggi.

Berlainan dengan argumen bahwa pilpres satu putaran akan menghemat biaya triyunan rupiah, saya berpendapat bahwa klaim itu lemah jika dilihat dari efek turunan pelaksaaan pilpres yang lebih dari satu putaran.

Saya anggap saja pilpres ini sebuah “proyek politik padat karya”. Ratusan ribu orang terbantu secara ekonomi oleh adanya pilpres. Mulai dari petugas pelaksana pilpres, masyarakat bawah pelipat surat suara, produsen atribut alat peraga kampanye, industri percetakan, biro periklanan, lembaga-lembaga survei hingga media massa dan sebagainya. Coba kita bayangkan saja hanya satu aspek seandainya pilpres hanya satu putaran: berapa milyar rupiah yang “akan raib” dari rencana belanja-belanja iklan KPU dan Tim Kampanye Pilpres di media masa cetak dan elektronika?

Kedua, waktu pelaksaan pilpres putaran kedua yang jatuh pada bulan Ramadhan. Berdasarkan tahapan, program dan jadwal waktu penyelenggaraan pilpres dari KPU, pelaksanaan pilpres putaran kedua yang jatuh pada Selasa 8 September 2009 bertepatan pula dengan bulan Ramadhan 1430 Hijriah. Sekalipun mungkin tidak ada hubungannya, pelaksanaan pilpres putaran kedua pada bulan Ramadhan setidaknya meminimalisir orang untuk berbuat curang. Pada tahapan keimanan tinggi, berbuat dan bertindak yang melanggar norma dan aturan hakekaktnya berimplikasi dosa. Di bulan Ramadhan, kesadaran religi tersebut pada kebanyakan orang Indonesia masih tertanam kuat dan mengkristalisasi.  Diharapkan dengan berpuasa, seseorang menjadi insan bertaqwa, yakni mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larang-larangan-Nya. Termasuk menjauhi perilaku dan tindakan berbohong, curang, manipulasi, dan tindakan tidak terpuji lainnya.

Di samping itu, pelaksanaan pilpres di bulan Ramadhan juga akan meminimalisir kalangan-kalangan yang tidak puas dengan hasil pilpres putaran kedua untuk mengerahkan massa turun ke jalanan. Dalam keadaan seseorang sedang berpuasa di bulan Ramadhan, berteriak-teriak dan berterik-terik matahari menyengat dengan kondisi perut kosong itu jelas akan mengurangi nilai ibadah puasanya, bukan? Pada gilirannya, pilpres putaran kedua di bulan Ramadhan akan lebih bersih dan lebih baik ketimbang di luar bulan suci tersebut. Semoga demikian saja halnya.

*****

Dwiki Setiyawan, seorang Ketua KPPS Pilpres 2009 di Jakarta Timur.

Iklan

Tentang Dwiki

Simpel dalam menatap hidup dan menapaki kehidupan!
Pos ini dipublikasikan di Pemilu 2009 dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Dua Alasan Pilpres Dua Putaran Lebih Baik

  1. romailprincipe berkata:

    wah..SBY-Boediono gak akan suka tuh mas..
    apalagi mereka barusan bilang tim jk-win black campagin..

  2. Mahir Pakpahan berkata:

    Politik dan suksesi kepemimpinan adalah cerita melelahkan tetapi membuat ketagihan..
    Seharusnya jangan Lanjutkan !! hehe..

  3. ressay berkata:

    sepakat…sepakat…!!!!

  4. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  5. bro berkata:

    jadilah pribadi yang memiliki pengaruh positif, perbaiki keadaan dimulai dari diri kita sendiri>>>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s